Wika Dorong Pelaku Bisnis dan Civitas Academica Terapkan Teknologi BIM

Menyambut hari ulang tahun yang ke-60, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menggelar Forum Engineering ke-10 (Foreng 10). Acara bertajuk “Future Solution for Lifecycle Construction” ini diadakan tanggal 12-13 November 2019 di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Hadir pada pembukaan event BIM (Building Information Modelling) ini antara lain, Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ismunandar, serta Kepala bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasana Perhubungan 1B Kementerian BUMN Fathurohman.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyampaikan, pentingnya sinergi tiga pilar yaitu sektor pemerintah, industri, dan pendidikan dalam kaitannya dengan percepatan transformasi digital di Indonesia.

"Pada beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong infrastruktur secara masif. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah breakthrough yang mampu mengintegrasikan seluruh sumber daya, Pemerintah – Industri – Perguruan Tinggi dengan cara yang jauh lebih akurat, lebih cepat, dan lebih mudah. BIM inilah yang kemudian menjadi tools untuk menjembatani goals itu," terang Menteri Basuki.

Agenda hari pertama Foreng ke-10 ini diisi dengan enam diskusi panel yang mengakomodir beberapa tema, antara lain: WIKA’s BIM implementation, Project Lifecycle Going Digital, Technology System, BIM for Bridges, Vertical & Horizontal Construction, Collaboration in AEC Industry, hingga transactional banking. Sementara pada hari kedua, agenda workshop tentang A-Z BIM, mendominasi.

Selama dua hari tersebut akan dihadiri oleh 20 pembicara internasional, civitas-civitas akademika dari 50 perguruan tinggi, termasuk Board of Management global platform & software provider (Bentley, Google, Microsoft, Autodesk, Trimble, Allplan, Glodon TTW dan lain-lain) serta Manajemen BUMN (Semen Indonesia, BNI, Mandiri, BTPN)

Sementara itu, Direktur Utama Wika, Tumiyana dalam sambutan pembukanya mengatakan, bahwa sebagai sebuah seperangkat teknologi, BIM mampu menjembatani konsep perencanaan, perhitungan analisis disain, pemodelan dalam bentuk 3 dimensi, proses anggaran dan biaya, schedulling proyek, sampai pelaksanaan pembangunan di lapangan.

"Disrupsi di sektor konstruksi itu bukan terlambat tapi schedule-nya terakhir karena banyak komponen yang harus terlibat di dalamnya sehingga tidak mudah untuk mendigitalisasi prosesnya. Forum ini diadakan untuk bisa memberi edukasi lebih awal kepada industri, makannya yang datang universitas dari seluruh Indonesia agar mereka belajar lebih awal sehingga pada saatnya nanti dia terjun ke dunianya, dia sudah mengenal ini," ujar Tumiyana pada SWAOnline, Selasa (12/11/2019).

Ia menambahkan, salah satu dampak diadakannya forum ini berasal dari Departemen Pekerjaan Umum di mana sudah mengambil policy bahwa seluruh proyek harus diaplikasikan dengan BIM. Menurutnya, policy ini diperlukan agar industri konstruksi bergerak dari hulu sampai hilir.

“Dalam dua tahun terakhir, BIM Wika juga berhasil mendapat pengakuan dari dunia internasional atas segala effort, kinerja dan performa BIM yang luar biasa. Kami berhasil menjadi implementator BIM terbaik di dunia untuk kategori, "Going Digital Advancements in Bridges & Environmental Engineering," katanya bangga.

Forum Engineering adalah agenda forum yang diselenggarakan secara rutin oleh Wika setiap tahun, untuk menyampaikan, mengelaborasikan, dan mengkaji implementasi teknologi terbaru dalam dunia konstruksi pada proyek infrastruktur, dalam kaitannya dengan knowledge management ilmu keteknikan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)