Women Leaders Forum, Tempat Perempuan Pegiat Konservasi Berbagi Pengalaman

Para perempuan pegiat konservasi laut dari 6 negara kawasan Segitiga Terumbu Karang -- Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Solomon Islands, dan Timor-Leste memaparkan berbagai hasil kerja mereka di negara masing-masing dalam menjaga laut dan isinya. Acara side-event di Our Ocean Conference di Bali (30/10) ini menjadi kesempatan saling belajar dan berbagi pengalaman menangani masalah konservasi. Hadir pula dalam kesempatan ini pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, NGO dan para donor.
Di antara para pegiat perempuan yang ikut berbicara adalah  Agnetha Vave- Karamui, Chair, CTI-CFF Women Leaders Forum dan Conservation Officer dari Kepulauan Solomon, Dr. Siti Aisyah Alias, Deputi Direktur, National Antarctic Research Centre, University of Malaya dan Siti Boy Naba Rahanyaan, pemimpin Community Collaborative Enterprise dari Kepulauan Kei, Maluku ini adalah bagian dari The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) Women Leaders Forum (WLF), yaitu sebuah jejaring belajar antar perempuan, untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menggerakkan konservasi laut. Jejaring ini diluncurkan tahun 2014 dan kini sudah punya 200 anggota di kawasan Segitiga Terumbu Karang ini.  “Kami percaya agar program konservasi punya dampak besar di dalam masyarakat dan lingkungan, maka sangat strategis untuk melibatkan perempuan, “ jelas Rili Djohani, Direktur Eksekutif Coral Triangle Center.
CTC adalah NGO lokal yang merintis pengelolaan Kawasan Konservasi Kelautan di Indonesia sejak tahun 2011 dan berinisiatif membentuk Women Leaders Forum, untuk saling memperkuat pengetahuan dan semangat perempuan di bidang konservasi laut.  Dengan fokus utama pada terumbu karang, CTC memberikan pelatihan bagi pemangku kepentingan, dukungan teknis, komunikasi dan kebijakan. Sebagai mitra resmi CTI,  CTC membagikan pengalamannya ke 6 negara CT. Saat ini CTC bekerja di lapangan antara lain di Nusa Penida dan Laut Banda untuk merintis dan memperkuat MPA bersama penduduk local dan pemerintah setempat. Dari 8 institusi internasional yang menjadi mitra resmi 6 negara CTI, CTC merupakan satu-satunya NGO yang lahir dan berpusat di Indonesia.
Beberapa tahun terakhir ini, forum perempuan ini punya Inter Generational Leadership Learning Program, sebuah program berbagi ilmu dan pengalaman yang unik, yaitu antara seorang perempuan yang sudah punya pengalaman banyak di bidang konservasi laut, dengan seorang anak muda yang punya potensi besar dalam konservasi. Setiap pasangan bekerja bersama untuk mencari solusi masalah konservasi di negara mereka masing-masing.
Sebagai contoh adalah kerjasama mentor dan mentee di Indonesia antara mentor Dinah Yunitawati dan mentee Sri Rahayu Mansur  yang mencari solusi bagaimana mengurangi penambangan terumbu karang dan pasir laut di Kawasan Konservasi Perairan banda, melalui pendekatan komunitas.
Mentor Dinah Yunitawati, adalah Senior Technical Officer di Direktorat Perencanaan Spasial Laut, di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan  koordinator CTI-CFF national Seascapes Working Group. Dengan latar dan belakang ini, dia punya banyak hal tentang konservasi laut yang bisa dibagi kepada mentee-nya, Sri Rahayu Mansur.
Sementara, mentee Sri Rahayu Mansur saat ini bekerja di unit pengelola Kawasan Konservasi Kelautan (marine protected area) di Kepulauan Banda. Mereka berdua bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mencari solusi bagaiman caranya mengurangi penggunaan pasir laut di Banda sebagai bahan bangunan.
Kerjasama antar generasi ini membawa keuntungan bagi semua pihak. Selain sama-sama mengasah ilmu dan pengalaman masing-masing, mereka juga meningkat keseteraan gender dalam bidang kerja konservasi di lapangan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)