Treasury dan Finansialku Dorong Milenial Sadar Investasi

Melvin Mumpuni Pendiri dan CEO Finansialku (kiri) dan Narantara Sitepu Head of Brand Development Treasury.id (kanan)

Milenial hanya mengalokasikan 2% dari pendapatannya untuk investasi dan 11% untuk menabung. Rendahnya porsi alokasi investasi para milenial ini mendorong Treasury melakukan gerakan #PunyaSimpenan Emas untuk Masa Depan.

Treasury merupakan aplikasi investasi yang menyasar segmen milenial. Segmen milenial yang porsinya 23,77% penduduk Indonesia di 2019 dan 50% dari jumlah tersebut adalah pengguna internet. Itulah mengapa segmen milenial menjadi fokus pengguna Treasury. Tambahan lagi diketahui bahwa kesadaran milenial dalam berinvestasi masih rendah.

Menurut Narantara Sitepu, Head of Brand Development Treasury.id, gerakan ini memiliki dua tujuan yaitu mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki simpanan emas dan kedua untuk mengajak merencanakan berbagai tujuan finansial di masa depan. 

“Upaya ini tidak sendiri, kami menggandeng Finansialku, sebuah platform financial planner. Bersama Finansialku nanti kami akan mengadakan roadshow ke kota-kota agar tujuan kampanye ini bisa sampai ke masyarakat luas,” terang Narantara di Kayuh Clubhouse Jakarta (12/03/2019).

Melvin Mumpuni, Pendiri dan CEO Finansialku, menambahkan ,bukan hanya generasi milenial, juga generasi X harus paham pentingnya menyiapkan dana darurat, ketika ada kejadian tidak terduga, mereka sudah siap. 

Menurut Melvin, kerja sama Finansialku dengan Treasury bukan sekadar pemasaran, nantinya akan ada platform yang memungkinkan pengikut Finansialku berinvestasi di Treasury dengan mudah.

Untuk diketahui Treasury didirikan 2018, hingga kini ada 2.000 pengguna aktif aplikasi ini yang bisa menggunakan untuk beli-jual logam mulia mulai dari Rp 2000. Saat ini Treasury memang baru fokus di Jabodetabek, Naranta berharap penggunanya bisa lebih luas. 

Saat ini Treasury menggandeng UBS Gold sebagai penyedia logam mulia. Perlu diketahui UBS Gold adalah perusahaan asal Surabaya yang berdiri sejak 1981 yang fokus dalam pembuatan perhiasan emas dan lempeng emas bukan saja untuk pasar lokal bahkan mancanegara.  “Maka itu ketika pengguna Treasury ingin mencetak emasnya,  UBS yang menangani logistik pengirimannya,” ujar Narantara. Artinya setiap investasi emas di Treasury aman dan terjamin emasnya.

“Selain itu keunggulan investasi atau simpan emas di Treasury, update harga emas bahkan kami info setiap menit sehingga pengguna Treasury, ini bagian dari upaya kami dalam hal tranparansi harga,” jelasnya. Bahkan penggu Treasury bisa mencetak emas mulai dari 0.5 gram saja.

Narantara memahami mendekati para milenial yang kurang aware pentingnya investasi bersama Finansialku akan mendorong kampanye yang dekat dengan gaya milenial. Sepertu komunikasi yang mudah dipahami, brand experince yang menarik dan kemudahan akses tiap fitur. Sayangnya Treasury baru tersedia aplikasinya di Google Playstore, namun bagi pengguna iOS tidak perlu sedih, layanan Treasury bisa diakses via website. Ia berupaya agar tahun ini juga aplikasi Treasury akan ada di iOS.

Narantara menargetkan, akhir tahun ini pengguna aktif Treasury mencapai 100 ribu.  “Saat ini kami masih dalam tahap pengenalan dan sosialisasi keuntungan invetasi dan simpan emas di Treasury,” ujarnya. Dalam tiga bulan terakhir ia cukup happy dengan perkembangan Treasury mengingat  aplikasi ini baru memasuki usia 1 tahun. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)