Wanita, Keseimbangan Karir dan Keluarga

Karyawan Wanita - Source: smart-money.co
Karyawan Wanita - Source: smart-money.co

Wanita sering dianggap sosok yang lemah lembut. Tetapi, sebenarnya wanita memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menjadi wanita di tengah masyarakat yang penuh stereotip bukan hal mudah. Mereka dituntut untuk mengikuti standar kecantikan, berperilaku baik setiap saat, tetapi di sisi lain banyak sekali larangan aturan yang menghambat wanita untuk memenuhi aktualisasi dirinya sendiri.

Seperti pendapat yang sering dulu beredar di masyarakat bahwa wanita hanya berkutat dengan pekerjaan domestik, mengurus anak, dan menuruti suami. Seiring berkembangnya zaman kini banyak wanita yang memilih jalan hidup menjadi wanita karir.

Namun, ada sesuatu yang masih mengganjal, yaitu ketika suatu saat wanita menikah, peran pekerjaan domestik pun masih banyak dibebankan kepada wanita. Hal ini terkadang membuat wanita harus bekerja dua kali, di kantor dan di rumah.

Tugas mengurus dan mengajari anak pun diberikan kepada wanita. Kondisi seperti ini pasti membuat wanita merasa kesulitan untuk menyeimbangkan antara kepentingan karir dan keluarganya. Padahal seharusnya wanita pun memiliki waktu untuk menyenangkan diri sendiri.

Maka dari itu, perencana keuangan Finansialku yang menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir, Nelly Novia, S.E., CFP®, berbagi pandangannya perihal keseimbangan karir dan keluarga.

Lebih penting karir atau keluarga?

Menurut Nelly, tidak ada jawaban yang benar dan salah dalam menjawab pertanyaan ini. Keduanya punya nilai kebenaran bagi masing-masing individu. Sebab banyak faktor yang melatarbelakangi penilaian ini pada setiap orang.

Ada yang berpikir dengan mengejar karir yang bagus, keluarganya tidak akan merasakan kesusahan ekonomi. 

Sehingga bekerja dan mendapatkan banyak uang dianggap sebagai cara untuk melindungi keluarga.

Di sisi lain, ada yang menilai bahwa keluarga adalah segalanya. Uang bisa dicari tapi waktu kebersamaan dengan keluarga tak bisa terganti.

Hal yang harus ditekankan adalah memilih nilai yang diyakini oleh diri sendiri dan juga pasangan. Sehingga akan timbul saling pengertian satu sama lain.

Kenapa harus memilih nilai yang diyakini diri sendiri dan pasangan? Bukankah kita pribadi yang akan menjalaninya?

Tujuannya yaitu untuk meminimalkan tekanan yang dirasakan. Perbedaan nilai antar pasangan dapat menimbulkan percikan konflik.

Selain itu, dalam menjalani rumah tangga tidak bisa bergerak secara individualis, tetapi juga harus mempertimbangkan perasaan dan persetujuan anggota keluarga yang lain seperti pasangan dan anak.

Apakah tidak bisa menyeimbangkan antara keluarga dan karir?

Menjaga keseimbangan karir dan keluarga tentu menjadi jalan tengah yang terbaik. Tapi pada kenyataannya hal tersebut sulit dilakukan. 

Terlebih pemikiran yang berkembang di masyarakat, masih menekankan tugas utama wanita adalah fokus mengurus rumah dan keluarga.

Itulah sebabnya, sekalipun wanita memilih bekerja tetap diharapkan dapat mengatur urusan domestik rumah tangga. Lain halnya dengan pria yang cenderung fokus bekerja tanpa dibebani urusan rumah dan keluarga.

Nantinya, ketika ada beberapa urusan rumah dan keluarga yang terbengkalai, wanita kerap menjadi tersangka hingga memicu pertengkaran. Padahal jika dilihat konteksnya, pasangan tersebut sama bekerja sehingga diharapkan ada pengertian antara satu sama lain. 

Maka dari itu, Nelly memberikan beberapa tips yang mungkin bisa dicoba oleh para wanita karir diluar sana.

#1 Memilih pekerjaan yang fleksibel

Dengan pekerjaan yang fleksibel, para ibu akan lebih mudah menjalani keduanya. Dalam hal ini mencakup soal waktu dan kehadiran di tempat bekerja.

#2 Buat skala prioritas

Tips kedua supaya karier dan keluarga bisa seimbang yaitu membuat daftar kegiatan atau pekerjaan yang harus diselesaikan dalam hari tersebut. Lalu, usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan skala prioritas. Pekerjaan mana yang sebaiknya dilakukan di awal, dan mana yang bisa dikesampingkan untuk diselesaikan di penghujung hari.

#3 Membagi waktu sebaik mungkin

Pembagian waktu ini tidak bersifat mutlak yang berlaku untuk semua keluarga, melainkan disesuaikan dengan kegiatan atau kebiasaan yang ada di masing-masing keluarga.

Dengan membagi waktu menjadi beberapa bagian, akan mempermudah Anda memberikan waktu untuk pekerjaan dan keluarga secara maksimal.

#4 Fokus satu hal di satu waktu

Setelah memiliki pembagian waktu dalam satu hari. Maka fokuslah satu hal dalam setiap waktu tersebut. Misalnya ketika waktu bersama keluarga, jangan sampai terdistraksi dengan pekerjaan. Begitupun jika waktu bekerja, maka fokuslah bekerja dan jangan memikirkan urusan rumah.

#5 Lupakan kesempurnaan

Sebagaimana manusia biasa, rasa lelah dalam menjalani berbagai pekerjaan memang sangat manusiawi. Maka dari itu, kerjakan apa yang bisa dikerjakan dan jangan menuntut kesempurnaan pada diri sendiri. Hal ini pun akan meringankan beban psikis pada wanita yang berkeluarga sekaligus berkarir. 

Itu dia beberapa tips menyeimbangkan antara karir dan keluarga. Jika kamu merasa bahagia dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, lakukan dengan sepenuh hati. Begitu pun jika kamu merasa pekerjaanmu adalah passion yang harus kamu lakukan, maka lanjutkanlah. Yang terpenting adalah pilih nilai yang akan membuatmu bahagia. (Mutiara Ramadhanti)

Artikel ini diproduksi oleh tim finansialku.com untuk swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)