Wajah Ramah NET Media untuk Generasi Baru

Founder & CEO NET. Media, . Wishnutama Kusubandio.

Menurut sosok pendiri NET Media ini, hal yang menantang saat ini adalah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan kehadiran era disruptif.

Keduanya sarat akan digitalisasi yang mulai berkembang dan menciptakan perubahan budaya, pola pikir, dan sebagainya. Wishnutama Kusubandio, Founder & CEO NET Media, telah mencium gelagat ini sejak lama, jauh sebelum dirinya mendirikan NET Media seperti saat ini.

Ia belajar dari dinamika social media seperti Facebook dan Twitter. Dirinya merasakan kekuatan Twitter luar biasa dalam memberikan informasi paling cepat. “Saya berpikir ternyata media sosial ini powerful sekali. Lewat social media, informasi dapat disampaikan dengan ringkas, padat, dan cepat. Lewat Twitter juga, saya dapat encourage tim karena tidak setiap saat saya bisa lakukan itu,” ujarnya.

Melalui media sosial ia mendapat ide untuk kemajuan tim. Dari situlah ia memahami peran digitalisasi yang berdampak luas di era disruptif. Menurutnya, digitalisasi juga menimbulkan cara ekspresi baru, bahasa baru, dan penyampaian yang baru juga di dunia saat ini.

Era saat ini yang menciptakan generasi analog, generasi transisi, dan generasi digital. “Perubahan zaman memang harus dihadapi. Salah satunya dalam menangani dan menghadapi talent saat ini yang notabena milenial. Milenial sangat fleksibel dalam bekerja. Di mana dan kapan saja karena mereka “ramah” akan digitalisasi,” ungkapnya.

Dirinya memandang kesalahan menghadapi VUCA dan disrupsi adalah ketika generasi lama masih menganggap pengalamannya yang paling benar. Menurutnya perubahan jaman tidak bisa lagi dengan pikiran lama yang dipaksakan. Hal ini yang membuat disconnected dengan talent milenial. “Persoalan krusial inilah yang menjadi masalahnya,” tegas pria yang akrab disapa Tama. Keberhasilan NET Media berhasil menarik perhatian talent baru hingga 60 ribu pelamar. NET Media menjadi tempat ideal bagi milenial dengan segala ide-ide barunya.

Penggunaan seragam bagi karyawan NET Media menciptakan engage dengan perusahaan sesuai dengan visi dan bebanggan. Di NET Media juga diterapkan wajib mengikuti military basic training selama 2 minggu di Marinir untuk menciptakan disiplin tinggi.

Wishnutama mencari talent yang memiliki mimpi sama dengannya. Talent-talent baru inilah yang membuat dirinya mendapat energi dan ide baru untuk perkembangan bisnis yang dijalankan. Baginya kondisi VUCA dan disrupsi ini bukanlah krisis yang dapat menjadikan sebuah bisnis terpuruk. Saatnya untuk berlari dan menyalip ditikungan. “Krisis dapat menjadi problem tapi juga membuka peluang lain,” ujarnya.

 

Reportase: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)