Vidio Targetkan 30 Juta Pengguna Bulanan

Per 2018, Vidio capai 2,1 miliar kali pemutaran video dan 12,5 juta menit durasi menonton

Menurut data penelitian Hootsuit, pada tahun 2019, akan mencatatkan 56% populasi Indonesia telah terjangkau oleh internet. Berangkat dari hal tersebut, Vidio yang dikenal sebagai layanan video streaming pertama milik Tanah Air, berupaya untuk terus menyajikan konten lokal dan internasional yang berkualitas.

Konten yang tersedia di Vidio di antaranya olahraga, konten drama atau sinetron mengangkat nilai sosial masyarakat Indonesia, film box office, hingga layanan TV streaming. Per 2018, rata-rata pengguna Vidio per bulan telah mencapai 20 juta, 2,1 miliar kali pemutaran video, serta dengan total 12,5 juta menit durasi menonton. Sudah ada 9.000 live program di Vidio dan ditargetkan rata-rata pengguna bulanan mencapai 30 juta pengguna di tahun 2019 ini.

Hermawan Sutanto, Deputy CEO  Vidio, mengatakan, “Strategi kami adalah konten. Karena kami adalah perusahaan di ranah penyedia konten, maka ke depannya kami akan memperbanyak konten-konten dengan mitra dalam layanan video on-demand. Tahun ini 2019, sedang melebarkan sayap kemitraan dengan banyak rekanan tekco. Target sebelum Q-2, kami harus sudah menggandeng rekanan telko,”

Vidio menawarkan tiga jenis pelayanan, yakni free live streaming dengan menghadirkan 21 channel tv lokal dan original series besutan Vidio bersama mitra; lalu ada video on demand yang saat ini didominasi oleh program film, sinetron, dan series; dan yang terakhir adalah model subscription based untuk akses ke channel tv internasional dengan berbagai macam program yang lengkap. Layanan subscription based baru diluncurkan Vidio sejak November 2018.

Hermawan menambahkan, revenue stream dari Vidio diambil dari advertising fees dari layanan video on demand dan layanan subscription based. Vidio pun mematok harga berikut jika ada pengguna yang akan berlanggan, mulai dari Rp 10.000 per hari dan Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per bulan. Pembagian profit pun seimbang, 50% untuk Vidio dan 50% untuk mitra.

Ade Muti, Head of Marketing Vidio, menuturkan, saat ini mitra yang sudah bekerja sama adalah SinemArt dan Screenplay Production. "Kami selektif dalam memilih mitra untuk mencegah adanya hoax. Vidio menggandeng mitra harus dengan standar dimana mereka bisa menyajikan konten-konten yang berkualitas dan memperhatikan standar etika," ujarnya.

Di sela perdana silaturahminya bersama media, Vidio bersama SinemArt meluncurkan original series yang berjudul “Girls in the City” yang menceritakan sisi lain kehidupan para kalangan milenial sampai efek persaingan tidak sehat akibat penggunaan media sosial. Mengusung genre drama romantis, serial ini dibintangi oleh Maura Gabriella, Icha Nabillah, Firda Indira, Firosah dan Virginia Gabriella.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)