Wujudkan Pulau Inovatif, Komitmen Kura Kura Bali Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Setelah menerima pengakuan untuk proses penghijauan yang luar biasa dan menjadi rumah untuk United Nations Sustainable Development Solutions Network (SDSN) for South East Asia tahun 2017 lalu, Selasa (9/10/2018) Kura Kura Bali merayakan dua pencapaian penting dalam pengembangannya.

Pertama adalah tahap final dari Coastal Design Competition yang diluncurkan bersama SDSN dan HeroX dalam menciptakan solusi seawall vertikal yang berkelanjutan, dan yang kedua adalah penandatanganan kerjasama dengan Universitas Tsinghua China untuk mengembangkan solusi pembangunan berkelanjutan di Kura Kura Bali, dan meningkatkan solusi serta prototipe hijau yang unik sebagai inspirasi di berbagai wilayah dan di dunia.

“Kami mengucapkan selamat untuk para finalis dan untuk usaha mereka yang luar biasa untuk memberikan ide dan inspirasi terbaik dalam menemukan solusi baru untuk mendukung SDG melalui prinsip Tri Hita Karana,” jelas Cherie Nursalim, Chairman of SDSN SEA, seraya menambahkan, “Kami juga sangat bersemangat menyambut peluncuran dari Tsinghua South East Asia Center dan UN SDSN Southeast Asia. Pengakuan global terhadap Tsinghua University akan menjadi landasan kuat bagi program dan pengembangan di masa depan untuk melanjutkan perjalanan ini dan berkolaborasi dengan wilayah Asia Tenggara.”

Coastal Design Competition yang diluncurkan bersama SDSN dan HeroX merupakan kompetisi internasional untuk menemukan ide dan pemikiran terbaik yang dapat mewujudkan solusi yang unik dan ramah lingkungan. Melalui semangat "Better Business Better World", kompetisi ini diluncurkan dengan United Nations General Assembly oleh International Chambers of Commerce Secretary General untuk menciptakan prototipe seawall pertama di dunia yang selaras dengan alam dan ramah lingkungan. Coastal Design Competition ini adalah inisiatif pertama dari rangkaian pembangunan berkelanjutan yang direncanakan untuk Kura Kura Bali Island of Happiness, pulau yang terletak di ujung selatan pulau Bali yang mengadopsi filosofi Tri Hita Karana atau Tiga Cara Kebahagiaan.

Tonggak sejarah kedua, penandatanganan dengan Universitas Tsinghua yang dihadiri oleh Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia; Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Ainun Na’im, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Kemitraan dengan Creative Campus di pulau ini menjadi bersejarah karena Tsinghua merupakan salah satu institusi Cina pertama yang didedikasikan untuk pendidikan tinggi penelitian lingkungan dan riset.

Tsinghua SEA di Kura Kura Bali adalah satu dari tiga lokasi global setelah Amerika Serikat dan Italia. Penandatanganan ini akan membantu lebih jauh untuk visi mengembangkan solusi pembangunan berkelanjutan di Kura Kura Bali, dan menjadikan pulau ini menjadi tempat untuk menguji segala teknologi dan praktis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan seperti mengurangi penggunaan energi, konsumsi air dan pembuangan serta menurunkan emisi karbon.

I Gede Ardhika, Presiden Direktor Kura Kura Bali ,mengatakan, “Tsinghua SEA Center menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan yang akan menjadi hub inovasi dan inkubasi technopreneurs untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.”

Tsinghua SEA Center, menurut Ardika, akan menjadi inspirasi bagi proses pembelajaran kreatif di pulau ini untuk menciptakan kelestarian humanitas di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)