Zebra Technologies Sebut Industri Ritel Sedang Mengalami "Phygital"

Zebra Technologies Corporation, perusahaan penyedia solusi dan layanan teknologi untuk kegiatan operasional perusahaan, merilis hasil penelitian mereka di wilayah Asia Pasifik yang berjudul Retail Vision Study 2017. Hasilnya, di kawasan Asia Pasifik, penjualan akan semakin mengarah pada sinergi antara platform fisik dan online.

Lim Fang How (Foto: Yosa/SWA)

Lim Fang How, Regional Director of South East Asia Zebra Technologies, mengatakan, industri ritel tengah mengalami konvergensi antara dunia nyata dan dunia maya, di mana pembeli masa kini merupakan generasi yang melek teknologi sehingga memiliki harapan yang tinggi akan pengalaman belanja digital yang terhubung. "Konvergensi antara physical dan digital yang kita sebut dengan 'Phygital'," ujar Lim.

Lonjakan belanja online, lanjut Lim, menjadikan momentum bagi format omni-channel (berbelanja di beragam channel) yang menantang para pebisnis ritel menghadirkan tingkat kenyamanan yang belum pernah ada sebelumnya.

"Saat ini peritel tengah menerapkan pendekatan omni-channel. Di mana platform online dan fisik tidak lagi berselisih tapi justru saling melengkapi dalam mendorong kepuasan pelanggan," lanjut Lim.

Sejalan dengan peralihan tersebut, penelitian yang dilakukan terhadap 1.700 pengambil keputusan di industri ritel dari berbagai segmen ini juga menyimpulkan bahwa 7 dari 10 pebisnis ritel di wilayah Asia Pasifik berencana melakukan investasi di bidang teknologi Internet of Things (IoT) sebelum tahun 2021 demi mentransformasi pengalaman pelanggan.

"Karena pebisnis ritel sebagian besar melayani generasi millenial yang akan mencakup 75% tenaga kerja global pada tahun 2025, adopsi teknologi IoT menjadi suatu kepentingan bisnis bagi mereka guna mengikuti perubahan kebiasaan berbelanja," ujar Lim.

Terdapat suatu dorongan yang besar untuk memasukkan lebih banyak perangkat mobile di lingkungan industri ritel karena dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja pekerja.

"Untuk mempersingkat antrean di kasir, para pelaku ritel berencana melakukan investasi dalam hal perangkat mobile, kios mobile, dan tablet guna menambah opsi pembayaran. 86% pebisnis ritel akan menggunakan perangkat-perangkat Mobile Point of Sales (MPOS) sebelum tahun 2021, yang memungkinkan mereka untuk memindai dan menerima pembayaran kredit atau debit di area manapun di dalam toko," jelasnya lagi.

Beriringan dengan penelitian tersebut, Zebra juga mengumumkan ketersediaan beberapa komputer mobile layar sentuh seri TC5 terbaru, serta pemindai 2D genggam seri DS2200 dan DS8100 di Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)