Total Nilai Merek dari 100 Perusahaan Indonesia Mengalami Peningkatan

Kemal Effendi Gani, Chief Editor SWA Group

Majalah SWA bersama Brand Finance, konsultan yang mengkhususkan diri di bidang brand valuation dan strategi asal London, kembali memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang masuk ke dalam kategori Indonesia’s 100 Most Valuable Brand 2019.

Penghargaan ini diberikan kepada merek-merek produk dan perusahaan dengan nilai valuasi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan studi yang dilakukan Brand Finance, total nilai merek dari 100 merek perusahaan yang masuk dalam daftar Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2019 mencapai US$ 39,4 miliar.

“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang besarnya US$ 37,1 miliar, secara keseluruhan telah terjadi peningkatan brand value sebesar 6,2% pada merek-merek perusahaan di Indonesia,” ujar Kemal Effendi Gani, Chief Editor SWA Media Group.

Majalah SWA telah menyelenggarakan studi penghargaan Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brand selama tujuh tahun berturut-turut guna untuk mengedukasi manfaatnya bagi para pemilik merek, konsumen, dunia bisnis dan Indonesia.

“Dengan melakukan studi ini, kita akan dapat mengetahui berapa nilai merek suatu produk dan perusahaan. Dengan mengetahui brand value merek perusahaan dan produk kita pun akan dapat mengetahui nilai strategis perusahaan kita. Hal ini sangat diperlukan, misalnya ketika akan melakukan kerja sama dengan calon mitra, akan melakukan merger, akan mengundang investor, mau melakukan fund raising,” imbuh Kemal.

Merek produk dan perusahaan yang kuat juga akan meningkatkan posisi tawar perusahaan dengan vendor, pabrikan, ataupun distributor. Selain itu, dengan merek produk dan perusahaan yang kuat, konsumen pun tak hanya bersedia membayar harga yang lebih mahal terhadap produk yang memiliki ekuitas merek kuat, tetapi juga akan loyal terhadap perusahaan dan merek tersebut dalam jangka lama. Mereka tak segan-segan melakukan pembelian ulang, bahkan merekomendasikan kepada orang lain.

“Merek yang kuat juga akan berdampak pada nilai perusahaan atau enterprise value, karena merek yang kuat akan menambah tingkat kepercayaan para investor, yang pada gilirannya akan mendorong kenaikkan harga saham, dan juga akan membuat perusahaan dianggap memiliki prospek yang lebih baik di masa depan,” tegas Kemal.

Di kesempatan yang sama, Samir Dixit, Direktur Pengelola Brand Finance Asia Pasifik, menuturkan, merek merupakan salah satu aset penting yang dimiliki perusahaan dan tentunya memiliki nilai. Contoh lima besar perusahaan yang memiliki merek terkuat di Indonesia adalah BCA, BNI, Mandiri, BRI, dan Telkom Indonesia.

Berdasarkan studi dari Brand Finance, hingga tahun ini, merek-merek termahal di dunia masih dikuasai merek-merek perusahaan yang memang sangat terkenal di dunia seperti Amazon, Apple, Google, Samsung, Facebook, AT&T, Microsoft, dan Verizon.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, merek-merek perusahaan dari Asia seperti ICBC (Industrial and Commercial Bank of China), China Construction Bank, Alibaba, China Mobile, dan Huawei sudah mulai masuk dalam deretan papan atas merek-merek perusahaan termahal di dunia. Di Top 20 Most Valuable Brands pada Brand Finance 500 Global 2019, brand value terbesar mencapai US$ 187,9 miliar, dan paling kecil US$ 50,7 miliar.

“Di Indonesia, dari 100 merek termahal di Indonesia, nilai totalnya saja masih US$ 39,4 miliar. Jadi, gabungan dari 100 perusahaan termahal di Indonesia, nilainya masih kalah jauh dibandingankan nilai satu perusahaan yang masuk 20 besar dunia,” imbuh Kemal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)