Treasury Permudah Masyarakat Punya Simpanan Emas

PR Manager Treasury Anang Samsudin dan Head of Brand Development Treasury Narantara Sitepu di Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2019. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Treasury (PT Indonesia Logam Pratama) sebagai startup penyedia platform digital untuk jual beli dan jual emas meramaikan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2019 demi menjadikan emas semakin mudah diakses oleh masyarakat. Aplikasi investasi yang menyasar segmen milenial ini berdiri pada November 2018 dan kini telah memiliki pelanggan aktif sebanyak 18 ribu orang.

Treasury kerkomitman memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki simpanan emas mulai dari Rp 20.000 dan bisa dicetak minimal 0,5 gram.

Platform ini bekerja sama dengan Indonesia Clearing House (ICH) sebagai penjamin transaksi dan Untung Bersama Sejahtera (UBS) sebagai penyedia emas yang ditransaksikan. UBS Gold adalah perusahaan asal Surabaya yang berdiri sejak 1981 yang fokus dalam pembuatan perhiasan emas dan lempeng emas bukan saja untuk pasar lokal bahkan mancanegara.

Head of Brand Development Treasury, Narantara Sitepu, menjelaskan bahwa partisipasi Treasury untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat dengan literasi keuangan yang tinggi. “Hal ini kami lakukan dengan memberikan akses dan kemudahan bagi masyarakat dalam membeli emas sesuai kemampuan yang dimiliki. Saat ini komposisi pelanggan kami terdiri dari 60 persen milenial dan 40 persen gen X,” ujarnya di Jakarta Convention Center, (23/9/2019).

Untuk memiliki emas di Treasury transaksi bisa dilakukan melalui aplikasi Treasury setiap saat. Lebih dari itu, Treasury menjunjung tinggi transparansi, di mana pengguna dapat membeli emas sesuai dengan harga yang diperbaharui setiap menit. “Jadi, pengguna bisa membeli emas dengan harga terbaik, sesuai keinginan pengguna,” tambah Narantara.

Agar makin memudahkan pengguna, Treasury juga menyediakan Koin Nusantara, bagi yang mendambakan emas 24 karat dalam balutan desain yang indah serta kaya nilai budaya Indonesia.

Menurut Narantara, Treasury telah menjadi anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia), asosiasi yang memayungi perusahaan dan institusi keuangan yang memaksimalkan peran teknologi dalam bisnisnya. Keanggotaan AFTECH juga merupakan salah satu persyaratan bagi perusahaan fintech dalam melakukan proses pencatatan untuk mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)