Yujie Chen : Masa Depan Public Relations Ada di Dunia Maya

Tingginya kesibukan dan juga beban kemacetan yang terus meningkat membuat Yujie Chen, Senior Vice President Asia Pacific PRNewswire (PRN), agensi distribusi siaran pers secara online, meyakini bahwa interaksi antara perusahaan dengan media massa ke depan akan lebih banyak didominasi dunia maya. “Kita sudah melihat bahwa saat ini beban wartawan untuk mengejar kecepatan semakin tinggi sehingga banyak wartawan yang mengambil beritanya dari sumber online,” ujarnya saat diwawancarai Majalah SWA dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Yuiji Chen, Senior Vice President Asia Pacific PRNewswire (PRN) Yujie Chen, Senior Vice President Asia Pacific PRNewswire (PRN)

Pria yang menangani operasional PRN di Asia Pasifik termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Asia Tenggara dari Beijing, itu menuturkan, saat ini kondisi di Indonesia sama dengan di RRT beberapa tahun silam. Kala itu, perusahaan di RRT memang banyak yang menjalin relasi secara personal dengan wartawan. Termasuk di antaranya rutin menggelar konferensi pers dalam mengumumkan berita terbaru dari perusahaan. Meski demikian, saat ini kondisinya sudah berubah. Maraknya media online yang menuntut kecepatan membuat pola peliputan berita di RRT banyak berubah. Di antaranya dengan lebih banyak mencari siaran pers yang dikirimkan melalui email dari sumber terpercaya. “ Nah, dari situ ada juga yang kemudian melengkapi dengan melakukan wawancara khusus dengan perwakilan perusahaan,” ujar Chen yang sebelumnya sempat berkarir sebagai wartawan CNBC Asia dan Beijing Television.

Dirinya tidak memungkiri bahwa perusahaan di Indonesia  sendiri masih banyak yang menginginkan untuk mengadakan acara konferensi pers dalam memberikan pengumuman teranyarnya. Hal itu kerap didengarnya dari timnya yang beroperasi di Indonesia. Meski demikian, dirinya yakin, saat perusahaan semakin besar, maka pola relasinya dengan media juga akan berubah menjadi lebih efisien.

Terlebih jika perusahaan tersebut beroperasi dalam skala yang lebih besar hingga melintasi batas-batas negara. Maka pilihan untuk mengumumkan kabar terbaru mereka via dunia maya menjadi lebih dapat diterima. “Perusahaan semakin dihadapkan dengan tuntutan efisiensi. Hal itu sulit dilakukan jika sebuah perusahaan multinasional menggelar jumpa pers di suatu negara dengan mengajak para wartawan dari berbagai negara. Karena itu kini banyak perusahaan yang mengirimkan rilis mereka melalui online demi menekan biaya dan juga mempercepat proses komunikasi dengan media massa,” jelas Chen.

Dirinya pun mengunjungi Indonesia demi melihat perkembangan dunia public relation sekaligus menangkap peluang bagi perusahaannya. Chen melihat, seiring semakin banyaknya perusahaan mancanegara yang beroperasi maupun merambah pasar di Indonesia maka kehadiran agensi online seperti perusahaannya akan semakin dibutuhkan. Hal itu pun berlaku sebaliknya. Bagi perusahaan Indonesia yang hendak go international, maka PRNewswire bisa membantunya dalam berkomunikasi dengan wartawan dari berbagai negara dengan cepat.

Pasalnya, PRNewswire yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, menjangkau lebih dari 3 ribu kantor berita seperti The New York Times, ABC News dan Buzfeed serta mengirim konten berita ke lebih dari 550 news content systems seperti Moody's dan McGraw-Hill. Di Indonesia sendiri PRNewswire menjangkau 1.500 jurnalis, 300 media points, dan 35 mitra konten seperti SWA.co.id, Wartaekonomi.co.id, Fajar.co.id dan sebagainya.

Chen lebih lanjut menuturkan, saat ini industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa memetik keuntungan dari penyebaran siaran pers secara online. Pasalnya jumlah wisatawan asal RRT yang  berwisata ke mancanegara tahun lalu mencapai 150 juta orang. Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal RRT ke Indonesia tahun ini mencapai 2,1 juta orang. “ Hal itu menjadi pasar yang besar bagi pelaku industri pariwisata di Indonesia. Sehingga mereka perlu berpromosi ke Cina. Salah satu cara melakukannya dengan efisien melalui PRNewswire karena kami memiliki jaringan dengan ribuan wartawan di Cina, sehingga sangat tepat mengirim press release melalui kami,” jelas Chen.

Mengenai kendala bahasa, PRN yang berdiri sejak tahun 1954 dan kini berkantor pusat di New York itu disebut Chen mampu mengatasinya lantaran memiliki kru penerjemah untuk menerjemahkan ke berbagai bahasa. Seperti yang dilakukannya di Indonesia yang setiap harinya menerjemahkan berbagai siaran pers dari mancanegara ke Bahasa Indonesia. “ Jadi kami tidak hanya mengirim, tapi sekaligus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan media lokal, melakukan targeting, serta monitoring, jadi layanan kami sangat lengkap,” ujar Chen.

Dengan pertumbuhan media massa online yang menuntut kecepatan, dirinya pun mengklaim pertumbuhan PRN sendiri dari tahun ke tahun kini sangat pesat.  Di kawasan RRT sendiri PRN bertumbuh hingga 40% per tahun. “ Jadi memang eranya sudah bergeser, dan kami berada dalam momen yang tepat untuk membantu perusahaan global menjangkau Indonesia dan sebaliknya juga dapat membantu perusahaan Indonesia untuk membesarkan skalanya hingga ke mancanegara,” pungkasnya.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)