Transformasi Rantai Pasok untuk Industri Sawit yang Berkelanjutan

Diskusi Panel tentang Transformasi Rantai Pasok (Foto: Sinar Mas Agribusiness and Food)

Setelah empat tahun berinvestasi, dan terlepas dari segala kendala yang muncul semasa pandemi global, Sinar Mas Agribusiness and Food berhasil mencapai 95 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk seluruh rantai pasoknya dan menjadi kunci dalam mendukung industri minyak sawit yang berkelanjutan. 

Komitmen perusahaan ini terhadap rantai pasok yang sepenuhnya dapat ditelusuri dilandasi pada keyakinannya bahwa kemamputelusuran – mengetahui rantai pasoknya – menciptakan landasan yang diperlukan untuk mendukung penerapan praktik produksi berkelanjutan pada tingkat industri.

“Kemamputelusuran membantu kami membangun hubungan dan kepercayaan yang lebih kuat dengan pemasok. Informasi dari proses tersebut juga memungkinkan kami untuk memperluas dan secara ambisius namun tetap realistis akan upaya intervensi kami, terutama dengan petani swadaya,” kata Anita Neville, Chief Sustainability and Communications Officer, Sinar Mas Agribusiness and Food, pada acara diskusi panel online Perusahaan bertemakan Menuju Industri Sawit yang Berkelanjutan melalui Transformasi Rantai Pasok, Rabu (15/12).

Komitmen Perusahaan terhadap rantai pasok yang sepenuhnya dapat ditelusuri menurut Anita dilandasi pada keyakinannya bahwa kemamputelusuran industri akan menciptakan landasan yang diperlukan untuk mendukung penerapan praktik produksi berkelanjutan pada tingkat industri.

“Kami percaya upaya ini tidak hanya baik bagi bisnis kami tetapi juga mendukung penguatan industri vital Indonesia ini – membantu industri ini menjadi lebih produktif, efisien dan kompetitif, melalui penerapan praktik produksi yang diakui dan berkelanjutan,” dia menuturkan.

Sejak 2015, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 100 persen kemamputelusuran di semua pabrik pemasok yang memasok minyak kelapa sawit ke enam kilang Perusahaan. Memiliki pandangan yang komprehensif dari semua pemasok, sub-pemasok Perusahaan dan hubungan di antara mereka, memungkinkan Perusahaan berkolaborasi dan berinvestasi untuk membuat seluruh rantai pasok lebih tangguh dan berkelanjutan.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga melakukan pemantauan dan penilaian rutin terhadap pemasok minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO), untuk memastikan mereka memahami dan mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG).

“Berkat program SMART REACH – Remote Engagement, Assessment and Conference (call) from Home melalui konferensi video, sejak Maret 2020 hingga Oktober 2021, kami berhasil melakukan penilaian terhadap sekitar 72 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan total kunjungan langsung kami ke lapangan pada periode yang sama di tahun lalu,” kata Wahyu W. Wijayanti, Head of Traceable and Transparent Production.

Lebih dari 40 persen perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh sekitar dua juta petani swadaya. “Sebagai pengusaha, kami memahami manfaat jangka panjang dari pemetaan rantai pasok ini. Kami akan memenuhi permintaan konsumen akan kemamputelusuran produk sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan industri sawit yang lebih berkelanjutan dengan membantu petani swadaya yang membutuhkan dukungan untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih baik,” kata Sulianto, Sustainability Manager PT Sugih Riesta Jaya, pemasok pihak ketiga Sinar Mas Agribusiness and Food.

Kemamputelusuran juga merupakan pendorong komersial yang kuat. Pelanggan  semakin cerdas dan ingin mengetahui asal bahan baku mereka. Untuk mengamankan volume yang dapat ditelusuri, pelanggan bahkan bersedia membayar harga kompetitif, berkomitmen untuk pembelian berskala besar atau membuat kontrak kerjasama jangka panjang. Kolaborasi antara pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan industri lainnya sangat penting untuk mencapai industri minyak kelapa sawit berkelanjutan secara keseluruhan. Upaya ini, serta komitmen lain dalam KSLG diakui oleh berbagai pemangku kepentingan, dan melalui sistem pelaporan dan pengungkapan seperti CDP, perusahaan dapat mengukur kinerjanya. 

“Melaporkan praktik terbaik dalam mengelola risiko lingkungan melalui platform CDP memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola, dan mengkomunikasikan tindakan mereka untuk mengatasi isu-isu perubahan iklim, mengelola risiko hilangnya hutan, dan memastikan keamanan pasokan air. Sinar Mas Agribusiness and Food dalam tiga tahun terakhir memperoleh nilai tingkat leadership untuk program hutan CDP, yang merefleksikan posisi kepemimpinannya dalam sektor minyak sawit,” kata Rini Setiawati, Senior Manager, Forest, CDP.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)