Hotel Whiz Tumbuh dengan Kultur yang Sederhana

Chief Executive Officer PT Intiwhiz International, Moedjianto Soesilo Tjahjono.

Hotel Whiz,  jaringan hotel asli Indonesia mulai beroperasi sejak 10 Oktober 2010 di Yogyakarta. Kini, ada 22 hotel di Indonesia di bawah payung PT Intiwhiz International. Rencananya di akhir 2018 akan ditambah hingga menjadi  27 hotel.

Selain Yogyakarta, hotel ini telah merambah kota-kota di Indonesia seperti Padang, Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Moedjianto Soesilo Tjahjono, Chief Executive Officer PT Intiwhiz International, menjelaskan, salah satu kiat membesarkan Whiz adalah menjaga pelayanan agar kepuasan dan loyalitas pelanggan tinggi, termasuk gaya kostumisasinya.

“Kami selalu fleksibel, membuat hotel sesuai kekhasan masing-masing daerah. Kami membumi, misalnya dengan menyediakan menu makanan khas daerah di mana hotel berada,” ungkap Moedjianto. Menurutnya,  jaringan  Whiz belum besar, namun  akan terus  membangun bisnis ini. Posisi Whiz  masih dalam peringkat ke satu atau kedua (dari skala 10) dalam kelas/bintang hotel yang sebanding.

Hotel Whiz l membidik smart visitor yang menginginkan hotel dengan harga terjangkau. “Harga kami murah, tapi tidak murahan. Kami bisa murah karena membangun hotel ini sesuai kebutuhan,” ujarnya. Konsep hotel dibangun dengan fasilitas yang dibutuhkan agar tidak banyak terbebani biaya. Manajemen sengaja tidak membangun kolam renang, karena tamunya banyak beraktivitas di luar hotel. Kebanyakan pengunjung dari kalangan professional dan eksekutif yang berpikiran realistis.

Moedjianto menjelaskan, pihaknya  tidak mematok target pasar seperti apa, karena setiap bintang  hotel itu ada pasarnya sendiri-sendiri. Terpenting, menawarkan harga yang terjangkau dan layak. Selain harga yang murah, keunggulan lainnya adalah menu makanan yang sesuai dengan daerah di mana hotel itu berada, dan pemilihan lokasi hotel. Fasilitas hotel, salah satunya kasur, dihadirkan yang terbaik dan dapat menyembuhkan penyakit tulang dan sudah teruji.

Untuk menjaga loyalitas dan kepuasan pelanggan, Hotel Whiz berusaha dapat dekat dengan setiap pelanggan. Ada program Whiz Mate yakni, kartu member dengan pemberian harga yang spesial. Pelayanan yang diberikan senantiasa yang terbaik, tidak mengecewakan tamu yang datang. “Maka dari itu, saya melihat betapa pentingnya menjaga loyalitas dan kepuasan konsumen melalui pelayanan yang maksimal,” jelasnya.

Masalah investasi sangat memiliki batasan tersendiri. Hal ini tergantung hotelnya bintang berapa. Hal ini dilakukan agar konsisten dan mencegah pengeluaran yang berlebih dan pada akhirnya meminjam ke bank. Investor juga harus mengikuti kultur yang dimiliki PT Intiwhiz International agar tidak terjadi kegagalan dan tidak banyak mencampuri urusan manajemen pembangunan hotelnya ingin seperti apa. “Kultur di sini maksudnya adalah budaya yang sederhana, bukan untuk yang bermewah-mewahan,” tambahnya.

Hotel Whiz menggandeng platform online digital Agoda sebagai perantara penjualan kamar hotelnya. Rata-rata melalui online kamar  bisa mencapai sekitar 30%. Pasar luar negeri memang belum dirambah, namun targetnya Intiwhiz International akan melakukannya di bberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia.

Ke depan, Intiwhiz International juga proses mengembangkan hotel kapsul yang saat ini masih ada dua yakni di Bromo dan Mojokerto, keduanya di Jawa Timur.

Reportase: Chandra Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)