Upaya UMKM Bengkel Bertahan saat Krisis Akibat Pandemi

Dalam sebuah acara yang digelar oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dalam acara penyerahan mobil praktik bengkel untuk Himpunan Bengkel Binaan YDBA (HBBA) Jawa Timur, terungkap bahwa pendapatan bengkel di sana anjlok 80% sepanjang Maret-Juni. Namun mereka tidak menyerah dengan dukungan YDBA, berbagai upaya dan solusi dijalankan demi bisa bertahan melawati krisis.

Untuk diketahui, salah satu bidang usaha yang dibina YDBA adalah usaha bengkel. Berbeda dengan UMKM binaan lain, yang merupakan kegiatan produk industri serta sebagian merupakan bagian dari rantai pasok Grup Astra, untuk usaha bengkel ini memang butuh pembinaan khusus. Para pengusaha bengkel dibina YDBA di bawah HBBA.

HBBA sendiri merupakan komunitas UMKM bengkel yang didirikan YDBA sejak tahun 2006. Saat ini, komunitas yang dibentuk untuk memandirikan UMKM bengkel ini telah ada di beberapa area, salah satunya di Jatim yang didirikan YDBA bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Waru, Sidoarjo pada tanggal 13 Februari 2014. Saat ini, HBBA Jatim sendiri telah memiliki anggota sebanyak 123 bengkel yang berada di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Pembina HBBA Jatim, Pinuji mengatakan, berbagai program pembinaan diberikan YDBA pada pelaku usaha bengkel di bawah HBBA. Program tersebut berupa pelatihan & Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Standar Pelayanan Bengkel, Service Advisor dan program lainnya terkait fasilitasi pemasaran maupun fasilitasi pembiayaan.

"Pelaku usaha bengkel di Jatim dan Bali yang berada di bawah HBBA memiliki spesifikasi layanan service mesin, service kelistrikan mobil, dan body repair. Selama ini kami dalam melakukan pelatihan mekanik bengkel hanya membayangkan saja, melalui gambar dan buku, tidak ada alat peraga, unit mobil untuk praktik," ujarnya. Selama ini pelatihan mekanik bengkel hanya terpusat di training center apakah itu di Auto 2000 maupun Daihatsu. Dengan bantuan 1 unit mobil praktik dari YDBA, Panuji bersyukur, pelatihan bisa dilakukan di mana saja.

Walau demikian pihaknya bertekad untuk meningkatkan kemandirian komunitas bengkel dengan pengelolaan database bengkel, standar layanan, serta mengadakan diskusi teknik dan manajemen bengkel oleh anggota agar terus berkembang.

Pinuji mengungkapkan, sebelum terbentuk HBBA, posisi tawar tiap bengkel terhadap pemasok sparepart baik dari segi harga maupun benefit rendah. Selain itu tidak pernah mendapatkan benefit di luar produk. "Setelah ada komunitas HBBA, lalu terbentuk koperasi, kami jadi memiliki posisi tawar lebih baik, karena diorder bersama-sama. Komunitas ini makin dikenal di kalangan suplier seperti Pertamina, Top1, Kixx,Wealthy, Mobile 1 dan sebagainya," terangnya.

Menurut Pinuji, dengan adanya komuitas ini, mengingat jumlah bengkel yang tergabung makin besar, posisi tawar pun lebih baik dalam hal harga dan benefit. "Kami juga mendapat kesempatan pelatihan dan kunjungan ke pabrik produksi," jelasnya.

Ia melanjutkan, dulu dalam menjalankan usaha pelaku usaha bengkel hanya menjalankan rutinitas saja, tanpa ilmu. "Kami juga kesulitan dalam mencari tenaga mekanik yang baik," jelasnya. Sekarang, setelah mendapat berbagai ilmu dari YDBA melalui komunitas HBBA, ilmu-ilmu yang dimiliki ditularkan ke berbagai sekolah kejuruan. HBBA Ini memudahkan bengkel mendapatkan tenaga mekanik yang sebelumnya sulit.

"HBBA Jatim makin baik dari segi networking maupun kompetensi SDM di bengkel, seperti meningkatnya pelayanan bengkel kepada pelanggan, meningkatnya kemampuan dalam menentukan biaya jasa maupun dipercayan menjadi guru otomotif maupun tim penguji di SMK Otomotif. Maka itu sebagai apresiasi dari progress baik yang telah ditunjukkan HBBA Jatim terhadap program pembinaan YDBA melalui Semangat Berbagi Wujudkan Harapan, kami menyerahkan 1 unit mobil praktik bengkel sesuai dengan kebutuhan HBBA Jatim," jelas Sigit P. Kumala Ketua Pengurus YDBA (26/08/2020).

Penyerahan secara simbolis diberikan oleh YDBA diwakili Kepala Departemen Training & Mentoring YDBA, Aloysius Daniel Harbianto kepada Ketua HBBA Jatim Suyono, Bendahara HBBA Jatim Suprapto dan Fasilitator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Waru Azzuhri Tri Ahara di salah satu Bengkel Anggota HBBA Jatim, Bengkel Mardiono Auto Service.

Sigit berharap apresiasi kendaraan praktik bengkel dari YDBA ini dapat meningkatkan kompetensi UMKM bengkel, sehingga dapat terus memperbarui dan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya dan mendukung UMKM menjadi mandiri, naik kelas hingga go global.

Pinuji mengatakan untuk saat ini HBBA fokus pada bagai mana bisa bertahan melewati krisis. "Sebagian besar dari kami anjlok pendapatannya sampai 80% sepanjang Maret-Juni, sekarang sudah lebih baik, walau belum kembali seperti sedia kala, baru pulih 40% dari kondisi turun tersebut," ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)