Tom Lembong Soroti Pembangunan Infrastruktur

Pengembangan infrastruktur merupakan sentral bagi program Nawacita Presiden Jokowi. Hal ini terkait dengan migrasi perdagangan serta konektifitas dalam menjalankan logistik. ASEAN merupakan tempat strategis dalam melakukan investasi dan perbaikan terhadap infrastruktur. Pasalnya, ASEAN memiliki tingkat pertumbuhan yang baik dan cukup tinggi dibandingkan dengan regional lainnya. Selain itu, investasi yang ditawarkan juga cukup beragam.

tom

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki kesempatan investasi yang terbuka lebar. Menanggapi hal tersebut, Thomas Lembong, Kepala BKPM di Senin pertama jabatannya menyoroti tiga prioritas utama untuk fokus pada sektor infrastruktur. Beberapa proyek tersebut antara lain adalah 226 proyek strategis nasional, proyek-proyek pembangkit listrik serta pengendalian limbah dari proyek-proyek energi. Sebagai Pintu gerbang bertemunya investor dan kepentingan negara, Thomas menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan dukungan terkait dengan infrastruktur.

Proyek strategis nasional seperti jalan, jalur kereta api serta pelabuhan diperuntukkan guna mendukung logistik. Sedangkan listrik berfungsi untuk mendukung iklim industri. Demikian pula dengan sistem funding yang akan membantu melancarkan strategi lainnya. Tiga hal ini akan mendapatkan perhatian signifikan dari BKPM.

“BKPM tentu akan memfasilitasi dan terus memberikan bantuan bagi investor, terutama dalam menyalurkan minat investasi di sektor infrastruktur” tegasnya.

Berdasarkan data realisasi investasi Triwulan II (April-Juni) 2016 yang baru saja dirilis BKPM pada Jum’at pekan lalu, terjadi peningkatan investasi sebesar 12,3 % dibandingkan periode yang sama tahun 2015, yaitu dari Rp 135,1 triliun menjadi Rp 151,6 triliun. Secara kumulatif, realisasi investasi selama bulan Januari hingga Juni 2016 adalah sebesar Rp 298,1 triliun.  Jumlah ini naik 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang sebesar IDR 259,7 triliun.

Selama semester pertama di 2016, investasi di sektor infrastruktur terutama berasal dari 2 kelompok utama. Sektor listrik, gas dan air dengan realisasi investasi PMDN total sebesar Rp8,51 triliun, dan realisasi PMA total sebesar US$ 613,24 juta. Sedangkan Konstruksi tercover dengan realisasi PMDN total sebesar Rp8,35 triliun dan realisasi PMA total sebesar US$ 75,26 juta. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)