Upaya Tatalogam Lestari Perangi Pemalsuan Merek

Wulani Wihardjono, Direktur Keuangan PT Tatalogam Lestari (ke-2 dari kiri), menjelaskan tentang pemalusan merek TASO.

Persaingan bisnis baja ringan kian sengit. PT Tatalogam Lestari -produsen baja ringan merek TASO- sebagai salah market leader di bisnis pun mulai terusik dengan kehadiran merek palsu. " Ini jelas merugikan konsumen, produsen dan negara," kata Wulani Wihardjono Direktur Keuangan PT Tatalogam Lestari.

Menjadi market leader untuk kategorinya tertentu saja sangat menguntungkan bagi pertumbuhan pasar produk-produk tersebut. Hanta saja, kekuatan brand image dari produk-produk tersebut juga dapat memicu munculnya resiko pemalsuan merek dagang. Wulani menambahkan, pemalsuan merek dagang dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini juga dialami produk Tatalogam, salah satunya adalah pemalsuan merek TASO.

“Kasus pemalsuan merek TASO ini selain merugikan kami, konsumen pun dirugikan dengan barang yang palsu dan bisa membahayakan. Di sisi lain, negara kehilangan pajak yang besar dari pemalsuan merek ini“ kata Wulani Wihardjono, Direktur Keuangan PT Tata Logam Lestari. Diakui Wulani, ada beberapa modus pemalsuan merek TASO, misalnya merek TASO digunakan untuk barang yang sejenis dengan merek TASO asli, yakni baja ringan kanal C atau mencantumkan nama merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek TASO.

Baja ringan TASO yang asli, terbuat dari bahan baku pilihan Hi Ten 550 dengan tebal lapisan anti karat AZ 100 sesuai spesifikasi standar SNI, sehingga terjamin kuat dan aman. Ada cara mudah untuk memastikan keaslian produk TASO, yaitu TASO yang asli terdapat Printing Miring “SiMANTAP TASO” (branding sinusoidal) dan cap TASO pada produknya.

Bila tidak ditemukan Printing Miring “SiMANTAP TASO” (branding sinusoidal), maka dipastikan bahwa produk baja ringan tersebut adalah palsu, walaupun pada produk tersebut mencantumkan merek TASO.

Selain melakukan langkah hukum dalam menghadapi pemalsuan merek ini, Tatalogam juga tidak kenal lelah dalam mengedukasi konsumen tentang produk TASO yang asli, menyelenggarakan pelatihan kepada aplikator dan tenaga pemasang baja ringan, dan memperkuat down stream market untuk end user. "Paling tidak salam setahun kami melatih 1.000 aplikator dan pemasang baja ringan di seluruh Indonesia," tutur Wulani. Sebab, tidak mudah untuk mempertahakan merek tanpa harus melakukan perbaikan, apalagi menjadi market leader hampir di seluruh kota besar di Indonesia dengan pangsa pasar di atas 50%.

Ia menambahkan, bila tahun lalu produksi baja ringan dan genteng metal mencapai 100 ribu ton, tahun ini ditargetkan akan meningkat sekitar 15%-20%. Selain itu, tahun ini Tatalogam akan menambah pabrik galvanis dan galvalum di Purwokerto dan Kudus, Jawa Tengah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)