Upaya Bagas Adhadirgha, Merintis Bisnis General Aviation

Bagas Adhadirga, CEO PT Asia Aero Technology Bagas Adhadirgha.

Kecintaannya terhadap dunia penerbangan, menginspirasi Bagas Adhadirgha untuk merintis usahanya di dunia general aviation dengan membangun bandaranya seorang diri. "Bandara tersebut adalah Wiladatika Private Airport di Buperta Cibubur," kata Bagas Founder sekaligus CEO PT Asia Aero Technology Bagas Adhadirgha.

Diakui Bagas, ia membangun bandara seorang diri dari nol, semula bandara tersebut hanya berupa lapangan rumput kosong yang tidak terurus. Dari memotong rumput sampai segala perizinan ia urus. Semua penuh dedikasi bahwa ia harus terus majukan industri penerbangan Indonesia.

Apalagi, saat ini general aviation mencakup lingkup yang sangat luas dari Sabang hingga Merauke, hendaknya ini mendapatkan perhatian yang lebih serius karena peran general aviation yang sedemikian penting bagi ekonomi nasional.

"Perusahaan saya adalah private company pertama yang bergerak di industri general aviation dan airport services di Indonesia. Menjadi pionir itu tidak mudah, harus banyak belajar tanpa ada role model. Ini tidak terjadi secara instan," ujar Bagas.

Diakuinya, ia lahir dari keluarga yang tidak begitu mengenal konsep menjadi pengusaha. Perusahaan yang dirintis sejak tahun 2009 ini adalah pelampiasan dari kecintaan saya sejak kecil terhadap dunia penerbangan.

Menurut Bagas, untuk menjadi seorang pengusaha harus dimulai dari diri sendiri dan jangan bergantung kepada orang lain. Walaupun tidak mendapat dukungan dari siapapun, ia tidak berhenti dan terus menjalankan apa yang ia yakini dan cintai. Alhasil, sekarang Bagas juga kerap dipercaya untuk membantu dalam pengelolaan beberapa bandara dan helipad.

"Insyallah kita hadir untuk terus membawa kebermanfaatan untuk sekitar, majukan industri kita untuk kontribusi pada perekonomian dan kemajuan Indonesia," tutup Bagas.

Bagas yang juga Ketua Bidang IX Internasional dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menambahkan menjadi pengusaha pionir dalam industri general aviation dan airport services di Indonesia sama sekali tidak mudah, karena tidak ada role model untuk dapat dijadikan contoh.

Pengusaha muda yang sekarang mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2019-2022 ini menambahkan bahwa yang terpenting dalam menjadi seorang pengusaha adalah passion dan dedikasi. Latar belakang pendidikan ataupun keluarga tidak boleh menjadi alasan jika ingin menjadi seorang entrepreneur.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)