Wamendag Dukung Ekspor Esports Indonesia Bersaing di Kancah Global

Anantarupa Studios pelopori esports gim pertama dari Indonesia, yaitu Lokapala

Market size industri gim online di Indonesia tahun 2019, membukukan transaksi sebesar Rp16 triliun, meningkat hampir 500% dari tahun 2015 dan empat kali lipat lebih besar dari market film nasional. Namun sayang, di balik transaksi yang besar ini, 99% revenue dihasilkan oleh gim impor.

Jika selama ini dunia gim disesaki oleh pemain asing, kini karya anak bangsa unjuk diri. Adalah Anantarupa Studios yang mengukir sejarah bagi industri gim nasional dengan meluncurkan esports gim pertama dari Indonesia, yaitu Lokapala, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2020 lalu.

Dengan rilisnya Lokapala ini menjadi bukti bahwa industri gim Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga, menyampaikan
dukungannya pada Lokapala. Dalam pidatonya, Jerry menyatakan bahwa pihaknya mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo untuk mencari potensi sektor-sektor industri yang bisa
mendongkrak ekonomi Indonesia.
Melalui Lokapala, gim esports perdana di Tanah Air bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) ini diharapkan mampu menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Terlebih lagi Indonesia memiliki banyak anak muda yang kreatif dan terbukti mempunyai daya saing.

Nilai industri esports global di tahun 2019 mencapai sekitar US$1,1 miliar, hampir sama dengan nilai pasar industri gim Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah mengenai bagaimana kita
melihat ekosistem industri esports ini. Meski event-event turnamen dan esports team sering diangkat di berbagai kesempatan, tetapi di dalam ekosistem esports sendiri, komoditas utamanya bukan pada
kedua hal itu, melainkan gim itu sendiri. Tanpa gim, ekosistem esports tidak akan berkembang sebesar dan sesubur ini. Jadi, nilai industri esports global yang disebutkan di atas hanyalah sebuah puncak gunung es dari sebuah industri raksasa, yaitu industri gim, yang berhasil membukukan transaksi senilai Rp1.700 triliun pada tahun 2019. Bahkan, nilai industri gim global ini 140% lebih besar dari industri film.

Jika mengacu pada data perdagangan internasional, gim merupakan komoditas cross-border supply yang terbukti mampu menyumbang ekonomi negara. Sebagai contoh, di China dan Korea, gim online memimpin pendapatan dari ekspor konten budaya. Bahkan di Korea, nilai ekspor gim online setara 11 kali lipat industri K-Pop dan setara dengan 100 kali lipat industri film Korea Selatan.

"Nah, peluncuran Lokapala sebagai esports gim Indonesia yang pertama, merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk maju dan bersaing dengan negara lain. Indonesia juga harus bisa menjadikan industri gim sebagai salah satu ekspor andalan nasional ke depan," kata Wamendag mengakhiri penjelasannya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)