Upaya RedDoorz Tingkatkan SDM di Sektor Pariwisata

Disrupsi yang terjadi pada era revolusi industri 4.0, berperan mengubah berbagai aspek dalam kehidupan manusia, termasuk di antaranya kebiasaan orang dalam traveling atau berpergian. Contohnya, otomasi telah mempermudah orang dalam menemukan hotel atau tempat menginap saat berpergian.

Namun, di era dimana informasi sangat mudah didapatkan ini, tak
jarang membuat orang mengalami information overload atau kondisi di mana sulit untuk menentukan pilihan karena terlalu banyaknya informasi terkait yang didapatkan.

Adil Mubarak, Vice President Operations RedDoorz, mengatakan, era digital dapat dimanfaatkan untuk memicu pertumbuhan bisnis, juga membuat persaingan untuk mendapatkan konsumen semakin kompetitif, untuk itu bisnis harus mengerti bahwa yang memiliki differentiation value (nilai tambah yang berbeda) yang akan memenangkan persaingan.

Oleh karena itu, dalam industri pariwasata dan hospitality, pelaku industri yang dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung akan lebih unggul. Maka dari itu, RedDoorz bertekad untuk membantu para pelaku sektor pariwisata untuk memiliki kapabilitas dalam memberikan pengalaman terbaik kepada pengunjung.

Salah satu caranya dengan mengadakan pelatihan Quality Training & Workshop yang diperuntukkan bagi para karyawan hotel – hotel yang telah bermitra. Pelatihan ini berisikan peningkatan standar dan penyetaraan dalam kualitas pelayanan yang ditawarkan RedDoorz. Tujuannya untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan.Selain itu untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja yang sangat kompetitif, karena tingginya kualifikasi yang dibutuhkan pada standar sebuah profesi.

Berdasarkan hasil riset dari PwC’s Global Consumer Insights Survey yang dirilis tahun ini, value hotel atau hotel dengan harga terjangkau merupakan pilihan pertama bagi orang untuk menginap saat berpergian. Hotel yang dimaksud adalah hotel – hotel yang meskipun memiliki harga yang relatif lebih murah, namun sering memberikan penawaran spesial yang sederhana tapi mampu memberikan pengalaman emosional yang positif bagi pengunjung, sehingga berpotensi untuk kembali dipilih dalam kunjungan berikutnya.

Dikutip dari hasil riset Robert Walters mengenai lanskap ketenagakerjaan di Asia Tenggara, terbatasnya kesempatan bagi karyawan untuk berkembang menjadi alasan mereka meninggalkan perusahaan tersebut.

Padahal berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dalam laporan akhir kajian dampak sektor pariwisata terhadap perekonomian Indonesia, sektor ini merupakan salah satu sektor yang sejak 2012 selalu mencatatkan surplus dalam neraca perdagangan, di kala banyak sektor lain yang mengalami defisit.

Tidak hanya sekedar mencatatkan surplus, namun secara nilai juga sektor pariwisata secara konsisten menunjukkan peningkatan. Pada 2017 tercatat neraca perdagangan sektor pariwisata senilai US$ 4,23 miliar, lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2016 yang hanya mencatatkan sebesar US$ 3,64 miliar. Tren positif ini menunjukan adanya harapan dan optimisme dalam sektor pariwisata di Indonesia untuk terus berkembang dan berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Secara garis besar, sektor pariwisata Indonesia merupakan sektor yang sangat krusial dalam usaha pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan besarnya kontribusi yang diberikan secara ekonomi menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus pembangunan di Indonesia. Pemerintah dalam visinya merencanakan tahun 2045 untuk menjadi salah satu destinasi utama pariwisata Asia dan dunia dengan mencanangkan adanya 73,6 juta wisatawan dan pertumbuhan devisa 4,9% per tahun.

Dalam upaya untuk berpartisipasi memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan pariwisata Indonesia, RedDoorz hadir menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan terhadap infrastruktur serta bisnis yang menunjang, serta membantu para pelaku industri ini dalam meningkatkan kualitas karyawannya.

Adil menambahkan, melalui pelatihan ini, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada para pekerja di sektor industri pariwisata agar mereka merasa bahwa profesi ini bukan sekadar tempat untuk mencari penghasilan, namun juga sebagai tempat untuk mengembangkan kapabilitas dirinya. Sehingga denga nmeningkatnya kapabilitas tenaga kerja, pada akhirnya dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)