Trik Nadiasari Ciptakan Kultur Kerja Harmonis di Mondelez

Mondelez memiliki 3 pilar pengembangan andalannya, yakni mengatur lingkungan kerja, menciptakan pekerjaan yang contentful dan meaningful, serta capability development.

Untuk memiliki organisasi yang agile, Mondelez punya resep sendiri bagaimana melakukan treatment bagi setiap karyawannya. Supaya bisa menang di industrinya pun harus bisa memiliki proposisi yang jelas. Selain itu, perlunya mengedepankan kolaborasi dari setiap generasi agar dapat berkontribusi maksimal bagi divisinya maupun perusahaan secara keseluruhan.

Nadiasari Wahyuhardini, HR Business Lead Mondelez International, yang akrab disapa Nadia, menceritakan kepada SWA Online bagaimana resep dirinya dan tim mengelola setiap SDM. “Organisasi akan berjalan agile bilamana setiap individu bisa memiliki share of responsibility yang jelas agar kontribusinya bisa maksimal,” ujarnya di kantor Mondelez di Jakarta, (13/8/2019).

Adapun tiga pilar yang menjadi andalan Mondelez saat ini, yakni mengatur lingkungan kerja (work place), lalu menciptakan pekerjaan yang contentful dan meaningful, serta capability development. Berbicara mengenai pilar pertama, Nadia menyebutkan bahwa perlunya akulturasi budaya dan nilai-nilai agar organisasi bisa berjalan positif dan perlunya memiliki kebijakan yang jelas dalam memberikan aksesibilitas.

Di Mondelez, hampir sama sekali tidak ada birokrasi. Setiap karyawan baru akan mendapatkan akses langsung untuk mengutarakan pendapat ke atasannya, bahkan ke Direktur Pengelola sekalipun. Adapun juga tim HR melakukan kegiatan yang bersifat informal seperti olahraga, joyful lunch dan kesenian yang mampu menyatukan setiap divisi, bahkan individu.

“Kalau hal tersebut tidak diciptakan, maka karyawan tidak bisa mengenal lebih satu dengan lainnya. Organisasi kami sangat lean dan setiap individu memiliki tanggung jawab yang banyak, mereka sangat sibuk dan mungkin tidak bisa mengenal satu dengan lain. Maka dari itu, kami membuat kegiatan informal tersebut sejak tahun 2012 secara rutin,” imbuh wanita lulusan jurusan Psikologi, Universitas Padjadjaran.

Sekitar 30% hingga 40% merupakan karyawan dari generasi yang baru atau generasi milenial ke bawah. Di setiap generasi muda dan tua tentunya punya nilainya masing-masing. Nadia memastikan bahwa setiap karyawan senang dengan pekerjaannya dan tujuan personalnya bisa juga tercapai.

“Di sini tidak ada micro-managing, karena prinsip terbesar kami adalah memberikan karyawan ruang, akuntabilitas dan membiarkan mereka melakukannya,” tegas Nadia yang juga rutin memberikan tes, project, trial & error kepada setiap karyawannya agar bisa melakukan pengembangan tanggung jawab dari pekerjaan rutinnya sehari-hari.

Sejak tahun 2011 hingga sekarang, Nadia pun rutin berupaya menurunkan angka pengunduran diri karyawan (attrition) hingga satu digit. “Kalau ada orang yang tidak perform karena urusan personal, maka kami lihat dulu sejauh mana hal itu berdampak pada hasilnya. Jika tidak perform, maka akan ada diciplinary action, seperti mentorship dan counseling,” katanya.

Sejauh ini, penerimaan karyawan Mondelez masih didominasi oleh program Management Trainee dengan durasi pendidikan dan latihan selama 18 bulan. “Proporsi karyawan yang mengenyam pendidikan S-1 sebesar 60% dan S-2 sebesar 40%. Mayoritas karyawa dari generasi baby boomers, dan selebihnya generasi yang baru,” papar Nadia, yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan multinasional lain seperti J&J, CCA, GSK, DHL Express dan Freeport McMoran.

Jadi, generasi yang baru cenderung generalis, jadi semua hal ingin dipelajari, berbeda dengan generasi tua. “Generasi muda harus diberikan pekerjaan yang baru, harus di rejuvenate dan reinvent lagi pekerjaannya. Selain itu , bisa dilakukan rotasi fungsi. Saya melihat bahwa kesuksesan individu 70%-nya dari pembelajaran sendiri, coaching 20%, dan 10% in-class training,” tegas Nadia mengelaborasi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)