Transaksi Barang Preloved Makin Digemari

Olivia Lautner, Indonesia Associate Country Manager Carousell (kanan) (Photo: Anastasia/SWA).

Carousell, marketplace yang menjual barang-barang bekas atau preloved, melakukan survei untuk mengetahui perilaku konsumen Indonesia terhadap tren barang-barang preloved, termasuk motivasi mereka dalam membeli.

Hasilnya, 8 dari 10 orang Indonesia bersedia untuk membeli barang preloved, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai rata-rata dunia. Selain itu, 82% dari 1.000 orang mengaku memiliki 29 barang yang sudah tidak terpakai lagi di rumah seperti mainan, fashion, dan buku.

Olivia Lautner, Indonesia Associate Country Manager Carousell, menjelaskan, tren ini menjadi marak karena adanya kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, sekaligus mendatangkan tambahan uang. “Mereka telah sadar akan banyaknya impact yang terjadi akibat limbah. Selain itu, alasan mereka menjual barang adalah untuk mendapatkan tambahan uang, guna membeli barang-barang baru, travelling, ditabung, dan untuk berdonasi,”  ujarnya.

Di sisi lain, naiknya minat masyarakat untuk membeli barang preloved disebabkan oleh harga yang lebih murah dibanding barang-barang branded baru. Selain itu, sulitnya mendapakan barang-barang unik, lama, dan langka juga merupakan pemicu berbondongnya masyarakat untuk membeli produk preloved.

Sementara itu, di tahun ini, Carousell mencatat telah berhasil menjual 1,5 juta barang di marketplacenya, dengan rincian peningkatan penjualan sebesar 70% per kuartal. “Tahun depan penjualan tidak akan jauh-jauh dari angka 70%, tapi kami berharap lebih dari itu,” ujarnya.

Olivia melanjutkan, dalam 3 tahun terakhir ini penjualan fashion perempuan dan laki-laki meningkat secara pesat. Dikuti oleh produk kecantikan, produk keperluan bayi, gadget dan kamera.”Khusus untuk keperluan bayi, tahun ini trennya meningkat drastis, dengan pertumbuhan 5 kali lipat dibanding tahun sebelumnya atau mencapai 555ribu listing,” kata Olivia.

Strategi ke depan, Carousell akan lebih banyak bermain di ranah engagement dengan menggelar banyak event komunitas dan menggaet komunitas yang ada di Indonesia. “Tahun depan, event komunitas akan banyak digelar, seperti fashion runaway dan bazaar. Selain itu kita juga akan approach dengan komunitas, dan juga akan melibatkan artis selebgram untuk mempromosikan Carousell,” kata dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)