Warung Pintar dan Limakilo Bantu Petani Akses Jaringan Warung

(kiri) Plt Direktur Ekonomi Digital Aplikasi Kominfo, Nizam Waham, CEO Warung Pintar Agung Bezharie, co-founder Limakilo Walesa Danto (kedua dari kanan), Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo (kanan). (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan startup yang bergerak di bidang mikro ritel, Warung Pintar telah resmi mengakuisisi Limakilo, yakni platform yang menyederhanakan rantai pasokan komoditas pertanian dengan menghubungkan petani secara langsung ke warung dan penjual bahan makanan.

Melalui akuisisi ini, ribuan mitra Warung Pintar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banyuwangi akan mendapatkan akses langsung untuk menjual komoditas pertanian di warung berbasis digital.

Menurut co-founder dan CEO Warung Pintar, Agung Bezharie Hadinegoro, nantinya akan ada penambahan inventori di outlet Warung Pintar yang dipasok dari petani binaan Limakilo. “Dengan pasokan produk pertanian dari Limakilo, pemilik warung akan memiliki stok barang yang lebih beragam, yaitu komoditas bahan makanan pokok. Petani juga akan memiliki harga jual yang lebih baik dan akses yang lebih luas, seiring dengan bertambahnya jumiah Warung Pintar,” ujar Agung saat konferensi pers di Jakarta, (27/2/2019).

Berdiri sejak November 2017, Warung Pintar berfokus pada digitalisasi sistem warung konvensional di Indonesia dengan peralatan teknologi, seperti memantau penjualan dan kinerja warung melalui aplikasi, memasang iklan di warung untuk meningkatkan pendapatan, dan menerima sistem pembayaran nontunai.

Agung mengklaim, dengan menjadi mitra Warung Pintar dapat meningkatkan pendapatan hingga 41% bagi pemilik warung. Warung Pintar telah beroperasi di lebih dari 1.200 warung. Sementara tahun ini berencana untuk membuka 5.000 warung baru di Pulau Jawa.Pada kesempatan yang sama, Co-founder Limakilo, Walesa Danto, menyampaikan, Limakilo berusaha untuk membantu petani mengakses opsi pasar berupa jaringan warung tradisional serta berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Limakilo didirikan sejak tahun 2015 dan sudah terdapat sekitar 800 petani binaan.

“Di Limakilo, kami berkomitmen untuk menyediakan akses pasar seluas mungkin bagi para petani. Dengan akuisisi ini, warung-warung yang ada bisa langsung mengakses  produk pertanian secara direct sourcing. Pemilik warung dapat menjual komoditas bahan pokok, sementara petani bisa mengakses opsi pasar berupa jaringan Warung Pintar,” kata Walesa.

Akuisisi ini mendapat dukungan dari Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo yang berharap dapat menjadi sebuah bentuk village incorporated. “Komoditas yang dihasilkan desa bisa dikonsolidasikan menjadi holding bidang pertanian dengan skala usaha atau ekonomi yang besar. Kami berharap Limakilo dan Warung Pintar tidak hanya penetrasi tanpa skema, tetapi harus ada showcase sehingga nanti setiap kabupaten paling tidak ada satu atau dua outlet,” ungkap Samsul.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)