TÜV SÜD dan DEG Beri Pelatihan Penghematan Energi ke 80 Perusahaan

TÜV SÜD, perusahaan global asal Jerman penyedia layanan uji coba, sertifikasi dan pelatihan, bekerja sama dengan DEG, lembaga investasi dan pembangunan Jerman, menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Hijau mengenai pengetahuan teknis penggunaan energi kepada perusahaan-perusahaan alas kaki dan tekstil lokal di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

TÜV SÜD mengadakan kegiatan ini tanpa memungut biaya. Para peserta dilatih dalam hal penghematan energi, jejak karbon, analisa siklus produksi tekstil/alas kaki, serta pemilihan energi alternatif seperti energi surya. Sebelumnya pada tahun 2015, TÜV SÜD juga mengadakan kegiatan serupa namun dari berbagai bidang usaha.

Eric Pulsen, Presiden Direktur PT TÜV SÜD, mengatakan, fokus pemilihan perusahaan tekstil dan alas kaki karena tekstil merupakan salah satu industri yang dalam proses produksinya memerlukan energi yang besar terutama dalam hal penggunaan listrik.

"TÜV SÜD menyadari bahwa kenaikan tarif listrik untuk industri tekstil dan alas kaki menjadi perhatian yang serius bagi daya saing perusahaan. Kegiatan pelatihan dirancang untuk membantu mengatasi kekhawatiran akan hak tersebut dalam proses manufakturing serta menemukan solusi yang efektif," jelas Eric.

Eric melanjutkan, pelatihan yang telah selesai selama 15 bulan ini berhasil memberikan efisiensi sekitar 5% per satu implementasi. " Total dari 9 implementasi, misalkanpp penggunaan kompresor yang bisa saving sampai US$ 15 ribu," tambahnya.

Arief Hendra Ariyana, Deputy General Manager PT TÜV SÜD Indonesia, menjelaskan program pelatihan praktik bisnis hijau tersebut mengusung konsep Triple-C Green Business. "Kami menggunakan langkah-langkah, Communication to senior management, Competency Building, Competitive Advantage," papar Arief.

Dari 80 perusahaan peserta, dipilih 11 perusahaan sebagai pilot untuk memberikan bimbingan kepada yang lain. Salah satu peserta, PT Panarub, perusahaan sepatu, memberikan tanggapan bahwa perusahaannya dapat menghemat listrik sampai Rp 650 juta dalam satu tahun.

"Dari keseluruhan kami bisa sampai 13% turun. Saat 2015 pemakaian energi bisa habis sampai Rp 2,5 miliar, dengan kapasitas produksi 1,3 juta pasang sepatu, yang paling besar memakan energi adalah kompresor," ujar Ramli, perwakilan PT Panarub.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)