Transformasi Berkelanjutan Jadi Strategi Bimoli Agar Tetap Relevan dengan Pasar

Bimoli, merek minyak goreng dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk ini sudah sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Wajar saja, Bimoli sudah hadir di Indonesia lebih dari 50 tahun lalu. Meski sudah sukses meraih posisi terdepan sebagai merek minyak goreng, tetapi Bimoli terus berusaha melakukan transformasi agar bertahan dan relevan dengan pasarnya.

Surya Dharmanto, Marketing Manager PT Salim Ivomas Pratama menjelaskan, transformasi bisnis brand Bimoli dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu kepada perubahan kebutuhan konsumen (consumer needs). Perubahan demografi konsumen terjadi, baik dari segi umur, profil dan gaya hidup konsumen yang saat ini didominasi oleh millenial moms yang tentunya sudah sangat berbeda dibandingkan konsumen Bimoli pada 10-20 tahun lalu.

“Sebagai pelopor minyak goreng kemasan kami harus mampu untuk menjawab apa yang dibutuhkan para ibu dari sebuah produk minyak goreng dan menjaga agar Bimoli tetap relevan bagi semua konsumen setianya, riset pasar dan konsumen terus kami lakukan,” jelas Surya.

Strategi bisnis juga berkembang mengikuti perubahan konsumen yang ada terutama untuk menjangkau ibu milenial yang makin banyak bertumbuh. Komunikasi melalui platform digital semakin intensif dan memperluas jaringan pasar melalui kanal pemasaran digital seperti e-commerce. Selain itu, kampanyenya pun menyesuaikan dengan karakter pasarnya kini, menurut Surya dalam tiga tahun terakhir Bimoli mengusung kampanye “Awali dengan Kebahagiaan” dengan hastag #COOKLIKETHIS baik melalui media televisi, digital dan sosial media.

“Jadi secara emosional Bimoli hadir untuk para ibu untuk selalu bahagia dalam menjalankan rutinitasnya sehari-hari karena kami percaya family happiness start from mother’s happiness,” ujar Surya.

Namun diakui Surya, saat ini ada ratusan merek minyak goreng tersedia di pasar, persaingan harga pun menajdi hal yang mau tidak mau harus dihadapi. Tetpi menurut Surya, pihaknya tidak mau terjebak dengan persaingan harga yang pada akhirnya berpotensi mengorbankan kualitas produk. “Kami yakin konsumen semakin cerdas dan bisa dengan jeli membedakan mana brand-brand yang konsisten menjaga kualitasnya dan mana yang tidak,” jelas Surya.

Saat ini Bimoli masih mempertahankan dominasinya di pasar baik secara brand awareness, brand equity maupun dari sisi pangsa pasar. Selain itu Bimoli juga masih menjaga indeks kepuasan konsumen, hal tersebut terbukti dari penghargaan-penghargaan yang diperoleh dari pihak ketiga yang mengukur secara independen soal kepuasan konsumen.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)