Upaya KUMBA UI Mencairkan Kebekuan di Tengah Pandemi | SWA.co.id

Upaya KUMBA UI Mencairkan Kebekuan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 tanpa disadari telah berjalan lebih dari setahun. Merupakan momen terbaik untuk mengevaluasi diri dan terus belajar. Sebuah komunitas alumni MM FEB-UI yang menamakan diri dengan sebutan KUMBA (Kumpul Bahagia Alumni MMUI) mengisi  kebekuan pandemi melalui serial webinar yang diadakan setiap Selasa malam. “Kami menyelenggarakan pertemuan virtual ini sudah ke 42 kalinya,  termasuk malam ini,” ujar Bambang Iman Santoso, Pengurus KUMBA menjelaskan.

“Sesuai dengan namanya, tujuan kami melakukan ini hanya sebagai ajang silaturahmi secara online agar tetap terus berbahagia memelihara sistem imun tubuh kita. Tidak hanya senang-senang, namun bermanfaat, dan terbuka untuk umum. Karenanya selain menggunakan aplikasi zoom, juga disiarkan secara langsung (live streaming) di Facebook, dan disiarkan ulang rekamannya di YouTube channel kami yang dapat diakses oleh masyarakat luas” ujar Marius Gumono, salah satu Co-founder KUMBA.

Topik pembahasannya sangat beragam. Dari mulai olahraga sepakbola, budaya batik, lukisan kaca, gastronomi, neurokuliner, geopark, marketing praktis, manajemen rIsiko, manajemen transportasi, hukum lingkungan, waste management, transformasi digital, literasi digital, brainware management, kecerdasan artifisial & ketahanan nasional,  project management, community engagement, manajemen hotel dan resto, kesehatan, social entrepreneurship dan lain sebagainya. 

“Sedangkan kesempatan kali ini, melalui produk-produk halal, KUMBA berusaha mengajak audiens memahami sistem perdagangan dunia (Understading the Global Trading System), dengan menghadirkan Prof. Ir. Sukoso M. Sc, Ph.D. sebagai pembicara utama. Dan saya sekarang ditemani oleh Nadita Putri Almira Wardani, mahasiswi MMUI sebagai co-hot,” ujar Yeni Widayanti, ST, MM, host tetap KUMBA menambahkan.

“Pandemi merupakan waktu terbaik kita mempersiapkan dan bebernah diri untuk meningkatkan kualitas ekspor perdagangan dunia. Seiring berkembangnya industri makanan dunia, diiringi dengan semakin berkembangnya juga industri halal. Tidak hanya bicara soal makanan, namun juga akomodasi yang berujung pula pada isu global yakni wisata halal,” kata  Prof. Sukoso, Guru Besar Bidang Bioteknologi Kelautan Perikanan – Nutrigenomic.

“Rupanya industri halal tidak hanya diminati oleh negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim saja. Bahkan beberapa negara yang notabene penduduk Muslimnya minoritas, juga tertarik mengembangkan industri halal,” jelasnya  lebih lanjut.

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)