UMK Bali Taru Rahayu Binaan RB Pertamina Terima Sertifikat HAKI

Satu persatu pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) binaan PT Pertamina (Persero) menunjukkan perkembangan positif dan naik kelas. Terbaru, salah satu UMK binaan Rumah BUMN (RB) Klungkung Bali, Bali Taru Rahayu (BTR) mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang diserahkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster disaksikan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly yang menyampaikan peran penting adanya perlindungan kekayaan intelektual terkait upaya pengakuan dan apresiasi atas karya yang dihasilkan setiap orang.
Bali Taru Rahayu (BTR) merupakan usaha pengolahan dan penjualan buah segar/beku serta kacang-kacangan menjadi selai, juga teh herbal di Denpasar Bali, sebelum pandemi COVID-19 beberapa produknya telah berhasil diekspor hingga Prancis, Belgia, dan Amerika Serikat.
Stephen David Wattimena, pemilik BTR mengaku bahagia menjadi salah satu dari ratusan UMK Bali yang menerima sertifikat tersebut. Dengan dibantu oleh 5 orang karyawan, David mampu menghasilkan omset bersih sekitar Rp 30 juta setiap bulannya dan berkomitmen untuk menjadikan usahanya menjadi Go Global.
“Peluang ini dapat saya manfaatkan untuk mengenalkan produk asli Indonesia ini ke mata dunia melalui turis-turis yang datang ke Bali. Sehingga, diharapkan Bali tidak terkenal dengan pariwisatanya saja, melainkan juga aneka kuliner yang khas dan memiliki daya tarik,” ujarnya.
Dengan adanya tambahan sertifikat HAKI untuk usahanya ini, David berharap produk-produknya akan lebih mudah untuk memasuki retail dan supermarket besar dan bisa kembali melaksanakan ekspor produk.
Vice President Corporate Communications Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan apresiasinya terkait hal-hal positif yang dilakukan oleh UMK BTR dan berharsp hal tersebut bisa dicontoh UMK lain agar lebih banyak lagi pelaku usaha kecil yang naik kelas.
“Melalui Program PUMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. Serta berupaya terus mendorong setiap mitra binaan menjadi UMK naik kelas dan Go Global”.
Pertamina menurut Fajriyah senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.