Upaya Kemendag Perkuat Perdagangan Dalam Negeri

Kementerian Perdagangan pada 2018 akan memfokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, meningkatkan ekspor, serta membangun atau merevitalisasi pasar rakyat.

Sepanjang 2017 Kemendag berhasil mengendalikan harga bahan pokok (bapok). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bahan makanan khususnya selama puasa (0,86%) dan Lebaran 2017 (0,69%) tercatat paling rendah dalam enam tahun terakhir. Sama halnya dengan inflasi bahan makanan di tahun 2017 yang tercatat paling rendah dalam enam tahun terakhir yaitu sebesar 1,26%.

Capaian ini diperoleh di antaranya melalui penetapan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) atas sejumlah bapok, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi beku. “Khusus untuk beras, HET-nya ditetapkan berdasarkan wilayah dan jenisnya. Dalam penerapan kebijakan ini, Kemendag merangkul para produsen dan pelaku usaha bapok untuk menentukan HET dan melaporkan ketersediaan stok di gudang secara transparan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, (4/1/2018).

Upaya ini diikuti dengan melakukan pantauan dan pengawasan di 10 pasar induk, 165 pasar rakyat pantauan Kemendag, dan 198 pasar rakyat pantauan BPS. Untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dengan lndonesia bagian timur, pada tahun 2017 dilakukan penambahan rute gerai maritim menjadi 13 rute dari sebelumnya hanya 6 rute. Gerai maritim merupakan penyangga stok barang kebutuhan pokok.

Sasaran untuk mencapai 5.000 pasar pada 2019 dilakukan dengan membangun/merevitalisasi 909 pasar rakyat, yang terdiri dari 246 pasar melalui dana tugas pembantuan dan 618 pasar melalui Dana Alokasi Khusus APBN, serta 45 pasar melalui anggaran Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017. Dengan demikian, sejak tahun 2015, Kemendag telah membangun/merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 2.715 unit.

Sedangkan untuk tahun 2018, Kemendag menargetkan pembangunan pasar rakyat sebanyak 1592 unit yang terdiri dari 267 pasar melalui dana TP dan 1275 pasar melalui DAK, ditambah dengan 50 pasar dari anggaran Kemenkop UKM. Adapun anggaran yang dialokasikan mencapai Rp5,5 triliun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)