Tips Mengelola Keuangan di Kala Pandemi

Masalah keuangan di masa pandemi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga. Belum lagi ditambah berbagai ketidakpastian yang masih menghantui, seperti kapan pandemi berakhir. Akibatnya, para ibu seringkali mengalami kecemasan.

Studi UN Women mengungkapkan, 57% wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, juga masalah ekonomi selama pandemi. Financial Planner, Prita Ghozie mengatakan, pandemi ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana kemampuan para ibu dalam memberikan pemasukan dalam rumah tangga dan seperti apa pola hidup yang harus dijalankan ke depan.

"Ternyata 44,3% penyebab budget kita naik tiap bulan yaitu di pos kesehatan, karena kita memang diminta untuk memakai masker, menjaga jarak, dan sebagainya. Belum lagi yang memgalami penurunan income, atau bahkan ada yang pasangannya sampai tidak bisa bekerja. Ini menjadi hal yang menantang bagi para ibu," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/03/2021).

Oleh karena itu, kata Prita, di situasi ekonomi yang tak menentu saat ini, yang utama adalah mengetahui bagaimana cara untuk bertahan. Ibu tetap harus bisa berkarya dan tahu cara menghasilkan uang dengan menggali kemampuan yang ibu miliki, seperti misalnya memasak, dan menjualnya dengan memanfaatkan media sosial.

"Jika selama ini pemasukan kita hanya bergantung pada satu tempat yakni dari pekerjaan yang kita lakukan atau pemasukan tunggal dari suami, cobalah mencari pemasukan dari keahlian yang dimiliki misalnya berjualan online atau membangun bisnis. Bisa juga dari talent income seperti menjadi guru les atau royalty income," lanjut dia.

Setelah itu, ibu bisa melakukan perencanaan anggaran untuk keluarga, dengan penyesuaian gaya hidup dan menjaga pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Jika masih ada dana tersisa, maka sebaiknya sebagian disisihkan sebagai tambahan dana darurat dan dana kesehatan. Menurut Prita, dana darurat bisa membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan dana kesehatan dapat mencegah dana darurat tergerus oleh biaya berobat.

"Prioritas dalam rumah tangga dibagi tiga yakni wajib, butuh, dan ingin. Utamakan yang wajib seperti pembayaran cicilan, uang sekolah, dan disituasi ini perlu juga memenuhi pos kesehatan. Adapun kebutuhan seperti biaya internet, gadget dan keinginan misalnya self care untuk ibu," papar Prita.

Memahami beban ibu yang yang semakin berlipat ganda dan membutuhkan ketangguhan, merek perawatan bayi My Baby kembali menyuguhkan #MYBABYMomversity 2021 dengan tema “Smart Parenting in Uncertain World”. Selva Marsentiani, Senior Head of Brand Communications & Content My Baby berharap kehadiran #MYBABYMomversity tahun ini mampu membantu ibu mengurangi kecemasan yang ia hadapi di kala pandemi.

"Kondisi digital yang memberikan banyak informasi, membuat para ibu mengalami kegalauan sebenarnya pola asuh seperti apa yang harus diterapkan kepada anak. Karena para ibu ini ingin menjadi ibu yang sempurna. Untuk itu, sejak 2019 kami menghadirkan #MYBABYMomversity dengan tiga kelas inspiratif yakni parenting, kesehatan, dan finansial. Ini wadah bagi para ibu untuk mendapatkan edukasi dan sharing knowledge," kata Selva.

Di 2020, kegiatan ini menekankan digitalisasi sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi lewat penyuguhan materi melalui kelas digital. Sukses sentuh lebih dari 14 juta ibu lewat berbagai macam platform, #MYBABYMomversity tahun ini mengajak para ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan, dengan menambah dua kelas inspiratif yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni food & nutrition, dan style & self-care.

“Harapan ke depannya, #MYBABYMomversity tetap bisa menjadi wadah pengembangan diri andalan ibu, sekaligus membuat ibu terus teredukasi sehingga mampu jalani peran di situasi apapun. Setelah berhasil melewati satu tahun pandemi, saat ini merupakan kesempatan bagi ibu untuk menumbuhkan ketangguhan yang lebih kuat. Kami yakin, ibu akan lebih siap mentolerir ketidakpastian dan lebih tangguh mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah,” tutur Selva.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)