Transformasi Jasa Raharja Menuju Service Excellent

Budi Setyarso Dirut Jasa Raharja saat peluncuran Buku Service Transformation Perjalanan Jasa Raharja Mencapai Service Excellent

Merayakan HUT ke-57 berlokasi di The Westin, Jakarta, PT Jasa Raharja (Persero) meluncurkan buku tentang perjalanan transformasi perusahaan ini menuju service excellent. Buku yang ditulis oleh tim dari Lembaga Manajemen FEB UI ini diharapkan bisa menjadi benchmark bagi perusahaan lain serta meningkatkan awareness masyarakat tentang perubahan serta benefit dari transformasi yang dilakukan Jasa Raharja.

Budi Setyarso, Dirut Jasa Raharja, menuturkan, sejak ia masuk ke BUMN ini pada 1984 dan kemudian diangkat menjadi Dirut pada 2013, tidak banyak yang mengetahui banyak perubahan dan peningkatan pelayanan dilakukan Jasa Raharja.  “Ketika terjadi kecelakaan, bahwa saat ini santunan diserahkan kepada keluarga korban meninggal dunia dan pembayaran kepada rumah sakit makin cepat. Dulu hitungannya harian, kini hanya dalam hitungan jam,” ujarnya di Jakarta (10/01/2017).

Menurutnya, buku ini menjadi milestone sejarah Jasa Raharja sebagai BUMN perusahaan asuransi jiwa. Baginya, memberikan service excellent merupakan amanah yang harus dijalankan Jasa Raharja dan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Jasa Raharja seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Hasil bisa dirasakan masyarakat dari transformasi service excellent yang dijalankan Jasa Raharja secara berkelanjutan ini dikatakan Budi, jika terjadi kecelakaan korban meninggal dunia, santunan sudah diterima keluarga dalam waktu sehari. “Petugas datang ke sana, diserahkan dengan non cash. Korban tidak boleh membayar rumah sakit untuk yang yang luka-luka. Hanya dalam tempo empat hari sudah dibayar ke rumah sakit oleh Jasa Raharja. Komisaris dan direksi harus mundur jika semua itu tidak dipenuhi,” tegasnya.

“Dulu orang belum paham di mana porsi Jasa Raharja, serta kemajuan apa saja yang telah kami capai dalam memberikan service excellent pada masyarakat terutama korban kecelakaan. Selain itu Jasa Raharja kini menjadi bagian dalam berperan aktif menekan atau pencegahan kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Direktur Komunitas Harian Kompas, Rusdi Amral, menambahkan, transformasi yang dilakukan Jasa Raharja bisa menjadi inspirasi bagi pebisnis lain termasuk di kalangan media. “Belakangan kita menghadapi kondisi disrupsi, perubahan cepat dan fundamental terjadi dan mengacak-acak tatanan lama dengan tatanan baru. Maka itu harus dilakukan transformasi, dengan langkah yang inovatif menjawab tantangan disrupsi ini, seperti yang telah dilakukan Jasa Raharja dengan sevice excellent,” katanya.

Alvin Lie, Anggota Ombudsman, mengamini yang disampaikan Rusi, dalam pandangannya buku ini multifungsi yaitu sebagai komunikasi korporat Jasa Raharja, namun disamping itu dari cara penyampaian dan isinya bisa menjadi text book.  “Apa yang dilakukan Jasa Raharja bisa menjadi contoh perusahaan lain, serta buku ini menjadi semacam pernyataan komitmen kepada masyarakat untuk terus meningkatkan layanan. Mengingat pelanggan terus meningkat seiring peningkatan pengguna dan pemilik kendaraan bermotor,” tuturnya.

“Sebagai anggota ombudsman saya baru menemukan visi dan misi perusahaan yang menyatakan sebagai agen pemerintah dalam pelayanan publik,” ujarnya. Toto Pranoto Ketua Tim Penulis menjelaskan LM UI memahami bahwa Jasa Raharja telah banyak melakukan kemajuan dalam melayani korban kecelakaan namun sayang belum cukup dikomunikasikan dengan baik.

Menurut Toto, perusahaan yang lahir pada 1 Januari 1961 ini berhasil melakukan transformasi layanan  karena didukung lima nilai dan budaya kerja perusahaan yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati yang disingkat PRIME.

Dalam budaya kerja dan nilai perusahaan tersebut, Jasa Raharja terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan serta kerja sama dengan stakeholders lain demi mencapai services excellent. Berbagai bentuk kerja sama itu antaranya digitalisasi proses dan sinkronisasi data korban kecelakaan dengan Kepolisian khususnya Korlantas Polri, online data dengan Dukcapil untuk menguji keabsahan data kependudukan korban maupun ahli waris, menggandeng kerja sama dengan BRI melalui cash management system (CMS) serta kerja sama yang baik dengan 1068 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menjamin biaya perawatan korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas.

“Ujungnya adalah peningkatan benefit dirasakan korban, dengan less time, less cost dan less risk harus dijalankan Jasa Raharja. Ini makin berat saya rasa setelah Pemerintah meminta Jasa Raharja meningkatkan 100 persen benefit yang diterima korban tapi tidak boleh meningkatkan iuran asuransinya,” katanya.

Menurut Toto, dengan berbagai inovasi layanan dan digitalisasi proses pemberian santunan, jika berkas korban sudah lengkap, sekarang di 2018 ini santunan sudah diterima ahli waris dalam tempo 34 menit 54 detik. “Padahal sebenarnya di akhir 2017 saja prosesnya sudah cepat dengan kondisi lengkap berkas, prosesnya hanya 1,5 jam,” katanya. Ia melanjutkan semua proses online, tidak manual jadi terjaga governance-nya. “Tidak ada transaksi langsung antara korban dengan RS, tidak ada,” tegasnya.

Hingga akhir 2017 Jasa Raharja telah memberikan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas meninggal maupun luka-luka total Rp 1,9 triliun kepada 121.805 korban. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan 40,33% karena ada peningkatan nilai santunan yang diterima korban maupun ahli waris korban sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15/PMK 010/2017 dan Nomor 16/PMK 010/2017 tanggal 13 Februari 2017 dan berlaku pada Juni 2017.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi yang hadir memberi sambutan pada acara ini menuturkan, pada 2016 kecelakaan di jalan di Indonesia 105 kasus, dengan kondisi 25 ribu meninggal, 120 ribu luka ringan dan 22 ribu luka berat. “Kami tentu membutuhkan dukungan pihak lain dalam meningkatkan awareness pentingnya keselamatan di jalan dan Jasa Raharja adalah mitra Kemenhub yang secara konsisten menyerukan ini. Tahun ini kami bersama Jasa Raharja juga stakeholders lain akan tetap terus mendorong agar keselamatan di jalan,” dia menegaskan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)