Transformasi Federal Karyatama Ciptakan Pemimpin Baru

PT Federal Karyatama mulai bertransformasi di tahun 2013 dengan produknya yaitu Federal Oil dan Federal Mobil. Transformasi tahap pertama adalah membenahi internal, mengembangkan bisnis, memindahkan kantor dari Pulogadung ke Alam Sutera, dan menambah kapasitas pabrik dengan memindahkannya ke Cilegon.

Saat ini, Federal Karyatama sedang melakukan transformasi tahap ketiganya dengan melakukan diferensiasi produknya dan membuat R&D untuk tidak hanya masuk ke kendaraan, tapi juga industri B2B. “Kami juga berencana mengeluarkan produk baterai dan mengolah spare-part. Bisnis Federal Karyatama di dukung oleh karyawan sebanyak hampir 500 orang. Era digital telah diadopsi oleh perusahaan sehingga pabrik telah banyak menggunakan robotic,” ungkap Stevanus Tata Holo Koten, HCGA & Legal General Manager PT Federal Karyatama.

Tingkat pendidikan yang paling banyak disasar adalah SMA, targetnya mencapai 60%. Gen Y dalam perusahaan berjumlah 76%, beberapa program engagement banyak menyasar generasi Y. Dengan generasi milenial sebagai mayoritas, value dan culture dijadikan sebagai visi dan misi bisnis perusahaan. “Human capital harus sejalan dengan bisnis. Human Resources (HR) harus mendukung strategi bisnis, pertumbuhan bisnis, dan inovasi yang berkelanjutan, sehingga dapat menghadapi tantangan, kompetensi, konsumen, aturan pemerintah, market share, dan teknologi,” ujarnya.

Leader senantiasa diciptakan melalui program yang dibesut oleh human capital. Bersifat clear, strategis, dan taktikal adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang leader. Bagi Stevanus, leader harus memberikan instruksi yang jelas dan berinovasi. “Ada juga proses pemberian nilai, termasuk di pabrik. Pemberian nilai juga diimbangi dengan training dan sistem penilaian untuk mengukur kompetensi. Mereka yang punya kompetensi yang baik akan kita masukan ke talent pool, kita beri reward dan bonus yang lain,” tambahnya.

Pertumbuhan leader internal dari tahun 2015 Federal Karyatama meningkat dari 15% pada tahun 2015 menjadi 21% tahun 2016 dan 55% pada 2017. Untuk talent readiness, perusahaan telah memiliki calon untuk level berikutnya. Dampaknya tahun 2015-2017 ada perputaran talent, inovasi menjadi lebih produktif dan ada peningkatan produktivitas. Market share 2017 meningkat 29,5% dan ada 70 project yang sedang dikerjakan, 5-6% nya menyumbangkan profit.

Turn over dari tahun 2014 hingga sekarang, Federal Karyatama hanya kehilangan 4 orang. Talent yang keluar lebih sedikit, hal ini dilakukan dengan menyediakan office friendly untuk para milenials di Alam Sutera. Dalam memberikan standar pemilihan leader, Federal Karyatama mengukur kompetensinya, seberapa mampu mereka untuk memimpin, selanjutnya assessment point technical. “Selain itu kami juga ada performance management yang akan menjadi mereka leader,” jelasnya.

Federal Karyatama memiliki passion untuk mengembangkan orang, memastikan program dan berkontribusi memberikan hasil positif untuk perusahaan. Orang yang di hire, harus dapat dikembangkan di 2 atau 3 posisi kedepan. Mereka juga adalah orang-orang yang memiliki potensi dan value yang sama dengan perusahaan, respect, humble, dan greatfullness. Baginya, semua tim adalah berharga, memiliki value, di tim kecil sekalipun.

Menurut Stevanus, pihaknya berusaha menciptakan leader sebagai agent of change dan memiliki role model value. “Mereka harus bisa memberikan arahan dan mengeksekusi bisnis project. Dapat melakukan organize dan koordinasi dengan divisi terkait, dan memberikan result bagi perusahaan,” ungkapnya.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

 

 

www.Swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)