Upaya Saniharto Kenalkan Produk Dalam Negeri ke Mancanegara

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi PT Saniharto Enggalhardjo terkait kesiapan penerapan protokol kesehatan. (Dok. Saniharto)

Beberapa orang Indonesia masih mempunyai pemikiran bahwa furnitur dari luar negeri terutama Eropa lebih baik daripada produk dalam negeri. Perusahaan furnitur asal Semarang, PT Saniharto Enggalhardjo ingin mematahkan pendapat itu dengan membuktikan bahwa karya anak bangsa tidak kalah dan bahkan lebih baik dari produk luar negeri. Tidak hanya dari segi kreativitas desain, tapi juga dari teknik atau craftsmanship pengerjaannya.

Salah satu inovasi terbaru dari Saniharto adalah Concert Grand Piano. Piano yang diberi nama SR1928-The Awakening ini merupakan buah hasil pemikiran dan karya dari Aksan Sjuman dan Raul Renanda dengan menggandeng manufaktur Saniharto Eggalhardjo.

Sukses memperkenalkan SR1928-The Awakening bersamaan dengan konser Jakarta City Philharmonic pada November 2019 lalu, kali ini Saniharto memproduksi piano kedua. Rencananya piano kedua tersebut akan ditampilkan di Hospitality Design Show 2020 Las Vegas, dimana Saniharto selama 20 tahun terakhir selalu mengikuti pameran furniturenya.

Namun karena kendala Covid, pameran akan ditunda pada Mei 2021 depan. Padahal, kata Merysia Enggalhardjo, Director of Marketing & Sales PT Saniharto Enggalhardjo, pameran tersebut sangat dinanti pihaknya mengingat selama tiga tahun Saniharto mendapat penghargaan untuk booth terbaik.

"Kami sangat berbangga hati, karena booth kami mendapat 3x penghargaan terbaik di tahun 2013, 2015, dan 2016 diantara sekitar ribuan exhibitor lain yang mengikuti pameran berskala internasional tersebut," ujarnya pada SWA Online

Menurut Merysia, pengerjaan piano perdana melalui proses trial and error yang sangat panjang dan memakan waktu lebih dari satu tahun. Namun ia memastikan, kedepannya pengerjaan dapat dilakukan dalam waktu 9 bulan. "Akan kami teruskan agar dapat jadi dengan waktu lebih cepat lagi," katanya.

Asal tahu, piano seri SR1928-The Awakening adalah piano dengan kualitas profesional yang dibuat untuk market yang terbatas dan mewah (niche-luxury). Dengan panjang 2,75 m, material yang digunakan merupakan Makassar Ebony Veneer dengan black gloss finish yang dapat disesuaikan oleh pemesan piano (custom).

"Kami menggunakan kayu jenis Spruce yang merupakan kayu terbaik untuk dapat menghasilkan resonansi suara yang digunakan ratusan tahun di Eropa untuk alat musik seperti Cello dan Biola. Dan yang sangat jarang digunakan dalam sebuah piano kelas konser adalah sistem piano yang dapat bermain sendiri dan dikontrol secara wireless oleh perangkat tablet (iPad)," jelas Merysia.

Adapun sistem mekanik pemukul senar piano ini menggunakan Epoxy Carbon Fiber, adalah teknologi baru dalam sistem mekanik sebuah grand piano. Sementara senar yang digunakan merupakan teknologi Nickel Plated Finish yang diklaim tahan korosi dan memberikan efek warna 'silver'.

"Dengan ini kami mengajak semua pihak untuk mendukung, mencintai dan menikmati produk dalam negeri yang berkelas dunia. Harapan kami, Saniharto bisa menjadi supplier pilihan untuk berbagai hotel dan apartemen high-end, juga kantor dan rumah tinggal mewah dan menjadi kebanggaan untuk Indonesia," tutur Merysia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)