Upaya Sambal Dua Belibis Bangun Kembali Brand Awareness

Ki-Ka: Harry S. Widjaja (President Director PT Anggana Catur Prima), Chef Yuda Bustara, dan Reggy Milyardi Prabowo (Brand Manager Dua Belibis).

PT Anggana Catur Prima melalui merek Sambal Dua Belibis memperluas pangsa pasar dengan kampanye terbarunya yang bertajuk ”Pedes yang Bener”. Kampanye ini merupakan salah satu langkah perusahaan untuk meningkatkan brand awareness.

Brand Manager Sambal Dua Belibis, Reggy Milyardi Prabowo, menyampaikan, melalui kampanye ini pihaknya ingin mengedukasi masyarakat bahwa setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap arti pedas yang benar.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa cita rasa asli pada sambal ini justru menambah kenikmatan dan bukan merusak rasa hidangan yang ada,” ujar Reggy di Jakarta, Kamis (29/08).

Menurut Reggy, ini kali pertama Sambal Dua Belibis melakukan kampanye setelah empat tahun terakhir. “Setelah sempat break berkampanye promosi selama empat tahun terakhir, pertengahan tahun ini dirasa tepat oleh kami untuk mengusung kampanye baru yang disesuaikan dengan positioning Sambal Dua Belibis di pasar Indonesia saat ini,” lanjutnya.

Selama masa vakum, Dua Belibis melakukan riset untuk melihat keinginan pasar yang semakin mengarah pada digital. Untuk itu, pihaknya membangun kembali brand awareness Sambal Dua Belibis ke tengah-tengah masyarakat dengan mengeluarkan tiga TVC berbeda, serta akan diikuti pula dengan berbagai kegiatan promosi sebagai Iini turunan kampanye baru tersebut dalam waktu dekat.

“Trennya sudah berubah, kita tidak bisa lagi hanya dengan menggunakan promo-promo seperti dulu di toko-toko, modern trade, atau pun general trade. Sebab, yang ke pasar itu dari satu keluarga hanya satu orang, tapi kita perlu semua orang dalam keluarga ini sehingga kita masuk ke TV, digital, memakai influencer, radio,” lanjutnya.

Sebagai produsen sambal yang sudah beroperasi selama 40 tahun di pasar Indonesia, Dua Belibis telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak 2010 ke lebih 20 negara seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia, India, Australia, China, New Zealand, dan juga Maldives. Sambal Dua Belibis memiliki komitmen untuk dapat mencakup semua kalangan atau target pasar.

Bentuk komitmen ini terlihat dengan tersedianya berbagai varian kemasan mulai dari yang paling kecil dalam bentuk sachet 9 Gr, kemasan botol sampai dengan kemasan besar untuk dapat menampung sambal seberat 22 Kg. Seperti juga kemasannya, distribusi sambal ini pun merata dari mulai penjualan di warung-warung kecil, toko-toko kelontong, toko-toko grosir atau supermarket, jajanan pinggir jalan sampai dengan restoran kecil, dan restoran besar.

"Market share, posisi kami berdasarkan Nielsen 2018 berada di posisi ketiga. Tentu tujuan kita nomor satu tapi kita berusaha naik terlebih dahulu ke posisi dua," lanjut Reggy.

Sementara berdasarkan jumlah produksi dan jumlah ekspor pertahunnya, Dua Belibis berada pada tingkat pertumbuhan penjualan sekitar 15%. Keberhasilan ini terlihat dari besarnya pangsa pasar sambal merek ini di area Jawa sebagai pangsa terbesar, Sumatera, Kalimantan, Bali, Makassar, Ambon, Nusa Tenggara, dan di kota-kota lainnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)