Wardah Isyaratkan Ekspansi ke Asia Tenggara dan Negara Muslim

PT Paragon Technology Innovation melalui brand Wardah, kembali berkontribusi dalam ajang  Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Keikutsertaan Wardah menjadi official make up & hair do dalam event tahunan itu merupakan salah usaha merek ini memperkokoh posisinya di industri make upa Indonesia.

Selain gencar dalam keikutsertaan di panggung catwalk nasional dan internasional seperti ajang Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, Fashion Nation, Muslim Fashion Festival, Hijab Festival, New York Fashion Week, dan Dubai Modest Fashion Week, Wardah juga menggencarkan strategi marketing lewat pendanaan untuk film-film lokal sebut saja Habibie & Ainun, 99 Cahaya di Langit Eropa, Surga yang tak dirindukan, Air Mata Surga, Negeri van Oranje, Iam Hope, Ketika Mas Gagah Pergi dan yang paling teranyar ialah Ayat-Ayat Cinta 2.

Tidak hanya itu sejak awal,  Wardah telah aktif pada kegiatan di sekolah-sekolah tata busana dan kampus-kampus untuk menjerat segmen millenial. “Kami telah masuk ke sekolah dan kampus-kampus sejak dulu, di hampir seluruh Indonesia dan bukan hanya di kota saja tapi juga di daerah-daerah,” ujar Elsa Maharani, juru bicara  Wardah.

Menurutnya,  program yang dilaksanakan meliputi seminar, kelas make up dan workshop. “Di sana kami biasanya memberikan materi tentang industri kosmetik di Indonesia, serta materi make up dan kecantikan, guna mengedukasi mereka,” ujarnya.  Wardah juga akan menguatkan merek lewat kegiatan-kegiatan komunitas.

Wardah juga bersiap untuk  ekspansi ke wilayah Asia Tenggara dan negara-negara muslim. Sebelumnya, di tengah tahun 2017 lalu, brand yang berdiri pada 1995 ini telah berhasil memasuki pasar Malaysia lewat kerjasama dengan distributor lokal. “Saat ini kami memiliki distributor di Malaysia, kita langsung bekerja sama dengan modern market di sana,” ujar Elsa.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penjajakan untuk memperluas jangkauan pasarnya. Namun sayangnya, dia enggan untuk menyebut negara mana saja yang akan menjadi tujuan ekspor. “Kami sedang menyesuaikan dan melakukan riset dengan negara-negara muslim ini apakah nantinya produk kami bisa diterima atau tidak. Apakah mereka juga aware dengan produk-produk yang berbasis halal,” ujarnya menegaskan.

Diakui Elsa, untuk meluaskan pasar ke luar negeri memilik tingkat kesulitannya sendiri, terutama dalam masalah hukum dan administrasi. “ Jika kita bekerja sama dengan pihak luar negeri, kita harus submit berkas, kemudian melewati proses yang rumit dan banyak, verifikasi, dan  mendaftarkan produk ke BPPOM setempat. Nah itu yang perlu dipersiapkan,” kata dia. Saat ini, Wardah sudah memproduksi jutaan produk per bulan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)