Transformasi Digital Jasa Raharja Tingkatkan Layanan pada Masyarakat

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo (kanan)

Jasa Raharja melanjutkan transformasi yang telah dijalankan dalam dua tahun terakhir dalam upaya menegaskan posisinya sebagai BUMN yang hadir untuk masyarakat. Terutama dalam melayani masyarakat yang mengalami kecelakaan alat angkutan umum (laka).

“Tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan Santunan bagi Korban Kecelakaan alat angkutan umum Darat, Laut dan Udara dan korban kecelakaan lalu lintas jalan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar seperti diamanatkan UU Nomor 33 Tahun 1964,” kata Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo (13/11/2019).

Jasa Raharja melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai penunjang atau role support dalam proses bisnis senantiasa mendukung segala operasional perusahaan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan beberapa dukungan inovasi digital yang dihadirkan secara berkesinambungan dan kontinyu terbukti telah meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses bisnis perusahaan bahkan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.

Transformasi digital yang dilakukan oleh Jasa Raharja mempunyai tujuan untuk melakukan optimalisasi bisnis proses, interaksi dengan ekosistem serta menciptakan bisnis model atau platform baru.

Wahyu menjelaskan langkah transformasi pertama yang dilakukan adalah Leadership transformation, yaitu perubahan gaya kepemimpinan sesuai dengan pemanfaatan transformasi digital untuk pengembangan, inovasi produk dan kegiatan operasional yang dapat meningkatkan pendapatan serta kemampuan berkomunikasi untuk mendekatkan diri kepada pegawai internal, masyarakat eksternal dan mitra kerja, dengan ditangani IT strategy, innovation strategies, strategic architecture, dan service transformation di Jasa Raharja

Lalu Omni-Experience Transformation, yaitu melakukan transformasi dengan mengedepankan customer experience dan pilihan multiple channel dengan inovasi SIAP Mobile, digital resi, mobile service application, social media monitoring, serta aplikasi JRku yang baru saja diluncurkan oleh Jasa Raharja

Tentu saja dilakukan Information Transformation,yaitu fokus untuk pengembangan dan pengolahan nilai-nilai yang diperoleh dari informasi yang terkait dengan pengalaman dan data sebagai asset utama perusahaan, dibuktikan dengan pengembangan chatbot (chat with robot), enterprise architecture serta big data analytics.

Kemudian, Operating Model Transformation, yaitu kemampuan untuk menjadikan kegiatan operasional menjadi lebih responsif dan efektif dengan memanfaatkan produk atau layanan, asset, human capital, dan mitra yang terhubung secara digital dengan dibuktikan business process management, agile development, dan cloud strategies

Serta Worksource Transformation, yaitu optimalisasi produktivitas dan fleksibilitas pegawai dengan memanfaatkan interaksi dan kolaborasi digital perusahaan dengan vendor sourcing and management, human capital management, outsourcing services, dan IT organizational development.

Saat ini Jasa Raharja telah memiliki aplikasi yang bernama JRku, layanan digital Jasa Raharja untuk masyarakat Indonesia untuk dapat mengajukan santunan secara online, pembayaran IWKBU (khusus Pemilik Otobus), cek masa berlaku SWDKLLJ dan masih banyak lainnya.  Aplikasi ini telah diluncurkan pada awal Mei 2019 lalu di Lounge Cafe Kementrian BUMN dan telah diunduh oleh lebih dari 5.000 lebih pengguna di Google Play Store dan Apple App Store. Aplikasi JRku mempunyai tujuan untuk memudahkan masyarakat dengan membungkus semua layanan dalam satu genggaman dengan beberapa fitur unggulan.

“Jadi melalui aplikasi ini pengajuan santunan online, dimana dengan JRku maka masyarakat dapat mengajukan santunan secara onlinemelalui smartphone dimana saja dan kapan saja, serta dapat melakukan tracking sampai dimana pengajuan diproses dan melihat riwayat pengajuan yang telah dilakukan,” kata Wahyu.

Fitur SWDKLLJ memungkinkan masyarakat melihat masa berlakunya, dimana masyarakat dapat menambahkan kendaraan pribadinya di JRku serta akan mendapatkan notifikasi pengingat ketika masa berlaku akan habis. Pengguna akan diingatkan 1 bulan sebelumnya, seminggu sebelumnya, sehari sebelumnya, dan seterusnya bahkan setelah lewat dari masa berlaku sampai masyarakat membayar.

Bukan hanya itu kata Wahyu, informasi kecelakaan lalu lintas bisa dilihat di aplikasi ini melalui fitur pelaporan masyarakat ketika melihat kecelakaan langsung di jalan. Masyarakat dapat berpartisipasi dan berkontribusi dengan melaporkannya via JRku dengan menyertakan foto kecelakaan dan secara otomatis posisi koordinatnya akan terekam secara akurat ke Jasa Raharja.

Wahyu memahami masyarakat masih rendah dalam memperhatikan keamanan dalam perjalanan. Melalui fitur Safe my trip, yaitu fitur pencatatan perjalanan dengan data lokasi rawan kecelakaan sehingga ketika masyarakat mendekati lokasi rawan kecelakaan dapat lebih berhati-hati dan melakukan antisipasi lainnya. 

“Selain itu, dengan mencatatkan perjalanan melalui angkutan umum, masyarakat dapat mengetahui apakah kendaraan yang dinaiki telah melunasi kewajiban Iuran Wajib-nya sehingga akan tercipta rasa aman karena telah terlindungi oleh Jasa Raharja,” jelasnya.

Aplikasi ini memudahkan pembayaran tagihan, dengan menggunakan cobranding Finpay Money dari Finnet anak perusahaan Telkom sehingga masyarakat dapat melakukan pembelian pulsa, pembayaran telepon/internet, BPJS Kesehatan dan bahkan juga melakukan pembayaran Samolnas (Samsat Online Nasional) langsung dari aplikasi JRku

Bahkan melalui aplikasi ini memungkinkan transfer saldo, yaitu fitur untuk transfer uang antar sesama pengguna JRku, masih menggunakan fitur yang disediakan oleh Finpay Money dari Finnet sebagai bagian dari kerjasama co-branding. Juga dalam pembayaran IWKBU, yaitu fitur untuk Perusahaan Otobus (PO) untuk melakukan kewajiban pembayaran IWKBU kendaraan umum mereka secara online, dengan beberapa pilihan channel pembayaran. 

Keberhasilan dalam proses transformasi yang telah dilakukan oleh Jasa Raharja saat ini antara lain Digitalisasi Layanan: Penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan percepatan pelayanan dan kemudahan informasi. Kedua, Inovasi Cashless Payment: Implementasi fund transfer, cash card dan pembayaran santunan online beda Bank. Ketiga, Digitalisasi Pendapatan: Integrasi transaksi Sumbangan Wajib di Samsat dan kolaborasi dengan angkutan daring. Serta Asset Commercialization: Pemanfaatan aset perusahaan untuk komersial.

Ke depannya, selain bersinergi dengan Gojek, Jasa Raharja juga akan menjalin kerja sama dengan Grab agar semua penumpang Grab-Car juga dapat terjamin ketika melakukan perjalanan.

Editor : Eva Maratha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)