Upaya Uda Irman Kibarkan Pollenzo Hingga Tembus Pasar Ekspor

Meski gagal berulang kali menjadi pengusaha, Uda Irman tidak pernah menyerah. Pada pertengahan 2000, ketika menjadi karyawan toko sepatu, ia kian bertekad untuk memulai peruntungannya menjadi pengusaha sepatu dengan brand Pollenzo.

"Setelah mencari pengalaman, menggali info, dan mencoba eksperimen desain personalnya, ternyata mendapatkan antusiasme yang cukup baik dan hal ini lah yang membekali keberanian saya memulai bisnis," ujarnya dalam diskusi media secara virtual, Selasa (13/07/2021).

Setelah mengumpulkan modal dan membuka usaha sendiri secara offline, memasuki tahun ke-6, bisnisnya tumbang karena menyadari masih minim pengetahuan dan strategi bisnis yang berkelanjutan. "Dulu saya tidak tahu ada yang namanya marketplace, dan saya gaptek dengan dunia media sosial," tambahnya.

Akhir tahun 2015 Uda Irman mulai merambah lagi bisnis sepatu ke dunia digital dengan modal seadanya. Ia yakin usahanya bisa berkembang semua itu berkat doa dan dukungan ibunya. Saat itu, pendekatan bisnis masih diawali secara massal di semua media sosial dengan penjualan kurang lebih 10 transaksi per harinya. "Saya mencoba belajar meski tidak paham betul dengan media sosial. Meski hanya 1 sampai 3 pesanan per hari saya terus berusaha packing."

Melihat teman-temannya bisa mendapatkan pesanan yang banyak, ia pun berupaya mencari tahu. Ternyata banyaknya pesanan ini dibantu melalui sebuah platform e-commerce yaitu Shopee. Ia pun langsung bersemangat untuk membangun bisnisnya lebih besar lagi bersama Shopee.

Kegigihannya berbuah manis, perjalanannya selama kurang lebih lima tahun bersama Shopee berhasil menciptakan lapangan kerja untuk karyawan yang lebih banyak lagi dari awalnya 5 orang hingga kini menjadi 25 orang. Gudang juga berkembang dari satu kini menjadi 3 gudang di daerah Bogor.

“Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh proses. Kita harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri. Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa, jika dibandingkan dengan awal buka, sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat," paparnya.

Dengan marketplace ini diakui Uda dapat menaikkan penjualan dan eksposur. Ia juga rajin mengikuti program-program yang diadakan oleh Shopee mulai dari flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, promo kampanye, hingga program ekspor.

Pollenzo mendapatkan order ekspor perdananya dua tahun lalu, dan terus mencatatkan penghasilan tambahan untuk usaha rumahan setiap harinya dari luar negeri. Setelah Singapura dan Malaysia, kini Uda Irman sudah mendapatkan pesanan dari Thailand. Bahkan, Uda Irman mengaku sudah mendapatkan tawaran untuk ikut dalam program flash sale di Thailand.

“Program ekspor ini memainkan peranan penting, terutama untuk UMKM lokal seperti saya agar terus naik kelas. Selain ada kebanggaan tersendiri melihat produk sepatu saya dari Ciomas, Bogor, yang kini sudah mendunia, ini juga menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk bisa menciptakan model-model sepatu baru agar dapat terus dipercaya, dan membuktikan kalau barang-barang produksi dalam negeri nggak kalah berkualitas dari yang sudah ada di luar negeri,” kata Uda Irman.

Ke depannya, ia ingin terus mengembangkan bisnis karena para pelaku usaha lokal harus berkembang terus, keluar dari zona aman, dan tidak berpuas diri saat sudah berada di posisi ini. Ia ingin menggali potensi bisnisnya lebih jauh lagi agar bisa bersaing dengan kompetitor dengan produk-produk baru yang kekinian dan menarik agar sepatu-sepatu dari Pollenzo bisa punya ciri khasnya sendiri.

Sebagai informasi, saat ini, Shopee mencatatkan keberhasilannya dalam program ekspor dengan peningkatan transaksi harian hingga 6 kali lipat dalam kurun waktu setengah tahun (Juni 2020 - Januari 2021). Melanjutkan komitmen tersebut, di Februari 2021, 1,5 juta produk pedagang lokal berhasil diekspor ke Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Program Ekspor Shopee ini juga akan terus dikembangkan dengan menambahkan jangkauan ekspor baru. Tidak hanya di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam yang telah berjalan sejak bulan Maret, tapi juga telah merambah ke Amerika Selatan, yaitu Brasil.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)