Transformasi Bisnis Radana Finance Berbuah Manis

Tata kelola perusahaan yang baik terbukti menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian nasional hingga minus 5,32% pada Kuartal II/2020, dari sebelumnya 5,02% pada periode yang sama tahun lalu.

Hingga Semester I/2020, Radana Finance berhasil membukukan pendapatan Rp 56 miliar. Nilai asset mencapai Rp 952 miliar, lalu nilai ekuitas di periode yang sama mencapai Rp 552 miliar dan nilai liabilitas Rp 400 miliar. Sementara akibat kondisi industri pembiayaan yang berada dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, perseroan mencatatkan kerugian bersih Rp 39 miliar. Pun demikian, perseroan berhasil mengurangi kerugian bersih dari sebelumnya sebesar Rp 105 miliar di periode serupa tahun 2019.

Menghadapi kondisi industri pembiayaan dan perekonomian nasional yang digucang pandemi Covid-19, persahaan pembiayaan ini telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Antara lain Radana Finance terus melakukan langkah efisiensi di berbagai lini demi menekan berbagai beban biaya. Hasilnya, perseroan berhasil memangkas signifikan beban biaya dari Rp 266 miliar di Semester I/2019 menjadi Rp 102 miliar di periode yang sama tahun 2020..

Perseroan pun sejak tahun 2019 telah melakukan pergeseran portfolio dari Pembiayan Konsumtif di tahun 2019 menuju Pembiayaan Produktif di tahun 2020. Langkah lainnya dengan melakukan restrukturisasi pinjaman nasabah. Hingga Juli 2020, perseroan telah melakukan restrukturisasi sebanyak 7.056 nasabah dengan nilai pinjaman pokok sebesar Rp 87,76 miliar dengan 93,55% di antaranya merupakan restrukturisasi dengan objek pembiayaan motor. Meski demikian, perseroan tidak melakukan restrukturisasi pinjaman kepada pihak perbankan.

Sebagai perusahaan multifinance dengan reputasi yang baik, Radana Finance menempatkan reputasi dan integritas perusahaan di tempat tertinggi. Selain itu, Radana Finane selalu menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai landasan operasional utama.

Demi melesatkan kinerja bisnis, Radana Finance telah melakukan Transformasi Operasional di sejumlah bidang, antara lain, manpower, jaringan dan operations.

Strategi selengkapnya di ketiga bidang tersebut sebagai berikut: manpower, dengan merombak struktur organisasi secara menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, Penyesuaian manpower untuk organisasi yang baru sesuai kebutuhan. Lalu, melakukan perekrutan pada posisi strategis, untuk mendukung bisnis.

Trasformasi jaringan dengan menyesuaikan jaringan bisnis sesuai dengan perkembangan pembiayaan produktif, mengoptimalkan efisiensi biaya cabang, perpindahan kantor pusat yang sebelumnya terletak di Jakarta Barat ke Jakarta Selatan.

Transformasi operations, dengan pengembangan infrastruktur ICT dan proses bisnis secara adaptif untuk mendukung perkembangan bisnis di era digital. Lalu, optimalisasi fungsi Business Transformation untuk memastikan proses transformasi berjalan dengan sistematis dan terintegrasi. Hasil dari berbagai strategi di atas perseroan berhasil memangkas pengeluaran operasional dengan signifikan, dari Rp 53,162 miliar di semester 1 2019 menjadi Rp 24,354 miliar di periode yang sama tahun ini.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri yang kian padat teknologi, Radana Finance pun terus bergerak memperkuat teknologi digital dalam berbagai aspek operasi bisnisnya dari tahun ke tahun. Sejumlah milestones Transformasi Digital yang telah ditorehkan Radana Finane sebagai berikut

  • 2012-2014 Melakukan implementasi : Integrated Core System Finstar, dan Digital Marketing Platform
  • 2015-2019 Melakukan implementasi : Mobile Operation App, Enhanced Telecommunication in Customer Relations, Support System in Human Capital & People Development
  • 2020 Mengimplementasikan Big Data Integration dengan Radana Monitoring System (RMS) & Robotic Automation Process

“Kami yakin dengan tekad dan gerak bersama kita akan bisa mengatasi masa-masa yang penuh tantangan ini,” ujar Rizalsyah Riezky, Direktur Radana Finance dalam pemaparannya di acara press conference Public Expose Radana Finance 2020 di kantor pusatnya, Cibis Nine Building, TB Simatupang, Jakarta Selatan (28/08/2020).

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 seraya memastikan kelangsungan operasional bisnisnya Radana Finance pun telah mengambil langkah sigap dan cepat dalam memastikan keselamatan dan keamanan karyawannya. Langkahnya antara lain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, melakukan sterilisasi dan memberikan disinfektan pada ruang kerja secara berkala,menyediakan Thermo gun, Hand-Sanitizer, masker dan Vitamin terkait pencegahan Covid di lingkungan kantor, menyediakan dokter jaga di lingkungan kantor, melakukan self assessment secara periodik bagi karyawan yang bekerja di kantor, menerapkan Operasional Kerja Terbatas dan lainnya.

Adapun sejumlah strategi yang diusung Radana Finance untuk menghadapi kompetisi di tahun 2020 dan mendatang adalah sebagai berikut : pertama, kompetitif dalam melayani segmen produktif. Kedua, mengembangkan produk yang kompetitif bagi segmen market produktif . Ketiga, transformasi bisnis untuk dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Keempat, organisasi yang ramping dan efektif. “Juga, penyesuaian jumlah jaringan, organisasi yang ramping dan kompeten, pemanfaatan teknologi terkini secara tepat guna, operasional excellence, struktur pendanaan yang kuat dan mendapatkan pendanaan dari bank dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Arif memaparkan, Radana Finance akan mampu melewati masa penuh tantangan ini dengan kehati-hatian yang tinggi serta efisiensi serta inovasi bisnis. “Kami percaya prospek industri multifinance di Indonesia akan semakin cerah ke depannya dan Radana Finance sebagai Perseroan multifinance berintegritas yang terpercaya akan menjadi yang terdepan dalam menangkap berbagai peluang di bidangnya,” tegas Arif.

Adapun hasil RUPSLB Radana Finance antara lain; menyetujui untuk menjaminkan dan/atau mengalihkan/melepaskan sebagian besar atau seluruh aset perseroan dalam rangka perolehan pinjaman dan/atau pendanaan. Lalu, menyetujui rencana perseroan untuk menerbitkan obligasi atau Medium Term Notes (MTN) atau surat hutang lainnya. Juga, menerima pengunduran diri Nyonya Evy Indahwaty selaku Direktur Utama Radana Finance.

Dalam RUPSLB mengangkat Arif Budiman selaku direktur, Josephie Regina Dameria Sambajon sebagai direktur, Lim Eng Khim sebagai komisaris utama, Chan Kiat selaku kKomisaris, Gottfried Tampubolon selaku Komisaris Independen.

Menegaskan dan menetapkan Saidinur selaku komisaris yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama, yang mana perubahan posisi dari Komisaris Utama menjadi Komisaris hanya akan berlaku efektif sejak tanggal dikeluarkannya penetapan kelulusan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari OJK atas pengangkatan Lim Eng Khim selaku komisaris utama.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)