Tips Atur Jadwal Olahraga Bagi yang Sibuk

Di masa pandemi ini menjaga stamina tubuh dengan berolahraga harus menjadi agenda rutin. Tapi bagi pebisnis atau profesional yang sedang menanjak kariernya, hal ini kerap dilupakan. Herbalife Nutrition membagikan tips agar jadwal olah raga bisa terjaga dengan baik bagi yang sibuk.

Vice President, Worldwide Sports Performance and Fitness, Herbalife Nutrition Samantha Clayton mengatakan tidak ada ukuran yang pasti dalam hal berolahraga, setiap individu mempunyai preferensi sendiri, terutama untuk mencapai tingkat kebugaran. Setiap orang memiliki tipe tubuh berbeda-beda dan masing-masing memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda ketika melakukan olahraga.

“Berapa lama olahraga yang dibutuhkan tergantung pada tujuan kita secara keseluruhan. Kita perlu menyusun jadwal atau program dalam seminggu yang sesuai kebutuhan, yang belum tentu cocok untuk orang lain. Berikut panduan yang dapat menentukan nutrisi dan kebugaran yang sesuai dengan jadwal dan tingkat kebugaran saat ini,”kata Samantha.

Ia lalu menyarankan agar kita meluangkan waktu lebih untuk fokus pada olahraga. Bahwa untuk dapat meluangkan waktu berolahraga yang minim sangat lah penting bagi setiap orang. Walaupun hanya mempunyai waktu 30 menit yang relatif singkat dan terjangkau. Sebab waktu olahraga hanya 30 menit cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan dengan melakukan olah raga, tetapi kita harus mencoba untuk melakukan olahraga yang lebih lama.

Menurut Samantha, sekitar 50-60 menit per hari akan memungkinkan untuk mendapatkan waktu tambahan yang lebih fokus. Waktu tambahan ini dapat digunakan untuk pemanasan dan pendinginan. Lalu tidak perlu melakukan olah raga dengan terburu-buru. Mengambil nafas, tetap terhidrasi, dan menambahkan suplemen olah raga ke dalam jadwal sesuai kebutuhan. Kita juga dapat mencatat kegiatan berolahraga pada jurnal dan meluangkan waktu untuk menyiapkan makanan sehat setelah berolahraga.

Ia juga menyarankan agar kita menyusun jadwal olahraga selama seminggu seharusnya tidak membuat stres. Hal ini akan kontraproduktif untuk melakukan olahraga secara terburu-buru di tengah rutinitas sehari-hari. Suasana hati sangat penting ketika melakukan aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kebugaran tubuh.

Samantha mengingatkan bahwa melakukan olahraga secara berlebihan sama berbahayanya dengan tidak melakukan sama sekali. “Melakukan aktivitas fisik secara ekstrem akan memperlambat metabolisme, karena tubuh akan mencoba menghemat energi yang berharga, sehingga menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori. Selain itu, memaksimalkan tingkat intensitas berolahraga tanpa istirahat yang cukup dapat merangsang pelepasan kortisol, hormon stres akan muncul dan menyebabkan penambahan berat badan,” jelasnya.

Mengatur waktu untuk olahraga berat menjadi 3-4 hari selama seminggu dan menyisakan 1-2 hari untuk istirahat adalah ide yang baik. Kita harus dapat menyeimbangkan gaya hidup dengan berolahraga rutin dengan asupan nutrisi yang baik. Pelajari juga bagaimana protein, karbohidrat dan lemak dapat memengaruhi kinerja atletik. “Hanya kita sendiri yang tahu keadaan tubuh, jadi disarankan selalu memperhatikan apa yang dirasakan oleh tubuh kalian. Lakukan hingga cukup, akan tetapi jangan paksa sampai titik kelelahan,” tandasnya.

Ia juga mengungatkan bahwa olahraga dapat memberi hasil yang sempurna ketika dilakukan secara konsisten di tengah rutinitas harian. Dengan begitu akan menjadi strategi untuk kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Secara rutin mencatat untuk memantau aktivitas olahraga selama satu minggu. Jangan lupa meluangkan waktu untuk beristirahat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)