Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan WK Collection di Masa Pandemi

WK Collection

Pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital di berbagai aspek termasuk sektor UMKM. Salah satu UMKM yang memanfaatkan momentum ini adalah WK Collection, UMKM lokal penghasil berbagai produk aksesori dan cendera mata khas Yogyakarta dari perak, tembaga dan kuningan.

Pemilik WK Collection, Wijayanto, S.T. mengungkapkan, sebelum pandemi pihaknya masih fokus memasarkan produknya lewat gerai-gerai suvenir di tempat wisata. Namun, penyebaran Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan membuat sektor pariwisata lumpuh. Ia pun harus memutar otak agar bisnisnya dapat bertahan, yakni dengan transformasi digital.

"Kami sudah bergabung di pasar digital sejak 2016, tetapi saat itu belum fokus. Ketika pandemi melanda, kami memutuskan untuk beralih ke penjualan online. Saat ini 90% penjualan kami dari online," ujar Wijayanto di Yogyakarta, Selasa (14/06/2022).

Tidak hanya memperluas akses pemasaran, Wijayanto menyebut, lewat transformasi digital WK Collection dapat meningkatkan pendapatan, daya saing, inovasi serta efisiensi dan efektivitas operasional bisnis. Tercatat ketika pandemi WK Collection mampu meningkatkan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Bahkan, ia mengaku saat ini penjualannya terus bertumbuh.

"Bukan berarti transformasi ini tanpa tantangan. Ketika mulai berjualan online, tantangan terbesar kami adalah pembuatan foto produk utamanya untuk aksesoris atau perhiasan yang memang memerlukan teknik tersendiri," katanya.

Wijayanto pun mengaku dirinya belajar banyak hal dari pusat layanan pengguna Tokopedia Care untuk foto produk, teknik digital marketing, hingga cara membangun hubungan dengan pembeli. Di toko offline WK Collection, Wijayanto juga memanfaatkan Mitra Tokopedia untuk berjualan produk digital, seperti pulsa, paket data dan masih banyak lainnya.

Asal tahu, Tokopedia terus menggencarkan inisiatif Hyperlocal untuk mendekatkan UMKM lokal, termasuk di Yogyakarta, dengan pembeli setempat agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

Berkat inisiatif Hyperlocal, Tokopedia melihat berbagai peningkatan. Jumlah pembeli di Yogyakarta misalnya, mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, terdapat beberapa daerah dengan peningkatan jumlah penjual di Yogyakarta paling tinggi selama kuartal I 2022 dibandingkan kuartal I 2021, yaitu di Kecamatan Jetis, Dlingo, Minggir, Seyegan dan Turi.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)