TUJF Crisis Centre agar SDM Tidak Terpapar Radikalisme

Setelah resmi berdiri Alumni Universitas Trisakti Jakarta yang bernaung di bawah Yayasan Taruwara Jaya (TUJF) pada 30 September, Organisasi yang juga biasa disebut dengan TUJ Foundation ini membentuk TUJF Crisis Centre Radical & Intoleransi. Tujuannya untuk membantu menjaga dan mengawal Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dan tentunya bersama menciptakan SDM unggul Indonesia maju untuk melawan paham-paham yang bukan berdasarkan UUD 1945, NKRI dan nilai Bhineka Tunggal Ika.

Acara dilaksanakan di Singgalang Room,
Mercantile Athletic Club, World Trade Centre I, Jakarta. Kegiatan ini juga diisi dengan talkshow Dialog Kebangsaan dengan pembicara Sidharto Danusubroto, SH, Wantimpres RI 2014-2019 yang juga Dewan Kehormatan TUJF; Ketua BNPT, Komjen Pol Drs.Suhardi Alius, M.H dan Ketua PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, M.A dengan tema ‘Sudah Krisis Radikalismekah Indonesia Saat Ini”.

“Ide awal meneruskan perjuangan relawan alumni Trisakti untuk Jokowi yang bernaung dibawah TUJF untuk mengawal dan membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo," ujar Sweeta Melanie, SE, APR, Ketua Pengurus TUJF.

Menurutnya, dalam hal ini pihaknya telah melakukukan dalam Program SDM organisasinya dan akan dilakukan juga dengan orogram edukasi dan sosialisasi pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dua program kerja ini yang menjadi fokus kerja TUJF ke depan.

TUJF Centre ini dibentuk mengingat masih kurangnya atau bahkan mungkin belum adanya pemahaman definisi arti radikalisme & intoleransi, bagaimana penanganannya dan bagaimana masyarakat dapat ikut berperan membantu pemerintah. Lebih parah lagi, sebagian masyarakat bahkan beranggapan bahwa masalah ini telah selesai seiring dengan selesainya Pilpres kita yang lalu dan telah terbentuknya Pemerintahan yang merangkul pihak lawan Pilpres.

Pada awal kegiatan TUJF ini akan difokuskan pada lingkungan kampus dan BUMN terlebih dahulu,mengingat latar belakang pengurus yayasan sebagai Alumni Trisakti yang banyak berkecimpung sebagai akademisi dan praktisi. Dengan terbentuknya TUJF Centre ini dapat memicu lebih banyak partisipasi masyarakat dalam memerangi segala usaha perpecahan kesatuan bangsa ini seperti para Relawan yang ikut membantu pemenangan idola Pilpresnya selama ini.

Program ersama Kita Bisa berharap ke depannya dapat menjadi mitra aktif oemerintah dalam penanganan masalah persatuan dan kesatuan bangsa di masyarakat.

Sebelumnya TUJF bersama Priority Banking School telah meluncurkan Program SDM Unggul Indonesia Maju yang diberi nama “Program Kerja “Transformation 4.0”: Transformation Digital, Transformation SDM, Transformation Budaya.

Transformasi Digital antara lain; digital campus, cashless society, serta digital learning,”, Transformasi SDM yang terdiri dari pelatihan vokasi, distance learning, kuliah terbuka serta pelatihan masyarakat. Dan Transformasi Budaya yang memberikan materi terkait salesmanship,mentoring & coaching, advokasi perpajakan gratis dan kegiatan hubungan masyarakat lainnya. Program ini sebagai bentuk nyata TUJF dalam membantu upaya pemerintah meningkatkan kualiatas sumber daya manusia di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya pengaduan-pengaduan atas sikap dan tindakan anti radikalisme & intoleransi di sekitar kita secara langsung atau viralnya satu kejadian via medsos, dirasakan semakin diperlukannya tindak lanjut dari kasus-kasus saat ini. Dewasa ibi yang terjadi setelah suatu kejadian hanyalah bersifat pasif. Contoh soal atas toko kue belakangan ini. Masalah info tindakan yang diambil pemilik setelah terjadi untuk mereda keadaan adalah agar tidak ditinggalkan oleh pelanggan. Sementara mengapa hingga info itu ada tidak diselidiki atau kita ketahui. Hal ini hanya akan memberikan kegaduhan di masyarakat.

Yayasan TUJ didirikan oleh Alumni Trisakti untuk Presiden Jokowi dengan visi untuk meningkatkan semangat reformasi 12 Mei 1998 dan menjadikan NKRI lebih maju di tingkat nasional maupun internasional. Alumni yang tergabung dalam yayasan ini terdiri dari 9 fakultas dan 4 Sekolah Tinggi / institusi yang mewakili secara pribadi.

TUJ Foundation juga menetapkan 3 misi, yaitu : pertama, TUJF mendampingi, berkontribusi, dan mengkritisi kinerja Pemerintahan Jokowi 2019 - 2024. Kedua, menindak lanjuti Amanat Deklarasi Trisakti di Jakarta tanggal 9 Februari 2019. Ketiga, membudayakan dan mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)