VIA – Lokanima Bangkitkan Kreator Lokal dan Gencarkan ‘Semarak Animasi Nasional’

Lokanima saat ini sudah menjadikan dirinya sebagai rumah bagi studio animasi dan film Indonesia, khususnya untuk wilayah Jawa Timur

Guna memajukan industri animasi dan film karya anak bangsa, VIA (dulu dikenal dengan DBS Entertainment) berkolaborasi dengan Lokanima. Cita-cita mulia itu dikukuhkan dalam kerja sama pengembangan industri konten kreatif pada Jumat, 13 Agustus 2021.

Dengan sinergi ini, VIA-Lokanima akan  menjadi rumah bagi para hyperlocal content creators serta mendukung kemajuan industri konten lokal. Kerja sama ini juga akan mendorong kolaborasi pengembangan bisnis yang  lebih besar antara KEK Singhasari Malang dan Viva Group dalam membangun film, animation factory  & digital technology dengan  nilai kolaborasi bisnis setara  Rp 1 triliun.

“VIA-Lokanima membangun wadah bagi para insan kreatif Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem  bisnis yang mendukung proses pengembangan industri animasi dan film karya anak negeri,” ujar  CEO PT Digi Bintang Sinergi (VIA) Ahmad Zulfikar Said.

VIA yang dipayungi PT Digi Bintang Sinergi adalah salah satu unit usaha yang terafiliasi dengan MDIA, anak usaha dari Viva Group yang memfokuskan diri pada industri konten. Berdiri pada bulan Juli 2020, VIA telah memiliki 90 ribu jam konten library dengan 3.500 judul yang terdiri dari lebih dari 12 genre, dengan  dukungan sekitar 250 orang SDM berpengalaman di industri kreatif, konten dan produksi.

Sementara itu Lokanima, anak perusahaan dari BUPP KEK  (Kawasan Ekonomi Khusus) Singhasari di Malang beroperasi di bawah payung PT Lokanima Kreatif Nusantara. Perusahaan memilki visi dalam mengembangkan IP-IP lokal yang  berpotensi global. KEK Singhasari melalui PP No.68 Tahun 2019 menjadi satu-satunya KEK yang  memiliki tugas dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan digital di Indonesia. Kini, Lokanima dipimpin  oleh founder-nya, yakni KRAT David Santoso. Dia adalah anak muda yang punya kepedulian di bidang industri kreatif dan konten lokal di Indonesia.

“Lokanima saat ini sudah menjadikan dirinya sebagai rumah bagi studio animasi dan film Indonesia,  khususnya untuk wilayah Jawa Timur. Sudah lebih dari 25 studio animasi, film dan content creator yang tergabung di Lokanima. Salah satunya adalah Bayu Skak, yang dikenal sebagi aktor, komedian, sutradara,  Youtuber serta Pendiri & CEO  Skak Group untuk menjadi lead dan mentor bagi studio-studio  film,” jelas David Santoso.

Semua studio yang tergabung di dalam Lokanima memiliki IP characters yang berbeda-beda. Kemudian, dikembangkan bersama-sama dengan bimbingan dari para senior, investor dan sejumlah  praktisi di industri film dan animasi. Para insan kreatif tidak hanya mendapatkan mentorship di dunia  kreatif, namun juga bersama-sama belajar membangun business model yang scalable dan sustainable. Dan Lokanima adalah Strategic Content Creator Partner pertama yang bergabung ke dalam ekosistem  business content VIA – MDIA – Viva Group.

Tak butuh waktu lama, saat ini VIA – Lokaniman sudah langsung membuat beberapa series animasi yang segera dipasarkan di market lokal maupun internasional. Sudah ada 6 judul serial animasi yang sedang dalam persiapan produksi,  akan diikuti oleh judul-judul animasi lainnya. Pengembangan Intellectual Property ini  tidak terpusat kepada produk film serial animasi saja, melainkan akan berkembang ke produk licensing merchandising dan consumer product dengan mengusung ‘OSMU – One Source Multi Use” Marketing  Strategy.

Saat ini VIA dipimpin oleh Ahmad Zulfikar Said, sedangkan MDIA dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2014-2019, yang juga mantan Direktur Telkom Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya M.sc. Di bawah kepemimpinan mereka  dan dukungan  kuat dari ekosistem bisnis di Viva Group yang menaungi. Seperti MDIA, ANTV, TV One, VMB dan VIA, saat ini Viva Group bertransformasi bisnis fokus ke digital dan konten.

“Sejauh ini sambutan masyarakat terhadap VIA-Lokanima sangat baik di negeri sendiri. Ada 3 judul serial animasi pertama hasil kolaborasi VIA-Lokanima. Pada Juli 2021 lalu, sudah dibeli exclusive licensing rights Indonesia territory oleh Indihome (Grup Telkom),” jelas  Arief Yahya.

Serial animasi ini juga menjadi salah satu serial animasi jagoan dari IndiKids,  Channel Kids baru Group Telkom – Indihome  yang diluncurkan pada 23 Juli 2021 bertepatan dengan peringatan  Hari Anak Nasional 2021. Ketiga animasi tersebut adalah Kukurockyou, Blab Blib Blub Bleb Blob dan Roh Garuda. Untuk pertama kalinya animasi ini tayang di Indonesia di Channel IndiKids- IndiHome.

Khusus untuk Serial Kukurockyou, ada keunikan tersendiri dari serial ini, dimana pengisi suara (dubber)  karakter-karakter diisi oleh beberapa artis Indonesia. Ini dilakukan atas dasar rasa kepedulian  mereka dalam menndukung karya anak bangsa tanpa ada kepentingan komersial sama sekali. Mereka mendukung penuh Kukurockyou sebagai animasi favorit keluarga Indonesia. Mereka adalah Rocker Dian ‘Candil’ Dipa Chandra, Indra Bekti, Tike Priyatnakusuma, dan Ronal Surapraja.

Dalam rangka 76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, VIA-Lokanima melahirkan Gerakan Kebanggaan Nasional “Semarak Animasi Lokal"

Di serial ini untuk pertama kalinya VIA-Lokanima memperkenalkan seorang talenta baru Indoneia,  penyanyi cantik dari tanah Payakumbuh Sumatra Barat, Kintani Putrimedya. Mereka nanti akan mengisi soundtrack film animasi Kukurockyou, yang sedang dipersiapkan. Ini suatu kebanggaan luar biasa untuk VIA-Lokanima sekaligus menjadi harapan besar bagi industrI  animasi Indonesia untuk bisa berkembang dan mendapat tempat yang layak di negeri sendiri.

Sebagai salah satu wujud nyata dari cita-cita tersebut, dalam rangka 76 tahun Kemerdekaan Republik  Indonesia, VIA-Lokanima melahirkan Gerakan Kebanggaan  Nasional, “Semarak Animasi Lokal”. Tujuan kampanye  ini untuk mengangkat produk animasi anak bangsa menjadi “local hero” di negeri sendiri dan membuat katalog konten animasi anak bangsa yang diakui dunia.

Kampanye ini adalah wujud keprihatinan VIA-Lokanima terhadap perkembangan industri kreatif di Indonesia, terutama di bidang animasi. Pasalnya, sudah puluhan tahun lamanya benchmark industri animasi  di Indonesia selalu berkaca pada hasil karya animator luar / studio international. Sementara para pekerja  industri kreatif di bidang animasi di Indonesia, yang sebenarnya secara kualitas dan kapabilitas tidak kalah dengan animator luar, harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya hingga  mampu bersaing.

“Kesan hanya menjadi ‘tukang gambar’ untuk produk animasi yang selama ini terlanjur terbentuk harus  berubah. Para animator ini harus diberi kesempatan, ditunjang oleh ekosistem bisnis yang mendukung, sehingga mereka mampu melahirkan karya animasi terbaik yang berkarakter lokal, mendidik, berbudi  pekerti, serta mampu menembus pasar global/internasional,” ungkapnya.

Ini juga sejalan dengan program pemerintah yang ingin mendorong industri kreatif di Indonesia. Salah satunya  film dan animasi. Sebagai salah sektor yang mampu bertahan di tengah situasi Covid-19 dan  penurunan ekonomi saat ini, maka sektor film dan animasi diyakini juga akan menjadi salah satu motor  yang mampu memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan  ke depannya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)