Zulkifli Zaini : Pahala N. Mansury, Berintegritas, Hemat dan Teliti

Pahala N. Mansyury dinilai Zulkifli Zaini sebagai sosok yang cerdas, berintegritas, pandai menyusun serta melaksankan strategi keuangan yang hemat dan teliti dalam menata keuangan perusahaan. Zulkifli adalah mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk periode 2010-2013. Dia pernah menjadi bosnya Pahala di bank berpelat merah itu. Zulkifli  mengemukakan Pahala merupakan sosok profesional di bidang keuangan yang cermat melaksanakan program keuangan di Bank Mandiri. “Dia itu orangnya hemat dan mampu mengimplementasikan program keuangan di Bank Mandiri sebagai perusahaan induk dan mengintegrasikan program keuangan antara induk usaha dengan anak perusahaan Bank Mandiri,” ungkap Zulkifli kepada SWAonline di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Pahala ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dia menempati posisi nomor satu di perusahaan yang berlogo burung biru itu yang sebelumnya diduduki oleh Arif Wibowo. Pahala mendapat persetujuan menempati kursi bos di Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia yang digelar Rabu kemarin. Sebelumnya, Pahala sejak tahun 2010 dipercaya sebagai Direktur Keuangan dan Strategi (Finance & Strategy) di Bank Mandiri.

Pahala, dalam wawancara dengan Majalah SWA beberapa waktu silam, menuturkan dirinya tidak bisa memuaskan semua kalangan di bank pelat merah terbesar di Tanah Air itu. “Dinamika dalam mengelola itu adalah tidak bisa memuaskan semua orang,” kata Pahala mengenai posisinya sebagai Direktur Keuangan di Bank Mandiri. Pahala menegaskan dirinya mesti bisa mengendalikan rencana perusahaan, termasuk pengendalian keuangan, operasional keuangan, memastikan alokasi sumber daya dengan benar, alias sesuai dengan strategi perusahaan. “Memastikan target yang dicanangkan itu tercapai dan membantu budaya berbasis kinerja. Mengelola anak perusahaan. Yang pasti, memastikan semua yang ada di organisasi itu berjalan sesuai dengan arahan dari perusahaan,” katanya.

Pahala merasakan dirinya memikul beban yang berat tatkala mengambil keputusan tertentu. Apalagi, jika keputusan itu mengenai target pertumbuhan bisnis atau memangkas anggaran di Bank Mandiri serta anak usahanya.“Yang namanya uang, ya itu jumlahnya terbatas. Tidak bisa semuanya itu bisa dibelanjakan. Kita kadang-kadang harus menjadi bad guy-nya. Negosiasi yang berat-berat,” ujar Pahala. Pengelolaan keuangan perusahaan diibaratkannya sebagai seni bernegoisasi dengan kalangan internal dan ekternal perusahaan sekaligus seni menyiasati gejolak di pasar keuangan.

Rupanya, hal itu senada dengan penilaian Zulkifli mengenai gaya kepemimpinan Pahala di Bank Mandiri. “Bagi saya, kepemimpinan Pahala yang menonjol  itu adalah kepemimpinannya dalam mengimplementasikan strategi keuangan yang efisien, tetapi optimal meningkatkan kinerja bisnis perusahaan,” tutur Zulkifli. Dia meyakini Pahala mampu mengangkat kinerja keuangan Garuda Indonesia lantaran latar belakang akademik dan karier Pahala di bidang keuangan. Pahala adalah alumnus S-1 Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia. Pria kelahiran 8 April 1971 itu meraih gelar MBA dalam bidang Finance di Stern School of Business, New York University. Setelah itu, perjalanan karirnya dimulai di firma konsultan Andersen Consulting sebagai Change Management Consultant hingga tahun 1997. Kemudian pada 1998, Pahala bekerja di perusahaan sekuritas di New York.  Tahun 1999 Pria berkacamata ini bergabung dengan perusahaan konsultan manajemen Booz Allen & Hamilton sebagai Senior Consultant, kemudian dia juga pernah bekerja di The Boston Consulting Group. Karier Pahala di Bank Mandiri dimulai pada 2003. Pahala pada 2006 ditunjuk sebagai Executive Vice President (EVP) Coordinator Finance & Strategy and Financial Officer. Kiprahnya yang cemerlang akhirnya membuat dirinya ditunjuk sebagai Managing Director of Finance and Strategy Bank Mandiri. Kemudian, dia sejak tahun 2010 dipercaya mengembang tugas sebagai Direktur Keuangan dan Strategi (Finance & Strategy)  bank terbesar di Indonesia itu.

Pahala berpartisipasi aktif memuluskan tranformasi bisnis Bank Mandiri yang dijalankan sejak tahun 2005. Bank Mandiri bertransformasi sebagai bank BUMN yang memiliki kinerja yang baik dan memiliki pondasi kuat untuk berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Guna memuluskan transformasi itu, perseroan meningkatkan kedisplinan, salah satunya disiplin dalam membangun kinerja keuangan yang akuntabel. “Proses transformasi yang telah dilaksanakan tersebut hingga saat ini telah berhasil mengantarkan Bank Mandiri menjadi bank terkemuka di Indonesia. Dengan kerja keras dan kedisplinan, kami berhasil mencatat perbaikan kinerja dan meraih berbagai prestasi penting sehingga mendapat apresiasi yang tinggi dari investor,” imbuh Pahala.

Pahala N. Mansury dikenal sebagai sosok bankir senior yang berintegritas, hemat dan teliti ketika berkarier di Bank Mandiri. (Foto : Wisnu Tri Rahardjo/SWA).

Upaya Pahala bersama timnya menuai hasil yang menggembirakan lantaran pertumbuhan pendapatan Bank Mandiri sepanjang tahun 2009-2013 yang rata-rata  melonjak sebesar 22,1% tiap tahun. Pendapatan Bank Mandiri di tahun 2009 melonjak dari Rp 22,4 triliun menjadi Rp 49,9 triliun di 2013. Pertumbuhan pendapatan Bank Mandiri itu juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan yang rata-rata naik 18,5% per tahun.

Seiring dengan meningkatnya pendapatan, laba bersih  Bank Mandiri sepanjang tahun 2009-2013 juga terus mengalami peningkatan dari Rp 7,2 triliun di 2009 menjadi Rp 18,2 triliun di tahun 2013, atau lebih dari dua kali lipat laba bersih tahun 2009, dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 26,3%, atau di atas pertumbuhan laba industri perbankan yang pada periode yang sama rata-rata per tahun tumbuh  sebesar 23,9%. “Kami sedang menyusun rencana jangka panjang tahun 2015-2020 untuk terus meningkatkan revenue dan laba bersih Bank Mandiri yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan harga saham Bank Mandiri dan kekayaan para pemegang saham,” tandas Pahala.  Harga saham Bank Mandiri pada penutupan perdagangan Kamis ini di level Rp 11.650, naik 3,09% dari Rp 11.300 di 3 Januari 2017

Rekam Jejak Yang Beintegritas

Zulkifli meyakini Pahala mampu mengimplementasikan pengalamannya di Bank Mandiri ke Garuda Indonesia. Zulkifli memaparakan tiga aspek yang bisa dikembangkan lebih lanjut oleh Pahala di Garuda Indonesia. Yang pertama adalah meningkatkan reputasi merek Garuda Indonesia di masa mendatang. Caranya, menurut Zulkifli, adalah menggenjot pasar ritel dan korporat. “Pengalaman dan jejaring Pahala menggandeng nasabah korporat di Bank Mandiri adalah modal baginya untuk melakukan leverage di pasar korporat. Dia memiliki peluang besar untuk mengajak perusahaan sebagai pelanggan setia Garuda Indonesia di masa mendatang,” bebernya.

Yang kedua, Zulkifli menambahkan, adalah meningkatkan pelayanan penerbangan ke luar negeri agar menjaring penumpang Indonesia sebanyak-banyaknya berpergian ke luar negeri dengan pesawat Garuda Indonesia. “Untuk yang ketiga, Pahala berkesempatan untuk melakukan penghematan dan cost cutting dari biaya operasional di Garuda Indonesia. Dia bisa melakukan itu karena Pahala adalah CFO yang teliti dan hemat selama berkarier di Bank Mandiri,” tandasnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menyebutkan rekam jejak Pahala selama menangani keuangan Bank Mandiri sangat memuaskan. “Dia adalah sosok yang berintegritas dan disiplin mempraktikkan prinsip GCG (good corporate governance). Saya meyakini, dia akan berhasil menunaikan tugasnya di Garuda Indonesia,” tukas Zulkifli. Saham Garuda Indonesia pada perdagangan Kamis ini terkerek di level Rp 380 per lembar, naik 5,55% dari Rp 360 di hari sebelumnya.

Pasar tidak bereaksi negatif pasca RUPS Garuda yang memilih Pahala sebagai pucuk pimpinan BUMN penerbangan ini. Menurut Reza Priyambada, pengamat pasar modal PT Binaartha Sekuritas, saham Garuda Indonesia diapresiasi oleh investor karena terimbas sentimen positif pengangkatan Pahala sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. “Tapi, ini sentimen jangka pendek, investor wait and see untuk mencermati kebijakan dan penyegaran manajemen keuangan dan bisnis yang dilakukan Pahala bersama timnya di Garuda Indonesia,” ujar Reza.

Dia mengamati pelaku pasar meyakini kemampuan dan integritas Pahala di bidang keuangan bisa membenahi tata kelola keuangan Garuda Indonesia di masa mendatang. Kepercayaan investor terhadap kinerja Garuda Indonesia akan berangsur-angsur pulih jika Pahala dan timnya memenuhi ekpektasi. “Selama ini saham Garuda cenderung tertekan karena kinerja keuangannya tidak begitu baik, semoga saja direksi baru yang terpilih akan menyegarkan kondisi perusahaan,” tambahnya. Reza memproyeksikan harga saham Garuda Indonesia di akhir tahun ini berkisar di level Rp 420-440. (*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)