Youtube Hingga Tiktok Paling Diminati Anak-anak Selama Pandemi

Tahun 2020 menjadi salah satu tahun yang paling tidak biasa bagi anak-anak modern. Pandemi telah mengubah banyak situasi kehidupan umum di seluruh dunia, termasuk pendidikan, bertemu teman dan keluarga, rekreasi, dan hiburan.

Sebuah studi Kaspersky Safe Kids terbaru selama tahun 2020-2021 mengungkapkan, minat anak-anak tertuju dalam kategori perangkat lunak, audio, video (44,38%), serta e-commerce. Sementara itu media komunikasi internet (22,08%) dan permainan komputer sedikit menurun (13,67%).

Di antara aplikasi paling populer, YouTube memimpin dengan selisih yang lebar. Layanan ini tetap menjadi layanan streaming video paling populer di kalangan anak-anak di seluruh dunia. Di tempat kedua adalah messenger WhatsApp, dan ketiga adalah jejaring sosial populer TikTok. Sepuluh teratas juga mencakup empat game yakni Brawl Stars, Roblox, Among US, dan Minecraft.

Anna Larkina, pakar analisis konten web di Kaspersky mengatakan, anak-anak modern tumbuh dengan gadget di tangan mereka sejak usia sangat muda sehingga mereka beradaptasi dengan ruang digital dan menguasai teknologi baru lebih cepat.

"Kami melihat bagaimana TikTok menjadi salah satu trendsetter utama di kalangan anak-anak dalam waktu singkat dan terus menarik perhatian mereka. Pada saat yang sama, YouTube tidak kehilangan pijakan dan tetap menjadi pemimpin dalam popularitas di kalangan anak-anak, sebagian karena banyaknya variasi video, mulai dari 'let-plays', rekaman permainan video game, hingga klip seputar pendidikan dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, anak-anak sangat aktif mendengarkan dan menonton video musik di YouTube – pangsanya mencapai 17,35% dalam pencariannya untuk genre dan video musik. Sejumlah video 'tren' juga terlihat dalam statistik - 'pop it and simple dimple' dan 'ASMR' menyumbang 4,43% dari kueri. Tahun ini, permintaan terkait video game maker Gacha Life juga termasuk dalam daftar teratas minat anak-anak dari seluruh dunia dengan pangsa 4%.

Dalam hal selera musik, bersama salah satu penggerak industri hiburan seperti band K-POP BTS dan Blackpink, penyanyi Ariana Grande, Billie Eilish dan Travis Scott, genre musik lain, seperti 'phonk' juga menjadi populer. Ada juga tren video 'kreatif' – semakin banyak permintaan untuk beats, sampel, dan pelajaran tentang kreasi musik di berbagai program mulai muncul di daftar teratas. Pada saat yang sama, TikTok tetap menjadi trendsetter musik utama untuk anak-anak.

Kartun menyumbang setengah (50,21%) dari semua penelusuran video oleh anak-anak di seluruh dunia. Di antara yang paling populer adalah Lady Bug dan Super Cat, Gravity Falls dan Peppa Pig. Di tempat kedua adalah sejumlah acara TV – pencarian paling sering dalam bahasa Inggris adalah The Voice Kids. Dalam film dan serial TV, trailer paling populer adalah Godzilla vs Kong, Justice League terbaru Zach Snyder dan mini-seri Disney+ WandaVision.

Netflix juga terus menarik perhatian lebih banyak anak dengan permintaan yang paling sering melalui platform adalah untuk Cobra Kai dan Stranger Things yang sekarang menjadi ikon. Sementara itu, TikTok tetap menjadi pemimpin yang tak terkalahkan di antara anak-anak, tetapi pada saat yang sama, persepsi tentang jejaring sosial mulai berubah.

"Sekarang bukan lagi hanya jejaring sosial untuk klip dan sinkronisasi bibir, karena lebih banyak konten pendidikan dan kreatif mulai muncul di platform. Selain itu, untuk membuat video TikTok, satu orang harus melakukan pekerjaan operator, aktor, sutradara, dan seluruh kru film. Semua ini mengembangkan keterampilan yang tidak hanya berguna bagi anak-anak di masa depan, tetapi dapat mengarahkan mereka untuk memilihnya sebagai profesi," terang Anna.

Untuk video game, di antara yang paling populer di kalangan anak-anak termasuk Minecraft (22,84%), Fortnite (6,73%), Among Us (3,80%), Brawl Stars (6,34%) – dan game Roblox yang sangat disukai (3,82%). Pada saat yang sama, game yang paling sering dimainkan dan berada di peringkat 10 besar untuk hampir semua negara adalah Roblox.

Dari semua wilayah, anak-anak dari Kazakhstan yang menjadi pemimpin dalam mengunjungi situs-situs yang berkaitan dengan permainan komputer (26,01%). Di tempat kedua adalah anak-anak dari Inggris (19,40%). Adapun gambaran yang sangat berbeda di India, di mana anak-anak hampir tidak pernah mengunjungi situs yang berkaitan dengan video game dari PC (hanya 5,08%).

Untuk Indonesia, aplikasi yang paling populer di kalangan anak-anak di antaranya adalah Youtube (32,99%), disusul WhatsApp (21,47%) dan TikTok (10,18%). Fakta menarik juga bahwa aplikasi Tiktok kini mulai dilirik untuk digunakan sebagai platform metode pembelajaran kreatif di Indonesia. Dari segi ketertarikan terhadap game, Roblox menempati urutan paling populer di kalangan anak-anak Indonesia dengan persentase 8,27% disusul Free Fire (5,75%) dan Mobile Legends: Bang Bang (2,91%).

Menurut Anna, memahami dan menganalisis minat anak-anak di internet membantu kita untuk dapat memperhatikan masalah keamanan. Dengan mengetahui jenis musik apa yang didengarkan seorang anak, siapa blogger favoritnya atau permainan apa yang dimainkannya, orang tua dapat memperkuat hubungan kepercayaannya dengan anak.

"Misalnya, mereka bisa merekam video TikTok bersama. Ini juga akan memungkinkan orang tua membantu anak-anak mereka dalam melindungi diri dari potensi bahaya online,” ujar Anna.

Untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman online yang positif, Kaspersky pun menyarankan beberapa hal kepada orang tua di antaranya, pelajari lebih lanjut tentang minat anak-anak Anda; berselancar dan belajar bersama. Lihat di mana anak-anak menghabiskan waktu online dan jelajahi cara terbaik untuk menjaga mereka tetap aman.

Jelaskan pula bahwa informasi sensitif hanya boleh dibagikan melalui messenger dan hanya dengan orang yang mereka kenal di kehidupan nyata. Kemudian, pertimbangkan untuk mengunduh aplikasi kontrol orang tua dan diskusikan topik ini dengan anak Anda untuk menjelaskan cara kerja aplikasi tersebut dan mengapa mereka membutuhkannya agar tetap aman saat online.

"Luangkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak tentang langkah-langkah keamanan online. Beri tahu anak-anak Anda apa yang tidak boleh dipublikasikan di internet dan mengapa, dalam keadaan apa pun," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)