Yamaha Mulai Masuk ke Segmen Motor Listrik

Meski tak seheboh Gesit, Viar Q1 atau kompetitornya Honda, secara diam-diam Yamaha telah mengujicobakan motor listriknya.  Bertempat di Elite Club Epicentrum Jakarta, Rabu, 1 November  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), APM Yamaha di Indonesia tersebut   melakukan sebuah Press Conference Market Test  yang esensinya, perusahaan tersebut tengah  memaparkan kesiapan mereka menyambut era kendaraan Listrik (EV ) dan melakukan uji coba produk di Indonesia.

Uji coba tersebut dilaksanaka selama sebulan. YIMM bekerja sama dengan empat institusi, di antaranya Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan The Breeze BSD, akan melakukan uji coba motor listrik Yamaha. Motor listrik tersebut nantinya digunakan sebagai transportasi di kawasan internal mereka

Menurut Dyonisius Beti, Executive Vice President YIMM, ada 3  hal yang perlu disiapkan untuk meuncurkan sebuah motor listrik. Pertama adalah soal kesiapan masyarakan perihal switching/ perpindahan dari motor motor meain bakar ke motor motor mesin listrik. Yang kedua berhubungan dengan behaviour/ sifat karakter dan kultur dari rider indonesia terutama karena sepeda motor listrik ini tidak ada suaranya dan butuh pembiasaan.  Yang ketiga adalah soal penanganan limbah dari baterai yang belum memadai sehingga jika buru buru di rilis akan memungkinkan untuk meracuni bumi.

“Market Trial” motor listrik yang menggunakan produk E-Vino ini  adalah bentuk dukungan Yamaha kepada pemerintah terkait Program Percepatan Kendaraan Listrik untuk Transportasi Jalan. Hadirnya motor listrik Yamaha nanti akan memberikan pengalaman berkendara yang baru bagi konsumen. Ini adalah komitmen Yamaha untuk memajukan industri transportasi di Indonesia.

E Vino sepintas menyerupai Yamaha Fino. Bedanya, motor listrik ini dibekali sistem dua baterai plug n play.  Jika salah satu baterainya habis bisa dilepas dan diganti dengan baterai baru. Saat salah satu baterai terisi penuh dapat menempuh perjalanan sejauh 30 km. Motor listrik E-Vino sendiri hanya mampu mengangkut beban 150 kg. "Kami sangat percaya diri untuk menghadapi era kendaraan listrik di sini (Indonesia). Ke depan kami akan menganalisa hasil uji coba pasar supaya dapat menghasilkan motor listrik berkualitas," kata Minoru Morimoto, Presiden Direktur YIMM.

Motor Listrik Yamaha sejatinya telah  dimulai pada 1993 lalu yaitu lewat produk Electrical Support Bicycle pertama yaitu Yamaha PAS (Power Assist System). Produk ini dikhususkan untuk negara-negara yang punya sejarah bersepeda, seperti negara di Eropa dan Jepang. Produk yang mirip sepeda listrik ini  cukup sukses karena mampu terjual 4 juta unit.

Sedangkan motor listrik yang dibuat Yamaha yakni Yamaha Passol pada 2002 lalu. Produk ini terus dikembangkan  dan kemudian muncul varian EC-02, Passol-L, EC-03 dan E-Vino. Saat ini penjualan motor listrik Yamaha telah merambah kawasan Eropa dan di negara Asia seperti Jepang dan Taiwan dengan total penjualan lebih dari 10.000 unit. (Rian S)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)