Waspada! Akun Bot Penipu di Twitter Menyaru Customer Care Bank

Foto: webstockreview.net
Foto: webstockreview.net

Nasabah bank yang sedang bermasalah dan ingin berkonsultasi sebaiknya berhati-hati, apalagi costumer care yang dipilih lewat media sosial. Belakangan ramai dibicarakan di Twitter tentang modus baru penipuan menggunakan akun bot yang menyaru sebagai akun costumer care bank.  

Secara garis besar penipuan menggunakan akun bot dapat mempengaruhi pengalaman pengguna aplikasi karena dapat disalahgunakan melalui gameplay otomatis, pengambilalihan akun, penipuan kartu kredit, iklan spam dan sebagainya.

Sementara untuk kasus di Twitter, modus penipuan ini cukup sederhana, saat nasabah bank menyampaikan cuitan masalah atau keluhannya dengan menyebut akun resmi costumer care bank yang bersangkutan, akun bot akan mendeteksi secara otomatis kemudian membalas seolah-olah sebagai akun resmi bank dan mengarahkan calon korban untuk menghubungi nomor WhatsApp penipu tersebut.

Nasabah yang tidak sadar akan ditipu akan menghubungi nomor Whatsapp, kemudian akan dimintai keterangan tentang beberapa hal yang berhubungan dengan bank, seperti nama, nomor rekening, nomor kartu ATM, dan juga tentunya kode One Time Password atau OTP.

Kode OTP ini merupakan kode sekali pakai yang dikirimkan pihak bank kepada nasabah, apabila kode ini bocor ke pihak lain, kode ini bisa digunakan untuk mengganti password. Dengan demikian uang nasabah bisa dikuras setelah pihak penipu mengganti password kartu ATM-nya.

Banyak akun bot penipuan yang bertebaran di Twitter untuk menggaet calon korban dengan mengatasnamakan diri sebagai costumer care bank. Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi dalam cuitannya menyampaikan selama sepekan ini setidaknya terdapat 113 akun penipuan yang mengaku sebagai costumer care BNI, dan dalam dua bulan ke belakang ada 331 akun penipuan yang mengaku costumer care Halo BCA.

Ismail Fahmi menjelaskan, akun bot penipuan yang menyaru sebagai customer care bank ini merupakan tahap awal untuk berinteraksi dengan nasabah bank yang tengah mendapati masalah atau keluhan saat bertransaksi, seperti salah transfer atau kartu ATM tertelan.

Akun bot secara otomatis akan membalas via DM, calon korban yang panik biasanya tidak menyadari apakah akun yang menghubunginya real atau palsu, sehingga oknum penipu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk memperdayai mereka.

Selanjutnya, penipu yang mengendalikan akun bot menyaru sebagau customer care bank itu  akan mengarahkan calon korban untuk melakukan percakapan pribadi melalui WhatsApp, namun untuk lebih meyakinkan tak jarang oknum penipu akan menghubungi via telepon dan bahkan video call dengan latar belakang seakan ada di dalam kantor bank untuk menipu nasabah.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)