Unikom Sasar Tren Pendidikan IT untuk Masa Depan

Dalam mengeksekusi ide menjadi program unggulan, menurut Eddy kuncinya adalah harus action dan proaktif. Setiap bulan diadakan rapat pimpinan yang membahas program kerja yang harus dieksekusi oleh Dekan dan Kaprodi. Semua itu dikawal dan akan terus ia pantau. “Sebagai entrepreneur maka saya harus terlibat langsung di dalamnya, proses action oriented yang harus dilakukan. Kebijakan itu harus terus dikawal,” ungkap lulusan S3 Manajemen Bisnis Universitas Padjajaran.

Semua dosen diwajibkan membuat karya ilmiah di level internasional, di bidang eksakta pada International Conference on Innovative Technology, Engineering and Sciences (ICITES) dan non-eksakta pada International Conference on Business, Economics, Social Science & Humanities (BESSH). Melalui cara tersebut, maka dapat terukur dan ada tahapan yang harus dijalankan, sehingga dosen Unikom diharapkan bisa meningkatkan kemampuan lebih baik dalam menulis karya ilmiah sesuai standar Scopus.

Baginya, kiat sukses membesarkan Unikom adalah membangun sistem yang kuat di awal. Ia percaya jika sistemnya sudah bagus, maka apa yang ingin dieksekusi pasti akan dijalankan oleh struktur organisasi. Unikom juga mengedepankan kompentensi dan keunggulan di bidang ICT yang mencakup roket, animasi, robotika, dan artificial intelligence. “Kami berusaha kembangkan serta munculkan ke permukaan melalui kompetisi atau perlombaan sehingga dapat membangun awareness di masyarakat,” ceritanya.

Dosen dan mahasiswa Unikom dukung dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana hingga pendanaan dalam penelitian dan eksperimen. Apabila mendapatkan peringkat juara, akan mendapatkan beasiswa. Lebih lanjut, pihak Unikom akan memberikan hadiah yang setara dengan hadiah yang diberikan oleh penyelenggara perlombaan. Misal, mahasiswa mendapat hadiah Rp100 juta dari Microsoft, maka Unikom akan memberikan pula Rp100 juta dari kampus. “Tidak ada perguruan tinggi lain yang melakukan itu, bahkan malah justru hadiahnya dipotong untuk kampus,” bangganya.

Unikom ingin menjadi world class university serta leader di bidang ICT. Unikom selalu menyesuaikan dengan perkembangan IPTEK. Agar dapat mengungguli perguruan tinggi negeri yang sudah berumur puluhan tahun adalah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan IPTEK. Ini adalah sesuatu yang tidak terelakan oleh Unikom. Untuk itu, Unikom selalu mengikuti kebijakan terbaru dari Kemenristekdikti dengan tanggap. “Banyak perguruan tinggi lain tertinggal karena mereka tidak merespons kebijakan Kemenristekdikti dengan cepat. Rektor juga harus berpikir dengan entrepreneurial mindset, tanpa begitu akan ketinggalan,” jelasnya.

Perguruan tinggi luar negeri yang menjadi benchmark Unikom adalah Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) yang khusus program S2 dan S3. JAIST telah bekerja sama dengan satu PTN dan Unikom. Unikom tahun depan akan menjadi penyelenggara international conference yang akan diikuti perguruan tinggi ternama di Asia melalui JAIST. Sementara benchmark di dalam negeri referensinya adalah ITB, UI dan UGM yang merupakan senior-senior.

Unikom juga dipercaya menjadi perguruan tinggi pembina untuk 50 perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IV wilayah Jawa Barat. Selain itu juga ada program dual degree atau (double degree) antara Unikom dengan kampus di beberapa negara baik dari Jepang, Korea Selatan, China, Thailand, Singapura, Malaysia dan Australia. Di bidang robotika, Unikom dipercaya mengerjakan proyek otomatisasi Sosro. Untuk mahasiswa Unikom juga dlibatkan dengan proyek industri seperti dengan perusahaan Korea Selatan untuk magang. Unikom juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang banyak lulusannya dikirim ke Korea seperti Samsung.

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)