Yamaha Perkenalkan Skutik Tiga Roda Tricity 155

Mei lalu, Yamaha Tricity 155 ( Skutik Roda Tiga) diluncurkan pertama kali oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Lima bulan kemudian,  motor ini dijual secara resmi ke publik lewat ajang Indonesia International Motor Show (IMOS) 2016,yang berlangsung 2-6 Nopember lalu di jakarta Convention Center.

Bentuk  Tricity 155  unik. Motor dengan dua roda di depan dan satu di belakang ini   memang belum populer di pasar sepeda motor nasional.  Namun, justru inilah yang menjadi tantangan bagi  manajemen YIMM  untuk mengedukasi pasar serta masuk ke segmen yang belum banyak kompetitornya.

Tricity mulai diperkenalkan pada  ajang IMOS 2014 lalu.  Saat itu kubikasi mesin yang digunakan 125 cc.  Dua tahun setelah itu, lahir Tricity 155 yang memiliki mesin yang sama dengan NMAX dan Aerox 155, berteknologi Blue Core dengan Variable Valve Actuaction (VVA).  Skutik roda tiga ini---roda kembar di depan dan satu di belakang--- berteknologi Leaning Multi-Wheel (LMW)—layaknya Piaggio yang sudah dulu meluncurkan motor sejenis, MP3. Teknologi LMW berfungsi untuk mengurangi beban ban depan saat motor dipacu.  Ban depan atau bagian depan makin  stabil dan memberikan  sentuhan berkendara yang  mantap saat bermanuver dan mengerem.

Yamaha Tricity Yamaha Tricity

Menurut Dyonisius Beti, Executive Vice President Director YIMM,  Tricity memberi warna baru bagi dunia otomotif, khususnya sepeda motor  di Indonesia. Di Eropa, konsumen sudah terbiasa dengan motor roda tiga,  sedangkan disini Yamaha ingin memperkenalkan kepada konsumen motor baru serta sensai mengendarai Tricity.  “Teknologi Leaning Multi-Wheel bakal membuat pengendara merasakan sensasi yang menarik,” katanya.

Tampilan Tricity 155 yang elegan dan modern bisa menjadi daya tarik tersendiri.  Desain garis bodi yang selaras, lampu LED, speedometer LCD + MID dan indikator ECO. Bagasi besar, pengunci rem, dan soket charger untuk mengisi baterai gadget.

Selain ada dua roda depan, motor ini juga didukung parallelogram link atau mekanisme penyambung suspensi depan, suspensi teleskopik kantilever yang membentuk teknologi LMW Yamaha.  Ban belakang berukuran  130/70-13M/C (63P),  suspensi depan dual twin tube ,  mampu meredam guncangan lebih lembut  dan nyaman.  Posisi berkendara rileks  dengan ruang kaki dan dimensi jok luas. Tricity juga dilengkapi sistem pengereman ABS dengan fungsi UBS (Unified Brake System) membuat pengendara merasa lebih aman.

Tricity membidik pasar segmen menengah ke atas. Meski belum ada keterangan resmi dari YIMM, akan harga motor tersebut, namun dari beberapa informasi motor ini harganya antara Rp 60 -70 jutaan. Harga ini lebih murah ketimbang saat Tricity pertama kali diperkenalkan yang kabarnya mencapai Rp 100 juta-an.

Dyon menambahkan,  Tricity akan diimpor dari Thailand.  Penjualannya sangat terbatas hanya 30 unit  sampai akhir tahun  ini.  Konsumen bisa  mememsan lebih dulu melalui dealer-dealer Yamaha di seluruh Indonesia.  Rencananya, pengiriman  motor akan dilakukan pada Desember mendatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)