Upaya Faber-Castell Memikat Konsumen

Dibanding pemain industri alat tulis lainnya seperti Steadler, TiTi dan Greebel, Faber-Castell terhitung yang paling agresif. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran store Faber-Castel pertama di Plaza Senayan yang mengusung konsep butik.

Dengan investasi sekitar Rp 1-2 miliar, toko seluas 35 m2 ini, akan menjadi percontohan pengembangan toko lainnya. Menurut Yandramin Halim, Direktur Utama PT Faber-Castell International Indonesia (FCII), store ini masih akan terus dievaluasi, untuk mendapat pola yang ideal. Karena untuk membuat toko ini, Faber-Castell juga menggandeng investor lainnya, tanpa bersedia menyebut nama investornya.

Faber-Castell Yandramin Halim, Direktur Utama PT Faber-Castell International Indonesia

"Tidak menutup kemungkinan akan membuka toko-toko lain, tapi tidak tahun ini. Karena toko ini masih ekperimen untuk pengembangan toko-toko selanjutnya. Bahkan sudah ada beberapa mal yang minta dibuatkan toko berkonsep butik ini," katanya.

Beragam produk bisa ditemui di toko ini seperti pensil untuk menulis, pensil untuk menggambar, spidol (marker), hingga connector pens, dan lain-lain dimana toko ini akan sebagai wahana untuk mendekatkan konsumen dengan produk-produk tersebut dan menghasilkan ide-ide kreatif.

Hal inilah yang membuat Faber-Castell semakin dekat dan menjadi pilihan konsumen. Di tengah ketatnya persaingan Halim memperkirakan dari sisi Top Mind, Market Share dan Future Commitment, Faber-Castell menguasai sekitar 65%. Meskipun tidak ada data yang resmi, tapi bila pertanyaan 6 bulan ke depan, orang akan membeli produk apa, tentunya Faber-Castell pilihannya.

Diakui Halim, kompitisi produk adalah sesuatu yang normal, dan memang harus dihadapi. Karena dalam bersaing Faber-Castell punya strategi sendiri. Dari sisi produk misalnya Faber-Castell selalu memproduksi produk yang berkualitas, bahkan melampui apa yang diinginkan konsumen.

Selain itu dari sisi distribusi, agar produk Faber-Castell mudah dijumpai konsumennya, untuk distribusinya menggunakan 2 jalur yaitu modern market dan traditional market. Menurut Halim, kontribusi tradisional market masih lebih tinggi (60%) dibanding modern ritel (40%).

Hasilnya, dengan produksi 500 juta-600 juta batang pensil warna, sekitar 70% sudah diekspor ke mancananegara ke 30-40 negara seperti Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, Afrika serta Amerika.

Dari sisi pertumbuhan Halim menargetkan tahun ini Faber-Castell bisa tumbuh sekitar 10% hingga akhir tahun ini. Saat ini pabrik pensil Faber- Castell Indonesia memiliki tiga perusahaan besar yaitu FCII yang memegang operational sales dan marketing serta mengoperasikan pabrik marker. Perusahaan kedua yakni, PT A.W Faber Castell Indonesia (FCI) yang merupakan pabrik pensil, dan PT Pensil Leads Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)