Upaya LG Tingkatkan Brand Awareness AC Hemat Energi

James Lee Senior Vice President Air Solution Sales & Marketing Group LG Electronics Inc (kedua dari kanan) dan Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa MK, MT Head Of Electrical Power And Energy Studies – University of Indonesia (EPES-UI) disaksikan Seungmin Park, President Director LG Electronics Indonesia (kiri) saat meninjau produk AC Inverter katagori Floor Standing & Ceiling Cassette yang telah mendapat Sertifikat dari EPES-UI.

Ketersediaan cadangan dan sumber energi untuk pembangkit tenaga listrik semakin menipis. Hal ini membuat semua pihak untuk secara aktif melakukan berbagai penghematan penggunaan listrik, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun gedung perkantoran.

Berdasarkan kajian PT Energy Management Indonesia (EMI) tahun 2016, rata-rata pemborosan listrik di gedung perkantoran di Indonesia mencapai 20%. Konsekuensinya semakin meningkatnya tagihan listrik yang harus dibayar setiap bulannya.

Karena tingginya daya listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sebuah AC standar, sementara jumlah yang digunakan dan durasi penggunaan per hari biasanya dalam jangka waktu panjang, sehingga membuat tingginya tagihan listrik bulanan.

Borosnya penggunaan listrik dan tingginya biaya yang harus dibayar per bulan menginspirasi produsen AC khusus dari Jepang dan Korea Selatan berlomba untuk berinovasi menciptakan AC hemat energi. Mengingat di Indonesia ada ceruk pasar yang bisa digarap terhadap AC hemat energi.

PT LG Elektronics Indonesia misalnya terus berinovasi untuk mengembangkan perangkat AC berteknologi inverter. Apalagi LG sebagai pemimpin pasar AC inverter untuk residensial di Indonesia dengan pangsa pasar 58.8% .

Sebagai market leader AC Inverter, LG justru kian agresif untuk memperluas pasarnya, tidak hanya terbatas pada Residential AC, tapi LG juga merambah ke teknologi inverter pada  kategori Single AC, yang digunakan untuk hunian besar dan Small Office Home Office (SOHO).

Untuk mewujudkan ambisinya, LG memperkenalkan AC terbaru sebagai solusi bagi hunian besar dan ruang usaha yang termasuk dalam kategori Single Commercial Air Conditioning (SCAC). Dua produk terbaru diperkenalkan LG adalah kategori Floor Standing & Ceiling Cassette.

Dengan pengembangan berbasis teknologi inverter di dalamnya, produk ini dimaksudkan hadir sebagai alternatif pendingin ruangan lebih hemat listrik yang mengisi ceruk kebutuhan pendingin ruangan antara hunian dan gedung.

Menurut Seungmin Park, Presiden Direktur LG Electronics Indonesia, kehadiran produk ini bakal menjadikan LG sebagai solusi lengkap bagi AC hemat listrik yang menjangkau berbagai kebutuhan. "Langkah ini sebagai upaya LG dalam memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat akan manfaat AC berteknologi inverter yang hematnya tagihan listrik,” ujar Seungmin Park.

Untuk membuktikan kompresor inverter mampu menekan penggunaan listrik,  LG menggendeng Lembaga Electric Power and Energy Studies (EPES), Universitas Indonesia. Menurut Prof. Dr. Ir.  Iwa Garniwa, Kepala EPES,  pengujian dilakukan terhadap dua model Single Commercial Air Conditioning LG, yaitu tipe ceiling cassette dan floor standing dengan kapasitas pendinginan 4PK dan 5PK.

Iwa mengakui, selama 2 bulan, seluruh AC diatur menyala dalam dua suhu yaitu 18°C dan 24°C, mewakili dua kutub temperatur yang biasa dimanfaatkan dalam pemakaian AC. Untuk kejelian hasil, tim periset EPES-UI membagi tiap kondisi suhu ini ke dalam tiga beban pendinginan. Pengukuran beban pendinginan 20% mewakili suhu sekitar cenderung sejuk seperti di malam hari, 50% saat cuaca normal cenderung panas hingga beban pendinginan 100% yang mewakili saat AC bekerja pada cuaca terik.

"Hasilnya, Single Commercial Air Conditioning LG dengan kompresor inverter mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dibanding produk sejenis tanpa teknologi inverter,” kata Iwa.

Ia menambahkan terkait hasil uji tersebut, produk Single Commercial AC LG tipe floor standing memiliki tingkat penghematan listrik hingga 62%, sedangkan tipe ceiling cassette penghematan listriknya hingga 50%.

Hasil pengujian atas klaim hemat listrik ini di lembaga EPES – UI bisa menjawab kegelisahan masyarakat terhadap klaim hemat listrik pada berbagai produk sejenis, yang justru memberikan rasa kebingungan di tengah masyarakat.

Hal ini dilakukan LG untuk edukasi dan membangun tingkat kepercayaan masyarakat dalsm membangun brand awareness terhadap AC inverter yang menjadi kunci utama beralihnya masyarakat pada teknologi yang lebih baik dalam menghemat listrik.

Apalagi EPES – UI dipercaya justru karena independensinya dalam melakukan berbagai pengujian hingga keterlibatannya menjadi rujukan berbagai institusi pemerintah terkait. "Hasil uji yang didapat dari lembaga independen inilah yang menjadi modal besar kampanye LG untuk mendorong masyarakat beralih pada teknologi AC yang lebih baik, yaitu AC inverter," ujar Seungmin Park.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)