Upaya UMKM Yogya Bertahan dari Krisis Akibat Pandemi COVID-19

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali melakukan Jelajah Virtual UMKM. Kali ini, Jelajah Virtual dilakukan ke UMKM Yogyakarta, yaitu UMKM Manufaktur Binaan YDBA, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) dan UMKM Bengkel Binaan YDBA, Wistara Performance.

Jelajah virtual diselenggarakan YDBA agar UMKM binaannya saling belajar dan berbagi pengalaman bagaumana keluar dari krisi, mengelola bisnis dengan baik dan menjalankan bisnis sesuai standar dan cara kerja yanh baik dengan melihat (secara virtual) dan mendengar dari UMKM lain. Sebelum ke Yogya, YDB ke A menyelenggarakan Jelajah Virtual UMKM di wilayah Tabalong Kalsel, Paser Kaltim, Waru Sidoarjo, Klaten, Solo, Tarikolot Bogor dan Bontang Kalimantan Timur.

Dalam Jelajah Virtual ini, Simultek Fachrurozi Nur Hidayat Pemilik Bengkel Wistara Performance Alfri Bagus Rupawan memaparkan perjalanan bisnis masing-masing termasuk kiat mereka dalam menghadapi pandemi yang tentu berdampak pada bisnis keduanya.

Fachrurozi menceritakan bagaimana Simultek, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 dengan fokus bisnis memproduksi komponen otomotif untuk after market dapat berinovasi dan berkolaborasi di masa pandemi ini dengan melakukan diversifikasi produk untuk dipasok ke PT Sarandi Karya Nugraha yang memproduksi alat kesehatan.

Melalui sharing Alfri, UMKM yang ikut acara ini mendapat pelajaran bagaimana Bengkel Wistara Performance menerapkan standar pelayanan bengkel serta employee engagement untuk memastikan bengkel yang dipimpinnya dapat terus eksis di masa pandemi.

Dalam acara Jelajah Virtual ini, Sekretaris Pengurus YDBA juga menyampaikan bagaimana YDBA mendukung keduanya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan sesama UMKM di masa pandemi ini. Seperti kolaborasi Simultek dengan PT Sarandi Karya Nugraha yang juga UMKM Binaan YDBA yang telah mandiri. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan Bengkel Wistara Performance dengan UMKM Binaan YDBA, Bengkel Amarta yang berperan sebagai mentor Bengkel Wistara Performance dalam menerapkan Standar Pelayanan Bengkel.

Berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan YDBA pun konsisten diikuti Simultek dan Bengkel Wistara Performance, seperti Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan dan Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Pelatihan LK3 (Lingkungan dan Keselamatan Kerja), Pelatihan Cost Calculation dan Quality Circle Control untuk UMKM Manufaktur, Pelatihan Service Advisor dan Standar Pelayanan Bengkel bagi UMKM Bengkel Roda-4.

Berbekal pengalaman menjadi seorang karyawan di dunia manufaktur, Fachrurozi Nurhidayat memberanikan diri mendirikan usaha manufakturnya pada tahun 2010 dengan nama PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek). Menggunakan gerabah untuk memasak dan kompor sederhana dalam proses manufaktur, menjadi cerita tersendiri bagi Rozi, sapaan akrabnya dalam memulai bisnis yang fokus pada aluminium casting ini.

Semangat kaizen atau dikenal semangat melalukan perbaikan dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada customer menjadi value yang diterapkan Rozi dalam menjalankan bisnisnya. Bisnis yang semula memiliki kapasitas produksi 10 kg aluminium/ hari, kini memiliki kapasitas produksi sebesar 2 ton aluminium/ hari dengan jumlah tenaga kerja tetap sebanyak 27 orang. Dalam menjalankan bisnisnya pun, Rozi tidak segan berbagi ilmu dan pengalaman dengan melibatkan siswa magang yang ingin belajar mengenai manufaktur. Tidak sedikit, siswa magang bergabung untuk belajar di Simultek.

Pandemi yang terjadi lebih dari 1 tahun ini, tentu berdampak pada bisnis yang dijalankan Rozi. Di awal Pandemi, tepatnya bulan Maret 2020, Simultek mengalami sepi order. Bahkan siswa magang yang sedang melakukan on the job training (OJT) pun diakhiri programnya. Namun, di situasi tersebut Rozi 'memasang alarm' dan melakukan review di internal hingga akhirnya di akhir tahun perlahan order mulai masuk.

Sebelum pandemi, Simultek memproduksi komponen otomotif untuk after market. Di masa pandemi itu jugalah, Rozi melakukan diversifikasi produk dengan melakukan inovasi dalam pembuatan produk alat kesehatan.

“Saat Simultek sepi order, kami diperkenalkan oleh YDBA dengan PT Sarandi Karya Nugraha. Dengan semangatnya, kami bertemu dengan Pemilik PT Sarandi, yaitu Pak Isep. Dengan keunggulan kami dalam product development, Pak Isep pun mempercayakan kami membuat empat macam produk yang dibutuhkannya,” ucap Rozi. Akhirnya order yang diberikan PT Sarandi dapat membantu memulihkan bisnis di Simultek sehingga di tahun 2020 tidak terjadi penurunan omset.

Continuous improvement, memenuhi kebutuhan customer dengan good attitude, menerapkan plan, do, check & activion bersama tim, sabar dan telaten menjadi kunci bagi Rozi dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang dirintisnya tersebut.

Bengkel Tengah Sawah atau disingkat BTS menjadi sebutan Bengkel Wistara Performance saat pertama didirikan pada tahun 2010 dengan hanya berbekal menyewa tempat dan beratapkan spanduk. Alfri, Pemilik Bengkel Wistara Performance mengawali karir sebagai mekanik di suatu bengkel selama empat tahun. "Saya yakin saya dapat membuka bengkel dengan pengalaman dan kompetensi saya,” cerita Alfri dengan optimis.

“Awalnya setelah bengkel tempat saya bekerja gulung tikar, saya coba usaha mandiri. Bermodal tool box dan satu sepeda motor, saya memberanikan diri untuk melakukan layanan home service ke customer. Hingga akhirnya, saya menyewa tempat sederhana di tengah sawah untuk memantapkan diri mengembangkan usaha bengkel ini,” tambah Alfri.

Kolaborasi bersama sang istri, menambah semangat Alfri dalam menjalankan usaha bengkel tersebut. Perlahan, Bengkel Wistara Performance pun berkembang. Bahkan, kini Wistara Performance memiliki 18 stall untuk mendukung pelayanan di dalam bengkelnya. Layanan yang dimiliki bengkel ini pun beragam, antara lain modifikasi kendaraan dan perawatan dan perbaikan seperti tune up, ganti oli, perbaikan transmisi matic, overhaul mesin bensin dan diesel, perbaikan suspensi & rem, perbaikan electric system dan lainnya.

Di masa pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun ini tentu berdampak pada bisnis Alfri. Di awal pandemi, tepatnya bulan Maret – Mei 2020, omset Bengkel Wistara pun mengalami penurunan hingga 70%. Di saat itu Alfri mencoba membenahi manajemen di dalam bengkelnya. Alfri mencoba menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya dari YDBA. Mengenai employee engagement, standar pelayanan bengkel, hingga berkonsultasi dengan mentor yang tak lain adalah UMKM Bengkel Binaan YDBA yang telah mandiri.

Dari situ, Alfri mencoba mempelajari dan menerapkan perbaikan-perbaikan agar bengkel ini tetap bertahan. “Kami benahi internal kami. Pastikan seluruh tim yang ada di bengkel memiliki frekuensi yang sama. Kami tingkatkan employee engagement kami dengan seluruh tim di bengkel. Setiap pagi, saya dan istri mengajak seluruh mekanik untuk sarapan bareng, berdoa sebelum bekerja, membagi jobdesc hingga memastikan kami memiliki visi yang sama. Hal tersebut ternyata membawa kami menjadi tim yang solid, sehingga kami kompak berjuang bersama di masa pandemi ini. Dan ternyata, tim yang solid membawa hal positif hingga saat ini, customer datang silih berganti dan perlahan omset kami pulih di masa pandemi ini,” papar Alfri.

Alfri mengaku peran sang istri sangat besar terutama menjadi kekuatan baginya. “Istri saya menjadi partner dalam menjalankan bisnis ini sejak awal. Selain terlibat dalam operasional bengkel, Istri saya juga menjadi inisiator dalam penerapan 5R di bengkel ini. Sehingga bengkel Wistara cukup enak dilihat dari kebersihan serta kenyamanan dalam melayani customer,” terangnya. Selain itu memperkuay tim, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dan lakukan perbaikan adalah kunci Bengkel ini tetap bertahan di masa sulit.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)