Utilisasi Pabrik Dongkrak Laba Bersih Chandra Asri US$250,6 Juta

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk sembilan bulan pertama 2017. Anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk ini membukukan laba bersih US$250,6 juta, atau naik 15.8% yoy.

Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingginya volume dan marjin produk yang sehat, diimbangi dengan meningkatnya harga bahan baku yang mencerminkan peningkatan harga minyak mentah.

Suryandi, Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, mengatakan, pencapaian kinerja didorong oleh volume penjualan yang tinggi dan sebagai hasil dari utilisasi pabrik.

Kelanjutan pencapaian kinerja ini mencerminkan marjin produk yang lebih baik didukung dengan volume penjualan yang lebih tinggi.  Industri petrokimia secara inheren bersifat siklis,  meski  demikian perseroan berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang. "Kami optimis dapat membukukan kinerja yang positif sepanjang 2017 sebagai hasil dari tingkat utilisasi pabrik  yang  tinggi, operasi yang aman dan optimalisasi portofolio produk," ungkapnya.

Pendapatan bersih perusahaan meningkat sebesar 28,6% menjadi US$1,797,9 juta pada 9M17 dari US$1,398.4 juta di 9M16 karena tingginya volume penjualan, terutama dari Olefins, Styrene Monomer dan Butadiene, ditambah dengan harga produk yang lebih tinggi. Jumlah aset meningkat sebesar 28,5% menjadi US$2,614.7 juta di 9M17 dari US$2,035 juta pada 9M16 yang sebagian besar didorong oleh kenaikan saldo kas dari dana hasil rights issue.

Selain itu, jumlah liabilitas perseroan turun sebesar 1,7% menjadi US$970,4 juta di 9M17 dari US$98, 6 juta pada 9M16 yang disebabkan oleh pinjaman jangka panjang yang lebih rendah karena pembayaran utang atas pembayaran pinjaman terjadwal.

Sejumlah faktor dan momentum yang baik memang mendukung peningkatan tersebut antara lain, pada 2Q17, harga minyak mentah Brent naik US$1/bbl menjadi US$52/bbl di tengah ekspektasi diperpanjangnya pengurangan produksi minyak mentah oleh produsen OPEC dan non-OPEC  serta gangguan yang terjadi pada ladang minyak di Libya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)